indo-emirates

Pingin jadi pemimpin besar? Belajarlah dari Sejarah… @ Indo-Emirates – Ruwais
Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais – Abu Dhabi – UAE
RSS icon Email icon Home icon
  • Pingin jadi pemimpin besar? Belajarlah dari Sejarah…

    Posted on April 10th, 2007 admin No comments

    Banyak orang yang ingin menjadi pemimpin besar, tapi hanya sedikit yang berhasil, apa gerangan kuncinya? Kemauan total lebur dengan dinamika masyarakat, mampu mengalirkan apa yang hidup dalam hati rakyat,  perkataan dan suaranya bertampuk dalam hati rakyat. Seorang pemimpin harus merealisasikan semua ucapannya dalam prilakunya sehari-hari, tidak hanya mampu melempar wacana namun pandai juga dalam implementasi dari wacananya itu seperti Bung Hatta.


    Bung Hatta hadir dengan kesederhanaan tak tertandingi. Saat gajinya sebagai Wapres akan  dinaikkan, dia menolak. Katanya, "Keuangan negara tidak cukup kuat, sementara banyak rakyat melarat yang memerlukan uang itu." 

    Tentang Pemimpin dan pergerakan rakyat Bung Hatta mengatakan:

     “ Pergerakan rakyat timbul bukan karena pemimpin bersuara, tetapi pemimpin bersuara karena ada pergerakan, atau karena ada perasaan dalam hati rakyat yang tidak dapat rakyat mengeluarkannya. Kalau tidak demikian, tidak akan ada pengikut, tidak akan maju pergerakan. Bagaimana juga cakap dan pandai pemimpin, kalau perkataan dan suaranya tidak bertampuk dalam hati rakyat, suara itu akan sia-sia belaka.


    Semuanya itu dibuktikan oleh sejarah dunia. Memang sering ternyata, bahwa pemimpin maju ke muka dahulu untuk membangunkan semangat rakyat, sehingga sering pula ia menjadi kurban. Tetapi ini bukanlah tanda, bahwa pergerakan dan semangat rakyat itu dibuat oleh dia. Pekerjaan pemimpin sebenarnya tidak lain dari memberi jalan dan mengalirkan apa yang hidup dalam hati rakyat. Semangat dan perasaan rakyat ditimbulkan oleh keadaan dan penghidupannya sendiri. “  (Mohammad Hatta, Memoir, penerbit Yayasan Hatta)

     Tokoh berikutnya adalah Bung Karno, Beliau hadir dengan ajaran populis, kekeluargaan, karena itulah kenyataan hidup bangsanya. Dia kenakan peci hitam yang banyak digunakan orangIndonesia. Di atas meja makannya ada lukisan pengemis, agar dia ingat pada rakyat saat menyantap sayur lodeh, tahu, dan tempe kesukaannya. Selanjutnya marilah kita menengok para pembaharu dunia, tokoh-tokoh yang hadir nyeleneh dengan wacananya masing-masing dan mampu memberikan hasil nyata bagi bangsanya ; Mahatma Gandhi menjadi pemimpin besar India walau dia tidak pernah menduduki jabatan apa pun di jajaran pemerintahan. Dia merumuskan nilai-nilai kemasyarakatan bangsa India sambil menyelaraskan penampilan dengan filosofi ajaran-ajaran itu. Pakaiannya hanya dua helai kain, kakinya bersandal jepit, komit untuk menkonsumsi barang-barang produksi bangsanya sesuai dengan wacana “Swadesi” yang ia kampanyekan ke seluruh penjuru India..
    Demikian pula Ho Chi Minh untuk Vietnam yang bersepatu sandal dari ban bekas. Bila pergi keluar negeri, dia naik pesawat komersial kelas ekonomi.

    Hitler sadar Jerman membutuhkan kebanggaan setelah martabatnya direndahkan bangsa Romawi. Keluarlah doktrin totalitasnya: "disiplin, pantang menyerah, dan berani berkorban" yang menjadi kunci sukses bangsa Jerman.
     Churchill menggelorakan sikap optimistis bagi bangsa Inggris. Tantangan adalah kesempatan, bukan hambatan. Nasib Inggris ada di tangan orang Inggris. Dia tunjukkan komitmennya dengan tidak menggunakan barang-barang buatan luar negeri. Semuanya harus made in England. Napoleon Bonaparte menjadi pemimpin besar bangsa Prancis. Bukan hanya karena
    idenya tentang prinsip demokrasi. Dia pimpin langsung pasukan ketika menyerang bangsa-bangsa Eropa lain. Lewat penaklukan itu dia menebarkan ajaran-ajarannya. Layak bila dia sesumbar: "Hai prajuritku, empat abad ke depan sedang menatap apa yang sedang kalian lakukan."
     Telah terbukti sepanjang masa, para pemimpin besar itu adalah mereka yang bisa konsisten antara wacana dan laksananya , terlebih dahulu mengimplementasikan apa yang ia wacanakan. Mau coba……. Silahkan.

    Leave a reply

    You must be logged in to post a comment.