indo-emirates

Bola Mania Team B & Tean D @ Indo-Emirates – Ruwais
Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais – Abu Dhabi – UAE
RSS icon Email icon Home icon
  • Bola Mania Team B & Tean D

    Posted on December 5th, 2007 admin No comments

     {mosimage}

    {mosimage}

    Semoga jurnal Ruwais bola liga 2007 ini bisa merecall kembali memory indah Sodara-sodara Penontons yang sekarang ada di Hess maupun yang lagi berperang di Papua yang mungkin masih punya sisa-sisa keterikatan emosi pada Tim-tim mereka di masa lalu, di mana pada beberepa periode Ruwais Bola Liga yang lalu mereka pernah terlibat bersama dengan segala kenangan yang indah dan unique.

     Group A vs Group Daily 2

    Susunan Pemain Group A: Aji (Kapiten), Herman 'Maradona' Wahyudi, Ellan Purnama Merekah, Adetono 'Tiger' Suseno, Emil Bukan Salim dan Junet Taufiq Lubis Goal Keeper.

     Susunan Pemain Group Daily 2: Qwank (Kapiten), Asep Dian, Arif BS, Sabariyanto, Eko Budiarto, Jack haji Nurkasan Goal Keeper dan boim baang.

     Wasit: Heri 'Wariddin' Susyanto.
    Hakim Garis: Supriyanto PA dan Isep Triwahyudi dari Tikungan Nagrek

     

     


    Seperti yang telah diprediksikan sebelumnya, pertandingan berjalan alot dan ketat hanya di menit-menit awal, masing-masing saling melancarkan serangan yang cukup cepat di permulaan10 menit pertama saja, selebihnya lebih banyak megangin pinggang diselingi suara ngos-ngosan. Pertandingan yang hanya diwakili oleh 6 personnel dari masing-masing Keenaman (bukan kesebelasan) yang berkomposisi atas beberapa pemain dari Borouge plus dari GASCO. Gol pembuka pecah di menit ke lima, berawal dari umpan gelandang serang Qwank kepada striker Sabar ex pemain Sleman Slumun Slamet 3S yang merobek pertahanan group A dari sayap kanan memberi umpan silang ke kiri melewati libero mas Aji yang juga ex pemain Sleman Slumun Slamet di terima oleh boim baang dengan satu kali kontrol yang disusul dengan tendangan kaki kanan untuk menggetarkan jala yang dikawal oleh keeper Junet Tauifiq Lubis, 1:0 D2 leading, Group A berusaha membalas dengan membangun kerjasama serangan yang cantik antara mas Aji, Herman, Emil dan Adetono menghasilkan banyak shot on goal namun belum menghasilkan apa yang diharapkan, karena bombardir serangan yang bertubi-tubi ini, maka mas Arif BS, kang Asep Dian, Qwank dan keeper si Jack haji Nurkasan harus babak belur mempertahankan daerahnya sampe dengkul mereka hampir menclek semua dan dada yang seperti mau meledak. Alih-alih ingin membalas ketinggalan gol malah Group A harus menerima kenyataan bahwa jalanya robek untuk yang kedua kalinya oleh tendangan striker Sabariyanto. 2:0 untuk D2.

    Seperti biasanya alam sudah menjalankan hukumnya bahwa siapa yang giat berusaha maka kemungkinan besar dia akan mendapat hasilnya, demikian juga dengan Group A, buah dari usaha keras mereka akhirnya berhasil dipetik juga, gol balasan tiba, mas Aji memecah kebuntuan! melalui tendangan kerasnya sukses menggetarkan jala D2 yang dikawal oleh si Jack. 2:1 D2 masih memimpin. Belum puas karena masih tertinggal, Group A terus menerus membangun serangan yang kompak dan tidak lama sebelum turun minum striker andalan mereka Herman yang berkali-kali mengancam pertahanan D2 akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2:2, kedudukan ini bertahan hingga turun minum.

    Di babak kedua mas Eko Budiarto diturunkan atau minta turun? menggantikan striker Sabar yang sudah tidak sabar ingin ngedeprok di bench karena paru-parunya terasa sudah males mengembang untuk menghirup oksigen yang semakin menipis karena udara dingin, anyway mas Eko layak diacungi jempol atas keberaniannya turun ke lapangan hijau setelah mengalami musibah patah kaki di liga IE terakhir, BTW memang mas Eko berani, tapi pemain lawan maupun kawan pada takut kalo-kalo kejadian terulang lagi hehehe, Alhamdulillah hal itu tidak terjadi lagi malah mas Eko menunjukkan masih mampu membahayakan gawang lawan. Di babak ini kedua Keenaman saling balas-membalas menyerang tentu saja dengan tempo yang semakin melambat, bukannya pada males, tapi emang udah low-battery semua. Score 2:2 bertahan hingga di menit-menit terakhir babak kedua, namun akhirnya D2 beruntung bisa menambah gol dengan sisa-sisa tenaga, berawal dari sebuah umpan lari (entah siapa yang ngumpan) boim baang berhasil melewati kawalan kang Adetono dan Super Ellan, namun tendangannya masih bisa diblok oleh sang goal keeper, bola terpental ke kiri, boim berusaha kembali mengejar bola dihadang oleh bek tangguh Super Ellan, namun berhasil mengumpan ke Qwank yang maju membantu serangan, dengan sedikit gocekan yang disusul tendangan kaki kanan berhasil menambah gol kemenangan group D2 menjadi 3:2, suara peluit panjang tanda pertandingan berakhir ditiup oleh wasit mas Heri 'Wariddin' Susyanto yang juga entah kenapa selama memimpin pertandingan jarang berlari-lari mengikuti jalannya bola, apa kecape'an abis main badminton? beginilah profile seorang wasit amatir yang kebanyakan main olah raga campur aduk. Berdasarkan data statistik, Group A lebih unggul dalam shot on goal dan ball posession (kayak Brasil), Group D2 menerapkan serangan yang efisien (kayak Germany, maksudnya), kalo di dunia sana Brasil sukses juara dunia 5 kali, maka di Ruwais Group A terpaksa menelan pil pahit meskipun tidak sedang sakit malaria, anyway kompetisi masih baru mulai, jadi masih bayak kemungkinan yang akan terjadi, ingak bola itu bulet. BRAVO untuk semuanya!

     

    Gambar-gambar masih menunggu khabar dari para wakil Ruwais-klik.

     

    Selanjutnya Jurnal pertandingan antara Group B vs Group D yang heboh! yang diwarnai kejadian aneh-aneh, to be continued…

     

    Salam olah raga!

    Leave a reply

    You must be logged in to post a comment.