-
Kado Teristimewa di Hari Ibu
Posted on December 22nd, 2011 No commentsKado Teristimewa di hari Ibu
( Rangkaian gempa literasi-mengguncang Timur Tengah)
Ditulis oleh Julaeha, salah satu peserta workshop.
Editor; lawangbagja
Foto: peserta workshop
Penulis populer Gol A gong akhirnya mampir ke Ruwais Abudhabi, Jika sebelumnya para ibu hanya bisa menikmati rangkaian serta gelegar gempa literasi lewat berita-berita di Antaranews atau Kompas.com, kini tiba-tiba “Balada si Roy” hadir dalam rangka kegiatan workshop be a writer yang dikelola oleh Linkkita dengan dukungan KBRI Abu Dhabi, Garuda Indonesia dan Bank Mandiri perwakilan timur tengah.Sungguh!, sebuah obat mujarab nan ajaib dengan hadirnya “Si Roy” di tengah-tengah kami. Pastinya ia tidak membawakan lagi cerita balada akan tetapi lagu-lagu ceria yang membahagiakan kami semua lewat huruf dan kata.
Kado Teristimewa di hari Ibu
Sudah lama kegiatan seperti ini dinantikan. Jaya Komarudin, penangung jawab kegiatan memaparkan bahwa gempa literasi dengan tema “Membaca Indonesia dari Timur Tengah” adalah sebuah momentum untuk mengubah wajah Indonesia di timur tengah. Sebuah langkah kecil untuk mengubah dunia. Gempa literasi sudah menjadi bola salju yang bukan sekedar think global, act local akan tetapi think global-act global!.
Bahwa membaca akan mengakselerasi para manusia Indonesia menjadi manusia-manusia unggulan dari desa hingga ke kota. Jika gempa literasi ini mampu menjungkirbalikan kebodohan maka tidak akan ada lagi manusia Indonesia yang harus menjadi tenaga kerja tidak terdidik di timur tengah dan seluruh dunia. Manusia Indonesia unggulan dan bermartabat akan menyerbu belahan dunia lain lewat literasi..
Kegiatan ini dibagi dua sesi, tanggal 20-21 Desember untuk para ibu dan remaja putri, Kegiatan yang dilaksanakn menjelang perayaan hari ibu ini membuat hati kami berbunga. Ini sebuah kado teristimewa yang pernah kami terima sebagai ibu dengan menerima sebuah enlighment, yang kemudian akan kami declare kan pada dunia bahwa para ibu mampu bersuara menyampaikan hak dan suara hatinya agar didengar oleh dunia.
Ibu-Ibu menulis?
Kesempatan langka ini di pergunakan dengan baik oleh warga Ruwais, terutama untuk ibu-ibu dan remaja putri, Ruangan selalu penuh sesak dari 2 hari kegiatan. Mereka bersemangat mengikuti workshop ini walaupun sibuk dengan anak-anaknya yang masih balita. Tentunya di tengah kesibukan rutinitas, antusiasme para peserta ini sungguh di luar dugaan.Pertemuan ke-2 workshop berpindah ke Recreation Centre (RC), sebuah pusat kegiatan bagi para warga di Ruwais. Ibu-ibu dan remaja putri yang hadir di hari ke-2 ini ternyata lebih banyak dari hari pertama. Tampil lebih kritis dan tanpa segan bertanya kepada Gol A gong.
Ruangan memang penuh sesak dan riuh rendah oleh anak-anak yang bermain di dalam ruangan workshop. Mereka seperti merayakan kegembiraan bahwa kelak ibu-ibu akan membuat anak-anaknya tumbuh dan besar oleh literasi yang dimulai dari setiap keluarga.
Hal yang menarik adalah ketika para ibu ditantang untuk mampu melahirkan sebuah buku. Hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya ditengah belitan aktifitas keseharian di dapur dan mengasuh anak, SWaktu serta pernikahan sepertinya tidak memberikan harapan karena semuanya habis dilahap dengan urusan keluarga.
Saat Gol A gong memberikan pemaparan yang mudah di cerna oleh para peserta, ternyata menulis buku begitu mudah!. Kami bersemangat untuk mampu menghadirkan suara hati kami di negeri ini. Bayangkan, dari sebuah tema sederhana tentang curhat para ibu mampu melahirkan warna baru serta letupan semangat yang menghadirkan oase di ceruk-ceruk jiwa para pembaca dari cerita sederhana di meja makan, di ruang tivi, di dapur dan di antara semilir angin yang menelisik jendela-jendela rumah kami. Maka kelak dunia akan menyadari bahwa para ibu mampu menjadi sebuah direktur, pengusaha, pendidik, penulis dan lain sebagainya. Super talented! Bukankah itu yang dibutuhkan oleh para ibu masa kini?
Literasi di hari ibu memang benar-benar kado teristimewa untuk kami. Terimakasih untuk semuanya..terimakasih untuk memberikan satu hari kepada kami sekedar mengingat-ingat bahwa tanpa ibu tak ada kata huruf untuk sebuah makna kebahagiaan.










Komentar Pengunjung