indo-emirates

PENDATANG BARU & MENU GURIH SANGGAR @ Indo-Emirates
Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais – Abu Dhabi – UAE
RSS icon Email icon Home icon
  • PENDATANG BARU & MENU GURIH SANGGAR

    Posted on February 12th, 2007 admin No comments

    {mosimage}Banjir telah surut. Tapi bukan berarti masalah telah selesai. Tumpukan sampah, lumpur dan penyakit telah menunggu. Itulah kondisi di ibu kota Jakarta saat ini. Dalam kondisi yang masih prihatin, ratusan anggota DPRD seluruh Indonesia tiba-tiba menyerbu gedung 'terhormat' DPR di Senayan Jakarta. Mereka menuntut agar PP 37 diberlakukan. Kebalikan dari mahasiswa dan kaum kritis yang menolak PP 37. kita sendiri jangan-jangan belum tahu isi PP 37. Kalau pun tahu apa yang bisa kita perbuat? Tapi akan berbeda jika sikap kita tidak mau tahu. Sama bebalnya dengan anggota dewan yang tidak mau tahu kondisi kontituennya.

    PP 37 salah satunya memberikan fasilitas yang dianggap berlebihan dan kurang patut dengan kondisi sekarang. Protes para anggota dewan hari ini memang begitu menjijikan. Di tengah kondisi baru tertimpa musibah, 'beraninya' mereka teriak-teriak meminta uang lebih dari kerja sebesar udel!

    Wah, paleng ndas kite rek! Biar ndak paleng, kita ganti topik aja ya. Kebetulan ada yang fresh saat ini di Komunitas Indo emirat di Ruwais.
     
    PENDATANG BARU
     
    Saat angin bertiup ke timur dan berpusar di kepala pulau Cendrawasih entah kenapa matahari saat terbit minggu-minggu ini terasa hangat. Kehangatan itu datang bersama hadirnya para pendatang baru ke Ruwais. Mereka adalah Abang Nainggolan, Mas Sabar Riyanto, kang Wawan Juandi dan Mas Nanang. Mereka berempat awal Februari ini baru bergabung dengan Borouge Setelah sebelumnya bertugas di Chandra Asri, Merak Banten. Sebagai bagian dari warga, saya dan tentu semua warga Indo emirat mengucapkan Selamat Datang!. Semoga kehadiran Bapak dan keluarga nantinya akan ikut menambah semarak komunitas Indo emirat saat ini. Selamat juga menikmati oksigen Ruwais. BTW, untuk urusan katering bisa ditanyakan ke teman kanan-kirinya. Kegiatan apa saja yang ada tinggal milih juga. Ada Bulu Tangkis, Tennis, Golf, Mancing, dll. Semua tinggal 'ngomong' :) . Ke depan nanti jangan khawatir, Bagi anak-anak akan tersedia pilihan.  Karena menu gurih telah menanti.
     
     
    MENU GURIH SANGGAR
     
    "Apa ibu kota Indonesia?" Pak De' Agus mengawali kelas mendongeng Jumat kemarin dengan pertanyaan simpel. "Bandung!", Jawab Rafi dengan semangat. Ya! Sanggar Komunitas Pasir mulai melangkah. Di awali dengan kelas mendongeng oleh Pak De' Agus dan dilanjutkan dengan kelas mengenal film. Banyak dialog ringan dan lucu saat Pak De' Agus bercerita.  Bagi anak-anak yang besar di Ruwais memang agak asing mengenal Indonesia. Padahal setahun sekali mereka minimal pulang ke Indo, bagaimana yang 3 tahun belum pulang-pulang? :) . Tapi jangan khawatir, Sanggar kelas mendongeng akan mengajak anak-anak kita mengenal Indonesia lebih jauh. termasuk dengan problema yang ada. Seperti pertanyaan2 yang terlontar tentang Tsunami, gempa, dll.
     
    Pertanyaan anak-anak yang hadir memang cukup kritis dan polos. Pak De' Agus dengan blangkon Wong Solo nya sabar menjelaskan. Ke depan, akan disertakan juga media audio visualnya. Mudah-mudahan Indo Emirat bisa mengusahakan Video Projektor, begitu Pak De Agus berharap. Ya! sayang juga jika komunitas dengan pundi koceknya lumayan berisi tidak punya video Projektor. Manfaatnya mungkin bisa kita rasakan nanti. Audio visual memang memberikan kenyamanan tersendiri. Belum lagi film perdana karya anak-anak yang saat ini sedang mulai digarap.
    Ruby, Putra Pak Rohim begitu bersemangat menjadi Produser. Didampingi Iqbal, sebagai Sang Sutradara. Penulis Scriptnya Aina. Didampingi asisten Sutradara Riris. Kita bisa lihat nanti seperti apa filmnya. Yang jelas, ide serta pembuatan mereka sendiri yang melakukan. Pemain dan pembuatnya semua anak2. Cuma editornya saja Jack La Motta.
     
    Kelas lainnya dari Sanggar Komunitas Pasir adalah kelas Menari, Membaca & Teater. Para ibu memang bersemangat untuk menjadi sukarelawan. Di awali oleh oleh kelas musiknya Bu Ratna Supriyanto yang saat ini sedah berjalan dengan alat musik organ. Dilanjutkan saat ini oleh Bu leli dan Bu Irma Nurhasan Untuk kelas menari. Dan Bu Bambang dan Bu Tito untuk kelas membaca. Kita berharap semua memberi manfaat bagi anak-anak indonesia di Ruwais. Sayang sekali Kang Hafidz tidak ada di Ruwais. Kalau ada mungkin akan hadir kelas menyanyi..:)
    kapan kang ke Ruwais lagi? hehe

    Leave a reply

    You must be logged in to post a comment.