indo-emirates

PERPUSTAKAAN & WAKAF BUKU @ Indo-Emirates
Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais – Abu Dhabi – UAE
RSS icon Email icon Home icon
  • PERPUSTAKAAN & WAKAF BUKU

    Posted on February 6th, 2007 admin No comments
    {mosimage} Mari menjelajah ke dunia tanpa batas.  Saat tubuh terbelenggu oleh ruang dan waktu…
    Membaca mengajak saya untuk berpetualang di antara huruf dan kata. Seperti sebuah sampan yang berlayar di tengah samudra. Saya bisa menjadi Arjuna dalam Bharata Yudha, atau Rama, bahkan Wiro Sableng dengan pukulan matahari dan sesaat bisa menjadi si Roy yang menyusuri jalanan Malioboro Djokja Karta.

    PERPUSTAKAAN INDO EMIRAT
     
    Hubungan saya dan buku diawali dari kondisi yang mengharuskan saya mencari 'hiburan' lain saat TV tidak mudah didapatkan. Maklum, ayah saya yang sersan mayor macet sangat gerah jika lihat anak-anaknya nongkrong terus di depan TV. Padahal TVRI dahulu hanya satu-satunya hiburan. Apalagi acaranya memang 'corong' Soeharto banget. Jam nonton hanya dibatasi beberapa jam saja. Akhirnya saya dan teman bermain patungan beberapa rupiah dari uang jajan untuk sewa buku. Mulai dari cerita Bharata Yudha, Si Buta dari Gua Hantu, Deni Manusia Ikan, Wiro Sableng, sampai cerpen-cerpen Balada Si Roy. Ilustrasi Si Roy, sang traveler yang digambarkan gagah dengan aroma debu jalanan menjadi idola buat saya. Dan waktu yang menghantarkan saya di kemudian hari bersahabat dengan pengarangnya, Gola Gong. 
     
    Membaca mengajak saya untuk berpetualang di antara huruf dan kata. Seperti sebuah sampan yang berlayar di tengah samudra. Saya bisa menjadi Arjuna dalam Bharata Yudha, atau Rama, bahkan Wiro Sableng dengan pukulan matahari dan sesaat bisa menjadi si Roy yang menyusuri jalanan Malioboro Djokja Karta. Sampai-sampai saya pernah terbawa arus Cisadane saat saya membayangkan seperti Deni Manusia Ikan. Seperti itulah hubungan emosional saya dengan kebiasaan membaca ketika kecil. Yang jelas, saya sangat berbahagia lewat kata dan tulisan.
     
    Bukan menjadi satu penghalang jika niat sudah terlanjur membatu. Seperti halnya pembicaraan di muka bahwa tahun 2007 ini komunitas Indo Emirat mencoba merintis perpustakaan. Yah.. mesti hanya dengan beberapa buku! Tapi biarlah, memulai sesuatu memang bukan pekerjaan mudah. Saya hanya berharap ini akan menjadi 'jejak' seorang hamba di mata Tuhan.
     
    Kok aneh yah, perpustakaan pake bawa-bawa tuhan segala!. Bagi seorang muslim membaca itu adalah pesan yang sangat kuat. Wahyu pertama memang memerintahkan Muhammad untuk membaca. Seolah membaca adalah gerbang untuk mengenal Tuhan. Kaitannya dengan perpustakaan sudah tentu berbanding lurus. Artinya secara tidak langsung pun Tuhan memerintahkan kita untuk memfasilitasi media bacaan. Dalam hal ini perpustakaan adalah sarana yang tepat. 
     
    Jika ada yang mengatakan bahwa meminjamkan buku adalah sesuatu hal yang bodoh mungkin itu hanya sebuah ungkapan agar buku mendapat perhatian semestinya. Kalau Titi kamal bilang, JABLAY (jarang dibelay/dibuka) . Buku hanya menghiasi rak-rak buku lemari tamu. Akan menjadi nilai tambah apabila buku-buku ini bisa dinikmati oleh pembaca lainnya. Jika Tuhan menghitung kebaikannya lewat huruf-huruf yang ada dalam buku. Maka berapa kebaikan yang akan kita peroleh?
     
    Saya memang bermimpi bahwa komunitas Indoemirat satu hari nanti akan memiliki perpustakaan. Sebuah projek yang mungkin bagi sebagian orang buang waktu dan tenaga.  Diawal tahun 2007 ini, Perpustakaan kecil ini insya Allah sudah bisa dinikmati. Gedung 2724 untuk sementara jadi tempatnya. kebetulan ada volunteer yang mau mencatat dan menjadi reminder jika ada yang meminjamkan buku.
     
     
    WAKAF BUKU
     
    Rasul bersabda bahwa ada 3 amal baik yang akan terus mengalir kepada seseorang saat ia sudah mati sekalipun. salah satunya adalah amal jariyah/wakaf. Kebaikan itu terus mengalir karena 'jejak' yang kita tinggalkan masih terus memberikan manfaat kepada makhluk hidup lainnya. Biasanya wakaf lazimnya dalam bentuk tanah, bangunan, bahkan uang di bank. Saat ini sudah dimulai ajakan untuk mewakafkan buku. Jika buku yang sudah kita baca tergeletak karena Jablay, maka akan menjadi nilai ibadah saat buku diwakafkan untuk kepentingan umum (indo emirat).
     
    Saya memang memulai semua spontanitas saja. Bukan bermaksud one man show, kondisi sosial, jam bekerja, serta kesibukan lainnya dari teman-teman yang mempunyai kepedulian yang sama tidak diindahkan sama sekali. Biarkan sedikit-sedikit berjalan apa adanya. Menapaki titian tangga semestinya dari dasar dahulu dan berjalan secara natural. yang mau bergabung mewakafkan buku atau menjadi pembaca 24 jam selalu terbuka. Kita isi ceruk jiwa kita dengan berbagai hikmah yang tersembunyi diantara huruf dan kata. Selamat membaca!

    Leave a reply

    You must be logged in to post a comment.