-
PERSEPSI; JUARA TENIS: & RIDE FOR PEACE
Posted on February 24th, 2007 No comments{mosimage}Mengubah persepsi yang mengerak menjadi keyakinan sama sulitnya dengan mengarungi samudra dengan menggunakan sampan. Sama seperti halnya salah satu suku di Papua New Gene yang 'menjadikan' sungai sebagai batas akhir sebuah perjalanan hidup. Untuk merubah 'persepsi' yang telah mengerak itu, seorang ilmuwan pernah menyebrangi sungai tersebut dan sesampainya di sebrang ia melambaikan tangan kepada anggota suku.
{slide=PERSEPSI; JUARA TENIS: & RIDE FOR PEACE }
{mosimage}Mengubah persepsi yang mengerak menjadi keyakinan sama sulitnya dengan mengarungi samudra dengan menggunakan sampan. Sama seperti halnya salah satu suku di Papua New Gene yang 'menjadikan' sungai sebagai batas akhir sebuah perjalanan hidup. Untuk merubah 'persepsi' yang telah mengerak itu, seorang ilmuwan pernah menyebrangi sungai tersebut dan sesampainya di sebrang ia melambaikan tangan kepada anggota suku. Namun lagi-lagi, keyakinan memang telah merusak indera penglihatan mereka. Sama sekali mereka tidak melihat sang ilmuwan. Mereka menganggap sang ilmuwan tela pergi ke 'alam lain'.
Itulah yang dikhawatirkan oleh saya tentang Indonesia. ketika persepsi bahwa Indonesia yang artinya equal dengan para penghuninya itu 'dipersepsikan' negeri penuh masalah, semrawut, pecundang, dan sebagainya karena sekalipun prestasi yang ada tidak sepadan dengan masalah yang kian hari terus bertumpuk. Bagaimana jika persepsi itu mengerak menjadi keyakinan di mata warga dunia? Bisa jadi seperti suku di Papua NewGene nantinya! Artinya semua seperti catatan amal yang baik dan buruknya terus saling mengisi. Kita tentu butuh hal-hal yang segar, baru, serta rentetan prestasi yang tiada henti. Kita ingin anak-anak kita tidak mewarisi sikap inferior/ rendah diri karena dosa turunan sebagai negeri jajahan yang kadung mengerak. Dan membangun semua itu adalah tanggung jawab sosial atau bersama.
{/slide}
{slide=TENIS LAPANGAN, Juara Euy..!}
{mosimage}Mengenai usaha merubah persepsi di mata warga dunia Alhamdulillah, warga indo emirat sudah dari awal telah memulainya. Jika sebelumnya bulu tangkis yang dirajai. Sekarang sudah merajalela ke lapangan Tennis. Nama Arief Mursodho memang sudah tidak asing di kota Serang tahun 1980 an. mantan pemain plus pelatih klub sepak bola Perserang ini juga gape main tenis lapangan. Sejumlah prestasi sudah pernah diraihnya. Dan bergabungnya beliau dengan warga Indo Emirat untuk kesekian kalinya memang memberikan warna tersendiri. Selain sebagai pelatih tenis lapangan untuk bapak-bapaknya,anak-anak Indo Emirat pun turut partisipasi. Kamis, 22 Feb.2007, Lapangan tenis Blok B Ruwais city dijejali para suporter Indonesia. Saat-saat yang mendebarkan. Siapakah yang akan berhak menduduki peringkat pertama dalam dunia pertenisan di Ruwais? Sebelumnya memang turnamen ini dibagi 2 kelas. Kelas A dan B. Yang membedakan peringkat kemampuannya. Jika kelas B sebelumnya dijuarai oleh Indian nationality. Alhamdulilah, kelas A akhirnya dimenangkan oleh Arief Mursodho. Semua memang sepertinya sesuatu hal yang kecil tapi seperti yang saya uraikan di atas kita masih butuh hal-hal kecil lainnya untuk merubah sebuah mis persepsi tentang Indonesia. Dimulai dari lingkungan dimana kita tinggal. Seperti sebuah perjalanan keliling dunia yang dimulai dari setapak langkah.
{/slide}
{slide=RIDE FOR PEACE "JJ POLNAJA"}
{mosimage}{mosimage}Barangkali tidak banyak yang seperti kang JJ Polnaja yang memulai perjalanan keliling dunianya ini dengan alasan keluarga. Dimulai dari sebuah percakapan seorang ayah dengan anaknya. "Dunia tidak aman pa! dunia begitu mengerikan!. Dimana-mana perang dan saling bunuh!", begitu kira-kira yang dikatakan putra kang JJ. "Dunia adalah tempat yang indah sayang. Apa yang bisa papa lakukan untuk merubah persepsimu?", kang JJ bertanya kepada putranya. "Papa kan hanya seorang pengendara motor". "Ride for peace pa!". Proses perenungan yang cukup memakan waktu dan bersarikan cintanya kepada sang anak membawa JJ Polnaja bertekad untuk membuktikannya.Jika Tajmahal dibangun bertahun tahun sebagai tanda cinta sang suami kepada istri maka JJ Polnaja membangun sebuah etape perjalanan baru keliling dunia atas nama cinta kepada sang anak. Dan perjalanan ini membawa sebuah misi yang diimpikan oleh milyaran manusia di bumi ini. Ride For Peace!. Perjalanan cinta ini memang tidak terbilang harganya. Bukan hanya untuk sang keluarga juga terutama untuk bangsa. Di setiap meter jalan yang dilewati Kang JJ Polnaja mengumandangkan lagu cinta dan perdamaian. Bukan hanya untuk mereka yang sedang berperang dan menebarkan kebencian tapi juga untuk keluarga dan anak tercinta.Masih banyak etape perlintasan yang akan dilalui. Butuh waktu sampai 2011 untuk menuntaskan perjalanan cinta ini. Biasanya sesuatu yang dimulai dengan cinta akan menjadi sebuah energi besar yang tak terbendung oleh siapapun. Selamat berjuang kang JJ! Segenap doa dan cinta kami warga Indo Emirat mengiringi perjalanan Kang JJ. Semoga Allah SWT melindungi di setiap lintasan yang dilewati. Buat teman2 bisa klik http://www.rideforpeace.info/ untuk mengetahui jurnal perjalanannya. banyak hikmah dari cerita yang beliau uraikan. bukankah hikmah adalah harta berharga yang bisa kita jumpai dimanapun?
{/slide}









Komentar Pengunjung