indo-emirates

Sumbar Gempa, 70 Tewas @ Indo-Emirates – Ruwais
Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais – Abu Dhabi – UAE
RSS icon Email icon Home icon
  • Sumbar Gempa, 70 Tewas

    Posted on March 6th, 2007 admin No comments

    PADANG — Akibat gempa yang melanda sejumlah kota di Sumatra Barat (Sumbar), dilaporkan sedikitnya 70 warga meninggal. Ratusan warga lainnya luka berat dan ringan karena tertimpa material bangunan yang roboh diguncang gempa beruntun berkekuatan 5,5-6,0 skala Richter (SR), mulai sekitar pukul 10.49 WIB.

    Gempa itu membuat panik warga. Mereka yang sedang berada di gedung atau rumah, berlarian ke jalan-jalan. Di Padang, ribuan murid sekolah berhamburan ke luar ruangan menuju lapangan terbuka.

    Sementara, di jalan-jalan utama Padang, warga saling berebut memacu kendaraannya menuju tempat yang lebih tinggi, seperti Kampus Universitas Andalas dan Indarung. Namun, setelah polisi dan petugas kebakaran mengabarkan bahwa tsunami tak akan terjadi karena pusat gempa di daratan, warga kembali tenang.

    Gempa juga menyebabkan saluran telepon terganggu dan listrik padam hampir di semua kota di Sumbar. Banyak rumah, gedung perkantoran, dan gedung sekolah yang ambruk tak kuat menahan guncangan gempa. Sejumlah pemilik toko memilih tutup dan mengemasi barang-barang dagangan mereka.

    Di Bukittinggi, Pasar Putih terbakar, beberapa saat setelah gempa susulan sekitar pukul 13.00 WIB. Belum ada laporan korban jiwa. Diduga, kebarakan karena kompor minyak tanah yang sedang menyala terguling digoyang gempa. Beberapa ruas jalan retak-retak, termasuk di penghubung Bukittinggi-Ngarai Sianok. Kebanyakan warga hingga pukul 14.30 WIB berada di luar rumah dan pasien-pasien rumah sakit diungsikan ke luar ruangan.

    ''Kini kami sedang bangun tenda,'' kata Reza, staf Pemkot Solok. Gempa dirasakan hampir merata pada sejumlah kota di Sumbar. Di antaranya Padang, Solok, Bukittinggi, Pariaman, Padangpanjang, Bukittingi, Agam, 50 Kota, Payakumbuh, Pasaman, dan Pesisir Selatan. Sejumlah kota tetangga, seperti Riau, Jambi, dan Sibolga, merasakan getaran gempa itu. Bahkan, goyangan gempa tektonik karena pergeseran kulit bumi ini juga dirasakan warga Batam, Singapura, dan Malaysia.

    Menurut Sekdaprov Sumbar, Yohannes Dahlan, data sementara korban meninggal di Kab Solok sebanyak 19 orang, Kota Padang Panjang 10 orang, Kota Solok 14 orang, Kab Tanah Datar 16 orang, Bukittinggi 8 orang, Payakumbuh satu orang, dan Pariaman satu orang. Korban luka berat yang sudah diketahui sebanyak 46 orang. Jumlah korban terbanyak berada di Kab Solok dengan 35 orang. Kemudian, 11 orang di Kota Payakumbuh. ''Jumlah korban diperkirakan terus bertambah karena upaya evakuasi masih terus dilakukan,'' kata Yohannes di Padang, Selasa (6/3).

    Selain telah mendistribusikan bantuan beras, tenda, dan tenaga medis, menurut Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi, Pemprov Sumbar juga telah mengirimkan alat berat untuk mengatasi longsor yang terjadi di jalan menuju Solok dan Lembah Anai. Penyebab gempa di Sumbar, menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, akibat aktivitas sesar geser Semangko atau sesar Sumatra yang berarah barat laut-tenggara melalui Kota Bukittinggi, Padangpanjang, dan Solok.

    ''Sesar Semangko atau sesar Sumatra ini merupakan salah satu sesar paling aktif,'' kata Surono di Bandung. Daerah sekitar pusat gempa bumi tersusun oleh endapan kuarter berupa aluvial sungai, endapan aluvial, pantai endapan rombakan gunung api, serta endapan batu gamping tersier. ''Sehingga amat rentan terjadi gempa bumi,'' jelas Surono.ant/tar/osa/ria

    Gempa Mematikan di Tanah Air

    6 Maret 2007
    Gempa mengguncang Sumatra Barat dan menewaskan sedikitnya 70 orang.

    17 Juli 2006
    Gempa di laut memicu terjadinya gelombang tsunami di pantai selatan Jawa (Pangandaraan), menewaskan lebih dari 650 orang.

    27 Mei 2006
    Hampir 5.000 orang tewas ketika gempa 6,2 skala Richter mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya.

    28 Maret 2005
    Sekitar 1.300 orang tewas dalam gempa yang terjadi di Nias, Sumatra.

    26 Desember 2004
    Gempa 8,9 skala Richter di kedalaman laut menyebabkan tsunami menerjang Aceh dan Nias, lebih dari 180 ribu orang meninggal.

    Leave a reply

    You must be logged in to post a comment.