indo-emirates

Jangan Anggap si Bandel ( Flu ) Biasa @ Indo-Emirates – Ruwais
Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais – Abu Dhabi – UAE
RSS icon Email icon Home icon
  • Jangan Anggap si Bandel ( Flu ) Biasa

    Posted on March 24th, 2007 admin No comments

    {mosimage}Flu yang kita anggap penyakit musiman itu, ternyata dapat membawa maut. Masih ingat saat wabah flu menyerang dunia tahun 1918, saat itu 20 juta orang meninggal akibat flu, dan di Amerika Serikat sendiri terdapat 550.000 jiwa menemui ajal.

    Pergantian musim, saat perubahan cuaca, tubuh seringkali tidak mampu mengakomodasi dampak ekstrem dari suhu lingkungan. Tubuh akan menjadi lemah. Dalam ini serangan flu akan lebih mudah, lalu si korban pun jebres-jebres! Hidung meler mengeluarkan lendir bening, badan mengalami demam, nyeri otot, dan tenggorokan pun terasa nyeri dan sakit. Serangan virus flu ditandai dengan gejala awal yang disebut di atas, dan biasanya berlangsung dalam kurun satu minggu pertama.


    Korban flu biasanya mengalami gangguan saluran pernapasan atas (upper respiratory truck) dan seringkali diikuti gejala batuk. Flu atau juga dikenal dengan influenza merupakan umum yang seringkali diabaikan oleh lingkungan masyarakat.  Padahal, apabila dibiarkan dapat mendatangkan wabah maut. Virus flu ini ternyata memiliki catatan hitam sebagai pembunuh yang kejam. Kekejaman dan daya bunuh virus flu sudah terbukti, terutama di daerah-daerah yang memiliki empat musim. Karena biasanya serangan virus flu hampir selalu diakhiri kematian, bahkan dengan kemampuannya yang prima, virus ini sanggup menyerang dalam cakupan daerah yang cukup luas.

    Ada beberapa wabah flu yang pernah tercatat sebagai bencana, seperti yang terjadi pada tahun 1918 di mana korban jiwa yang jatuh mencapai 20 juta orang. Dalam hitungan singkat wabah flu ini menjalar cepat hingga bagian terpencil di Alaska, Samoa Barat hingga ke India dan di daerah-daerah itu wabah flu menelan korban lebih dari 12 juta jiwa. Jumlah tersebut belum termasuk korban flu yang ada di Eropa. Dan konon hanya Benua Australia saja yang luput dari gempuran virus flu tersebut.  Sementara di Indonesia hanya terjadi di daerah pedalaman Papua, khususnya di Lembah Baliem.

    Setia

    Dalam perjalanan hidup manusia, flu merupakan penyakit yang paling setia, flu selalu menjadi bagian dari kehidupan manusia sepanjang zaman, dan menimpa pada semua manusia tanpa memandang usia, suku, ras maupun warna kulit. Sifat virus flu yang tampak bersahabat ini menjadi salah satu penyebab cepatnya virus ini berkembang. Bahkan tidak hanya itu, dengan kemampuan alamnya, virus ini mampu melakukan duplikasi dan metamorfosa ke bentuk virus flu jenis lain, tentunya dengan daya serang yang lebih dahsyat. Istilah flu sendiri tercipta sekitar 400 tahun yang lalu, dan menjadi penyakit yang selalu ”setia’’menemani catatan panjang sejarah manusia. Virus flu ”kuno” ditengarai telah menyerang daratan Eropa pada kurun waktu tahun 1580. Pada kondisi biasa, sebenarnya virus flu memang sudah ”nongkrong” dengan setia di sekitar daerah pernapasan manusia. Mereka seakan ”mengintip” kesempatan yang baik untuk menyerang tubuh. Dan waktu yang paling tepat dan selalu dipilih sang virus flu untuk menyerang ”induk semangnya” alias manusia, yakni pada saat kondisi tubuh melemah. Virus flu dikatakan bandel alias tidak pernah mengenal kata kapok dalam menyerang manusia. Hal ini dikarenakan virus flu mampu menyerang tubuh manusia lebih dari sekali dan dalam kurun waktu yang singkat. Kenapa demikian? Itu akibat kelebihan yang dimiliki virus flu, yang sudah tentu berbeda dengan jenis virus lainnya, yang hanya menyerang manusia sekali dalam seumur hidup manusia.Virus flu mempunyai kemampuan untuk selalu beradaptasi dan memutasi genetisnya. Dengan kemampuannya tersebut, maka tak heran. virus flu merupakan salah satu virus yang dapat muncul dengan berbagai jenis dan tipe serangan. Riset yang pernah dilakukan, menemukan bahwa virus flu melakukan transportasi dengan singgah ke beberapa jenis hewan sebelum akhirnya menyerang manusia. Flu menjadi perhatian serius, saat virus ini menunjukkan diri menyerang manusia pada rentang waktu 1889-1890, selanjutnya menghilang tanpa kabar. Baru kemudian setelah wabah besar tahun 1918, pada tahun 1930, dilaporkan bahwa ada sejenis virus flu yang menjadikan hewan sebagai perantara serangan.

    Virus flu ini berasal dari hewan babi. dengan terlebih dahulu singgah pada unggas akuatik seperti bebek dan burung camar Ada beberapa tipe virus flu yang berhasil dideteksi saat ini, yakni tipe utama dan tipe duplikasi genetis. Namun kesemua tipe tersebut, memiliki gejala infeksi nyaris sama. Keunikan dari tipe-tipe virus flu tersebut yakni pada tingkat serangannya, di mana tidak menjamin orang yang kebal dari satu tipe virus, mampu bertahan dari serangan virus flu jenis lain.

    Virus flu berasal dari beberapa rumpun myxovirus yang dikategorikan menjadi beberapa tipe; A, B dan C. Virus tipe A merupakan jenis penyebab flu utama yang muncul dalam beberapa rumpun, yang secara klinis dapat dibedakan berdasarkan tempat pertama kali ditemukan serta kapan diperolehnya. Tipe A sendiri mempunyai subtipe protein H dan N. Di antara tipe-tipe tersebut, maka Tipe A paling sering menyerang manusia, sedangkan tipe B dan C hanya sesekali menyerang, jinak dan tidak mewabah. Virus flu Asia pertama muncul di wilayah Asia Timur. yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Dan dipercaya bahwa virus flu Asia jenis H1N1 dan H3N3 tersebut mampu mengadakan serangan setiap 2 hingga 3 tahun sekali.

    Sementara virus yang menyebar di Indonesia umumnya tipe H3N2. Jenis virus baru muncul sekitar taluin 1997, yakni virus flu baru dengan tipe H5NI alau yang

    Vaksinasi

    Untuk membungkam langkah virus flu yang merajalela dari tahun ke tahun tersebut, maka Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) telah mengembangkan sejenis vaksin flu H5N2. Vaksin ini dibiakkan dari media telur ayam.

    Namun vaksin ini menyebabkan efek sampingan bagi si penggunanya, yakni si pengguna akan mengalami alergi terhadap telur ayam. Meski demikian efektivitas penggunaan vaksin tergantung dari tingkat kesamaan genetis, antara vaksin yang diberikan kepada penderita dengan jenis virus yang menyerangnya. Lebih dari itu, ada hambatan bagi pengembangan vaksin ini. yakni soal waktu yang harus terbuang dalam meneliti dan membuat vaksin tersebut. Karena setiap jenis vaksin yang akan dikembangkan, harus ditentukan jenisnya antara 9 hingga 10 bulan sebelum datangnya wabah flu. Sulitnya lagi. bahwa virus flu dapat menyerang kapan saja tanpa mengenal musim, seperti halnya jenis virus flu yang ada di Indonesia. Kondisi ini jelas mempersulit dalam mengembangkan vaksin yang tepat dan cocok bagi si penderita. Sementara seiring dengan itu jenis virus baru bermunculan dengan deras.

    Masalah lain yang terkait dengan vaksin yakni yang soal efektivitas penggunaan vaksin yang sa
    ngat tergantung pada usia si pengguna, dan kondisi kesehatan tubuh. Pada orang dewasa usia muda, efektivitas penggunaan vaksin dapat mencapai 70 hingga 90 persen. Sedangkan pada usia lansia, dan mereka yang mengidap penyakit kronis, maka efektivitas vaksin semakin jauh berkurang. Meski demikian, penggunaan vaksin diakui, paling tidak mampu mengurangi beban penderitaan, risiko, komplikasi dan ancaman kematian. Vaksin flu juga dapat diberikan kepada wanita hamil pada masa trisemester kedua atau ketiga masa kehamilan selama musim flu melanda. Pentingnya penggunaan vaksin pada ibu hamil. adalah untuk menccgah komplikasi bila terkena flu. Vaksin iuga aman diberikan pada ibu menyusui. Sayangnya, penggunaan vaksin untuk mencegah flu, khususnya di Indonesia kurang populer dan kalah ”heboh” dengan produk obat atau vitamin yang lebih dahulu muncul di iklan TV dan media cetak. Anggapan orang yang mengira, vitamin C dapat ”mengusir” flu dari tubuh korban, adalah suatu anggapan yang kurang pas. Pendapat yang benar adalah vitamin C dosis tinggi hanya mampu meningkatkan kemampuan dan memperkuat daya tahan tubuh, sehingga ketika wabah flu melanda, tubuh dapat menahan serangan virus flu sehingga tidak mudah terjangkit flu. Sementara bagi yang terlanjur terkena flu, maka vitamin C dosis tinggi hanya berfungsi sebagai penahan gelombang serangan virus flu berikutnya. Sehingga dampak flu tersebut tidak meluas. Pada intinya vitamin C, berapapun dosisnya bukan sebagai media yang menyembuhkan, tapi lebih tepat untuk media pencegahan.

    Leave a reply

    You must be logged in to post a comment.