-
Menikah via Ponsel Gara-gara Cuaca Buruk di Karimunjawa
Posted on January 7th, 2007 No commentsTriono Wahyu Sudibyo – detikcom
Jepara, Menikah antarpulau memang repot. Apalagi dalam situasi cuaca buruk. Karena kedua mempelai tak mungkin dipertemukan, terobosan baru pun muncul: mengucap akad (janji) pernikahan melalui ponsel!Demikian yang terjadi di Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Jumat 3 Januari lalu. Hal itu terpaksa dilakukan karena kedua keluarga sudah sepakat
melangsungkan pernikahan, namun tiba-tiba cuaca buruk melanda: pelayaran pun terhenti.
Sepasang pengantin baru itu — karena namanya tak ingin diketahui banyak orang — sebut saja, Budi(31) dan Wati (19). Budi berasal dari Mayong, Jepara, sedangkan Wati asli Karimunjawa. Meski satu kabupaten, mereka hidup terpisah laut sejauh kira-kira 40 mil.Sebagaimana laiknya pesta pernikahan, baik di rumah Budi maupun Wati didekorasi sedemikian rupa. Sehingga ketika detikcom berkunjung ke rumah Wati, Sabtu (6/1/2007) malam, janur melengkung sisa pernikahan masih terpasang di depan rumah.
Sayang, keluarga Wati tak mau berkomentar banyak, karena menilai pernikahan itu tak perlu dibicarakan lagi. Namun sejumlah warga Karimunjawa sangat terkesan dengan pernikahan dengan cara yang baru kali pertama mereka lihat dan alami.
"Ya gara-gara cuaca buruk itu, akhirnya kedua mempelai mengucap akad melalui ponsel. Satu di Jepara, satu di Karimunjawa. (Saya) Nggak, bagaimana ngaturnya," ungkap seorang petugas Perhutani setempat, Sutrisno.
Cuaca buruk yang melanda Laut Jawa sejak 28 Desember 2006 lalu berdampak sangat buruk di Karimunjawa. Selain membuat rencana pernikahan Budi dan Wati kacau balau, cuaca buruk juga mengakibatkan tiga nelayan hilang dan hingga kini belum ditemukan.
Menurut keterangan warga setempat, seminggu lebih setelah cuaca buruk terjadi, perahu-perahu dibiarkan begitu saja di pantai. Ada juga nelayan luar Karimunjawa yang terpaksa bersandar, karena takut terhembas gelombang yang kabarnya bisa mencapai 5-6 meter.










Komentar Pengunjung