-
Situasi Ruwais Terkini
Posted on July 28th, 2009 No commentsKamis, 23 Juli 2009
Buat Semua Warga Indo-Emirates,
Dari hasil pengamatan beberapa hari belakangan ini, masukan-masukan dari sumber yang layak dipercaya, diskusi dan rapat terbatas malam ini akhirnya kami menyimpulkan bahwa situasi Ruwais terkini, sangat berhubungan erat dengan upaya dan kampanye pemerintah UAE dan industry-industri strategis yang ada di Ruwais untuk menciptakan kondisi dibawah ini:
- Ruwais aman, terkendali dan bebas dari potensi-potensi perusakan, sabotase dan gangguan keamanan.
- Ruwais tertib, nyaman dan jauh dari penyakit-penyakit masyarakat
- Industri-industri startegis di Ruwais aman dan bebas dari penyalahgunaan dan rongrongan dari karyawan yang tdk bertanggungjawab
Sebagai pendatang yang berniat baik untuk tinggal dan bekerja di Ruwais, tentu saja kita harus meyambut dan menghormati upaya pemerintah UAE ini dengan antusias, bekerja sama dengan baik dan ikhlas. Saya sebagai ketua paguyuban menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Indo-Emirates dimana saja berada untuk:
1. Memastikan bahwa donasi yang kita transfer dan salurkan adalah ditujukan kepada lembaga-lembaga yang kredibel dan tidak bermasalah secara international.
2. Mengindari komunikasi baik melalui telpon maupun akses ke internet ke lembaga-lembaga yang bermasalah secara internasional.
3. Menjauhkan diri dari penyalahgunaan kewenangan, posisi dan kedudukan di perusahaan kita masing-masing.
4. Memastikan bahwa kita tidak menyalahgunakan property milik ADNOC atau tempat dimana kita tinggal.
5. Memastikan bahwa upah yang diterima dan dimakan untuk keluarga kita adalah memang haknya.
6. Bekerja secara sungguh-sungguh dan bersemangat, karena kita memang dibayar untuk itu.
7. Menghindari kegiatan-kegiatan yang pada akhirnya menimbulkan keresahan di sekitar kita.
8. Menjauhkan diri dari hal-hal yang melanggar tata susila dan agama.
9. Menghindari kumpul-kumpul dalam jumlah besar.
10. Menghindari diskusi maslah-masalah sensitive.
Agar upaya dan kampanye pemerintah UAE di Ruwais ini berjalan dengan tertib dan lancar, maka dengan ini saya selaku ketua paguyuban membekukan semua kegiatan organisasi yang melibatkan banyak orang (masal), seperti: pengajian mingguan, pertandingan2 olah-raga di ruang tertutup dan kegiatan-kegiatan selama bulan ramadhan, sampai keadaan normal kembali.
Mudah-mudahan penjelasan, himbauan dan keputusan ini dapat memberikan tuntunan dan rujukan baik dan jelas buat kita semua.
Terimaksih atas perhatiannya dan mohon maklum adanya.
Hormat Kami,
Heri Susyanto
…………….Lanjutan…………………………………….
Minggu, 26 Juli 2009
Semua Warga Indo-Emirates Yang Saya Cintai dan Hormati,
Siang tadi saya bertemu dengan Mobarak Obaid Al Mansouri, Borouge HR&A Manager, untuk menanyakan secara formal tentang situasi Ruwais terkini dan juga meminta dukungan untuk mengadakan program ramadhan seperti yang biasa kita lakukan tahun-tahun sebelumnya.
Rupanya beliau juga sangat hati-hati dan kemudian menanyakan apa yang biasa dilakukan oleh komunitas kita selama bulan ramadhan.
Saya sampaikan bahwa selama bulan ramadhan, kita mengadakan pembacaan Al Qur’an dan Kultum dari ba’da ASR hingga IFTAR tiba. Tempatnya bergilir dari satu rumah ke rumah lainnya selama satu bulan penuh. Kemudian pada saat Idul Fitri kita mengadakan perayaan, saling memaafkan dan makan bersama di rumah salah satu pejabat organisasi komunitas kita.
Tunggu dulu! Saya tidak bisa menjawab sekarang, saya harus menanyakan dulu ke CID (BIN-nya UAE), karena situasinya memang “genting” kata beliau.
Barusan saya dapat call dari beliau. Jawabannya jelas, namun membuat saya sedih.
Menurut beliau setelah menanyakan ke CID, aktifitas pengajian hanya bisa dilakukan di tempat yang memang diperuntukan untuk mengadakan pengajian, seperti Masjid. Pengajian dalam jumlah banyak orang tidak boleh dilakukan di rumah-rumah.
Kemudian ditambahkan, seorang presenter atau ustadz yang bisa mengadakan ceramah adalah ustadz yang dapat ijin dan memiliki sertifikat di UAE.
Jadi intinya beliau tidak mengijinkan, apalagi mendukung untuk menghidupkan kembali program ramadhan yang biasa kita lakukan setiap tahunnya.
Jika ukuran ini kita perluas, maka akan mengena juga kepada aktifitas-aktifitas lain seperti: pengajian ibu2, “liqo” dan pengajian tafsir Al Qur’an yang biasa dilakukan di rumah-rumah kita.
Sekali lagi saya sedih untuk menyampaikan ini, namun karena Ruwais adalah bukan desa kita, bukan kampung kita, bukan kota kita, maka dengan berat hati kita terima ini dengan ikhlas dan sabar.
Mudah-mudahan situasi ini cepat berlalu.
Badai pasti berlalu.
Hormat Kami,
Heri Susyanto
President Indo-Emirates









Komentar Pengunjung