indo-emirates

SUMMER, SEMINAR, & CHOUIEFAT INTERNATIONAL DAY @ Indo-Emirates
Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais – Abu Dhabi – UAE
RSS icon Email icon Home icon
  • SUMMER, SEMINAR, & CHOUIEFAT INTERNATIONAL DAY

    Posted on March 18th, 2007 admin No comments

    {mosimage}Tanah Ruwais akhirnya basah. Saat hujan di pagi yang agak tenang ini mengguyur ragu-ragu. Di atas langit masih agak mendung. Angin hanya sesekali menderu. Tiga hari sebelumnya angin kencang menampar semua yang menghadang di atas bumi Ruwais. Sepertinya masa transisi cuaca kali ini cukup alot. Saat angin panas dari selatan hendak memaksa kami untuk segera masuk ke musim panas, angin dari utara tidak mau tinggal diam.. Sepertinya tidak rela penduduk Ruwais kepanasan terlalu cepat. Konon jika Maret saja sudah puanas sudah menjadi pertanda bahwa season greeting yang berbunyi,"Have a nice Summer with 40 degrees" akan kita nikmati sepanjang musim kali ini. Sekalipun summer on the way, semoga ia berjalan dengan tertatih-tatih. Kami masih ingin menikmati kicauan burung, semilir angin sejuk, dan anak-anak yang tertawa riang saat bermain di taman-taman kota Ruwais. So, summer please come lately..

    SUMMER ON THE WAY
     
    Saya meminjam sub judul di atas dari seorang kawan. Ia pria kelahiran batak tapi besar dan menua di perantauan. Bang Elpindo Sidauruk begitu nama lengkapnya. Sayang, saya baru mengenalnya belum lama dan beberapa hari lagi beliau pun akan meninggalkan Ruwais guna mengemban tugas baru di Papua. Summer kali ini taman Blok B pasti akan merindukan jejak kaki beliau yang setia mengelilingi, berjogging ria.
     
    Bagi saya yang baru datang memang butuh waktu untuk meretas tapak kaki di seven sands of Emirates. Negeri yang cukup 25 tahun saja untuk meraih kemapanan dan kesejahteraan. Bukan karena ia negeri yang kecil. Kita mestinya belajar dari kepemimpinan founding father negeri ini. Syekh Zayed Allahu Yarhamahu (semoga Allah merahmati almarhum), Pemimpin yang mempunyai visi yang menakjubkan. Kita bisa lihat di foto bagaimana kondisi emirat pada tahun 1975 an. Hanya padang pasir sejauh mata memandang. Dan Sekarang kita lihat hasil nyata dari kepemimpinan yang bijak dan berpihak pada rakyat. Sampai-sampai Abu Dhabi mendapat julukan, "Kota Bunga di teluk Persia".
    Inilah salah satu berkah kita menjadi warga dunia. Tinggal bersama diantara 30 lebih warga negara dari berbagai bangsa. Kita bisa merasakan nikmatnya sebuah keteraturan, keamanan, keberhasilan dalam mengelola sebuah negara, dan kesejahteraan. Sekalipun tentu masih ada kekurangan. Wajar saja kerena itu sifat yang melekat pada kita sebagai makhluk. Semua pelajaran yang kita dapat di negeri ini mesti kita wartakan pada negeri kita. Dan menulis adalah bagian yang memegang peran penting. Karena tulisan akan dibaca oleh ribuan pasang mata. Beritakan juga bagaimana kita mesti bertahan di tengah kondisi cuaca yang 'extreme'. Alam bukan dihadapi dengan dada membusung tapi kerendahan hati dan kecerdasan yang kita miliki.
     
    SEMINAR KESEHATAN
     
    Kecerdasan adalah anugerah yang tuhan berikan pada kita. Cerdas bukan hanya berarti berhitung dalam jutaan angka. Cerdas juga bisa berarti bisa menaklukan kondisi alam yang kadang kurang bersahabat. Masa transisi cuaca seperti di Ruwais memang bisa membuat fisik kita terganggu. Itulah sebabnya kita harus bisa mempersiapkan ilmunya. Bagaimana  kita bisa menjaga tubuh tetap sehat serta mengenali gejala yang menerpa tubuh dan apa yang mesti kita lakukan.
     
    Alhamdulillah, Jum'at 16 maret 2007 di kediaman Pak Ade Tono-presiden Indoemirat, seminar kesehatan dengan lancar digelar. Dengan nara sumber Ibu Mery Bambang yang sehari-harinya bekerja di Klinik Ruwais. Topiknya adalah Alergi Rhinitis. Sebuah topik yang menarik di saat kita sedang menghadapi 'musim sakit' ujar yang sudah sekian lama tinggal di kota Ruwais. Saat saya tanya respon beberapa ibu-ibu mengenai acara ini ternyata cukup baik. Sekalipun makalahnya masih dalam bahasa Inggris. Mungkin pertemuan berikutnya akan kita coba translate agar ibu-ibu bisa menyimpannya dalam arsip perpustakaan keluarga. Insya Allah ke depan, akan kita coba angkat topik-topik menarik lainnya.
     
     
    CHOUIEFAT INTERNATIONAL DAY
     
     
    Semoga saya tidak salah menulis nama salah satu sekolah international  di Ruwais ini. Di sekolah inilah anak-anak kita dititipkan. Memang baru ada 3 sekolah di Ruwais. Pertama Asian School, kedua Chouiefat International School dan yang ketiga "Arabian School". Saya sebut saja yang ketiga Arabian school karena memang untuk anak-anak yang berasal dari arab dan sekitarnya saja yang bisa menikmati sekolah ini. selain hurufnya yang berbeda cara bacanya pasti beda.
     
     Menarik sekali sebenarnya jika kita survei kepada warga Indoemirat sekolah mana yang akan mereka pilih. Saya sudah punya jawabannya. Sudah pasti Chouiefat pilihannya. Kenapa tidak Asian? "gak ah, abis bau sih.." ujar seorang anak Indonesia tetangga saya. Kenapa tidak Arabian School? mungkin anak kita akan mengalami kesulitan saat baca huruf latin saat kembali ke Indonesia. Dan Chouiefat sebuah pilihan yang menurut beberapa responden lebih dekat dengan kurikulum yang ada sekalipun sebenarnya orang tua masih harus bisa mendiskusikan kembali apa yang diajarkan.
     
    Salah satu kegiatan di Chouiefat international adalah International day. Sebuah kegiatan setahun sekali di awal bulan Maret yang menampilkan aneka kegiatan dari para siswa masing-masing negara. untuk kontingen pelajar Indonesia dikomandani oleh Icha dan Devi. Sayangnya komunitas pasir masih belum bisa optimal mendukung acara ini. Padahal acara ini sebuah kesempatan untuk media pembelajaran bagi anak tampil percaya diri. Mengenalkan budaya bangsa. Mudah-mudahan kedepan acara ini bisa lebih sukses dengan keterlibatan semua pihak tentunya. Kepada Icha dan Devi, selamat atas kebarhasilan di ajang International day kali ini. tetap semangat!
     
    Howgh!

    Leave a reply

    You must be logged in to post a comment.