indo-emirates

Kunci Kecerdasan Emosi (1) @ Indo-Emirates – Ruwais
Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais – Abu Dhabi – UAE
RSS icon Email icon Home icon
  • Kunci Kecerdasan Emosi (1)

    Posted on March 4th, 2007 admin No comments

    {mosimage}

    Pendahuluan
    Kecerdasan merupakan ciri keunggullan manusia dalam memahami ,memutuskan dan mengantisipasi. Kecerdaasan seseorang sering tidakdapat difahami seketika oleh orang kebanyakan , tetapi kemudianmenjadi kajian yang tak habis-habisnya setelah menjadi sejarah.
    Dalamperspektip ini jarak antara orang cerdas dengan orang gila sebenarnyasangat tipis, sehingga gagasan-gagasan orang cerdas sering dianggapgagasan gila. Kecerdasan seseorang memungkinkannya memiliki jarakpandang yang jauh, dua, tiga atau lebih dimensi, sementara orangkebanyakan hanya mampu melihat satu atau maksimal dua dimensi.
    A

    Pada umumnya kecerdasan dihubungkan dengan akal (intelektuil) , tetapi
    kecerdasan intelektual ternyata belum menjamin ketepataan keputusan,
    sehingga dewasa ini orang sudah mulai membicarakan tentang kecerdasan
    yang lain, yaitu kecerdasan emosionil dan kecerdasaan spirituil.
    Kecerdasan intelektuil diwujudkan dalam kemampuan berfikir. Menurut
    Asfihani, fikiran adalah potensi yang dapat mengantar pengetahuan
    sampai kepada obyek (quwwatun mudrikatun li al `ilmi ila al ma`lum),
    sedangkan berfikir artinya menggunakan potensi itu sesuai dengan
    kapasitas intelektualnya.

    Dalam kehidupan, berfikir diperlukan untuk (a) memecahkan masalah
    (problem solving), (b) mengambil keputusan (decision making) dan ©
    melahirkan sesuatu yang baru (kreatifitas) . Karena kecerdasan
    merupakan keunggulan maka hal itu dapat diukur kualitasnya, antara
    lain melaui metode yang digunakan (deduksi,induksi) , atau dilihat
    seberapa tingkat kreatifitasnya (metode berfikir kreatip). Metode
    berfikir kreatip sering tidak bisa difahami orang lain, dan prosesnya
    melalui tahapan-tahapan, dari (a) orientasi, (b) Preparasi, ©
    Inkubasi, (d) Iluminasi dan (e) Verifikasi. Orang yang bisa berfikir
    kreatip biasanya mempunyai ciri-ciri : (1) meemiliki kecerdasan
    diatas rata-rata, (2) memiliki sifat terbuka dan (3) memiliki sifat
    bebas, otonom dan percaya diri.

    Jika kecerdasan intelektuil diwujudkan dalam berfikir, maka
    kecerdasan emosi diwujudkan dalam merasa. Manusia memang makhluk yang
    berfikir dan merasa. Emosi nampak dalam perubahan fisik yang
    diakibatkan oleh peristiwa mental, seperti : muka merah (karena
    malu), muka pucat, tubuh gemetar, terkencing (karena takut) otot
    mengencang (karena marah) ,mata terpejam dan menangis (karena haru
    atau gembira) dan sebagainya. Emosi adalah perubahan jasmani langsung
    mengikuti persepsi mengenai kenyataan yang menggairahkan.

    Dalam kehidupan, kita mengenal berbagai tipologi manusia dilihat dari
    sudut ini, misalnya ada orang yang sangat pemalu disamping yang tidak
    tahu malu, yang penakut, disamping yang pemberani, yang sangat perasa
    disamping yang sudah mati rasa atau tidak berperasaan, yang pemarah
    disamping yang penyabar. dan sebagainya. Jika kecerdasan intelektual
    bisa diasah, demikian juga kecerdasan emosi dapat dirangsang.
    Kecerdasan emosi ditandai dengan kemampuan pengendalian emosi ketika
    menghadapi kenyataan yang menggairahkan (menyenangkan, menakutkan,
    menjengkelkan, memilukan dsb). Kemampuan pengendalian emosi itulah
    yang disebut sabar, atau sabar merupakan kunci kecerdasan emosional.

    Adapun kecerdasan spirituil merupakan kualitas kehidupan ruhaniah
    seseorang dimana seseorang dimungkinkan berkomunikasi secara
    rohaniah, baik secara horizontal maupun vertikal. Memahami kecerdasan
    spirituil akan mudah jika menggunakan paradigma tasauf.

    Leave a reply

    You must be logged in to post a comment.