indo-emirates

RAHASIA SI UNTUNG @ Indo-Emirates
Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais – Abu Dhabi – UAE
RSS icon Email icon Home icon
  • RAHASIA SI UNTUNG

    Posted on June 15th, 2007 admin No comments

     Anda pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan
    dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung
    terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek
    yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si
    Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari
    Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba
    menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda
    juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata
    beruntung itu ada ilmunya.

    Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris,
    mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan
    yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya
    selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang
    kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa
    diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak
    berbeda dengan mereka yang sial.

    Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman
    memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang
    dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial
    memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini.
    Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik
    saja! Lho kok bisa? Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua
    Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi "berhenti
    menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini".

    Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar.
    Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan
    lain yang bunyinya: "berhenti menghitung sekarang dan bilang ke
    peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!" Lagi-lagi kelompok
    sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.

    Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Wiseman
    menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang
    sial:

    1. Sikap terhadap peluang.
    Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang.
    Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan
    peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini
    dimungkinkan? Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang
    lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru.
    Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru
    dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang
    sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-
    kemungkinan baru.

    Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata
    di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu
    berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita
    memanggil pria di sebelahnya: "Mr. Buffet!" Hanya kejadian sekilas
    yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung.

    Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya
    ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di
    Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya.
    Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata
    dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang
    sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil
    menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face.
    Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik
    Helzberg. Betul-betul beruntung.

    2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.
    Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada
    logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang
    beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "hati
    nurani" (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-
    angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari "gut
    feeling".

    Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati
    nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan
    penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya
    memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui
    meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran
    yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering
    digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam Banyak teman saya
    yang bertanya, "mendengarkan intuisi" itu bagaimana? Apakah tiba2
    ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau
    pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara
    yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.Karena ini
    subtektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara. Tapi
    kalau pengalaman saya,

    sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk,
    misalnya:

    * Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. "Gue kok tiba2
    deg-degan ya, mau dapet rejeki kali", semacam itu. Badan kita
    sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda
    maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede,
    ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.

    * Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang
    lain ,ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah
    saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa
    tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu.
    Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut.
    Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.

    * Isyarat dari luar. "Follow the omen" demikian kalau kata Paulo
    Coelho
    di buku the Alchemist. Baca "isyarat2" dari luar yang datang
    pada Anda. Saya juga beberapa kali mengalami. Misalnya pernah saja
    tiba2 di TV saya kok merasa sering melihat iklan suatu perusahaan
    tertentu, kemudian ketemu teman kok membicarakan perusahaan itu
    lagi, di jalan melihat iklan perusahaan tadi. Belakangan perusahaan
    tadi ternyata menjadi klien saya.

    Jadi kalau akhir2 ini Anda sering berpapasan dengan Mercedez S Class
    dua pintu, barangkali itu suatu pertanda.

    3. Selalu berharap kebaikan akan datang.
    Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu
    berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap
    mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa
    mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.
    Coba saj

    a Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang
    sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti
    mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

    4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.
    Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan
    merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada
    sisi baiknya.

    Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk
    membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut
    diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta
    mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya
    adalah: "wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu". Sementara
    reaksi orang beruntung, misalnya adalah: "untung saya ada disana,
    saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit".

    Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus. Mereka
    dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya
    menjadi keberuntungan.

    Sekolah Keberuntungan.

    Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck
    School. Saya yakin Anda semua sudah beruntung dan tidak perlu
    bersekolah di Luck School. Tapi ada baiknya mengintip sedikit,
    latihan2 apa yang diberikan di Luck School. Salah satu yang menonjol
    dari orang sial adalah betapa mereka sering mengabaikan hal-hal yang
    positif di sekitar mereka. Misalnya salah satu pasien Prof Wiseman,
    adalah seorang wanita single parent, yang sangat sial.

    Ketika diminta menceritakan hidupnya akan segera nyerocos
    menceritakan setiap detil kesialannya. Betapa sulitnya memperoleh
    pasangan, sudah ketemu pria yang cocok tapi si pria jatuh dari
    motor, di lain kesempatan si pria jatuh dan patah hidungnya, sudah
    hampir menikah, gereja nya terbakar, dan sebagainya. Pokoknya benar2
    sial.

    Padahal, dalam setiap interview, si wanita datang membawa 2 orang
    anak yang sangat lucu2 dan sehat. Sebagian besar dari kita akan
    merasa sangat beruntung memiliki 2 anak tadi. Tapi tidak bagi si
    wanita sial tadi. Karena 2 anak lucu tadi tidak ada dalam pikiran si
    wanita, yang otaknya sudah penuh dengan "kesialan".

    Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan
    membuat "Luck Diary", buku harian keberuntungan. Setiap hari, wanita
    tadi harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.
    Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin
    sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-
    besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg
    mereka tuliskan.

    Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary
    mereka, semakin mereka akan sadari betapa mereka beruntung. Dan
    sesuai prinsip "law of attraction", semakin mereka memikirkan betapa
    mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang
    pada hidup mereka.Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata
    semua orang juga bisa beruntung. Termasuk Anda.

    Siap mulai menjadi si Untung?

    Leave a reply

    You must be logged in to post a comment.