<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indo-Emirates &#187; Indo-Emirates</title>
	<atom:link href="http://www.indo-emirates.org/category/indo-emirates/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.indo-emirates.org</link>
	<description>Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais - Abu Dhabi - UAE</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 16:08:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ringkasan Seminar Koperasi</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/07/14/ringkasan-seminar-koperasi/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/07/14/ringkasan-seminar-koperasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 17:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made mariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indo-Emirates]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom Made Mariana]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1244</guid>
		<description><![CDATA[Seminar dengan tema; “Koperasi Mitra Usaha Anda” berjalan dengan lancar seperti yang direncanakan.
Acara dimulai dengan ucapan selamat datang oleh Moderator (Made) kepada para peserta  seminar.  Kemudian mempersilahkan Bapak Arif untuk memberikan sambutan selaku pinpinan Indo-Emirates sekaligus membuka acara seminar.
Seminar yang digagas oleh seksi usaha-indo-emirates diawali dengan presentasi dari Seksi Usaha yang dibawakan oleh Bapak Sabar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seminar dengan tema; “Koperasi Mitra Usaha Anda” berjalan dengan lancar seperti yang direncanakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara dimulai dengan ucapan selamat datang oleh Moderator (Made) kepada para peserta  seminar.  Kemudian mempersilahkan Bapak Arif untuk memberikan sambutan selaku pinpinan Indo-Emirates sekaligus membuka acara seminar.</p>
<p style="text-align: justify;">Seminar yang digagas oleh seksi usaha-indo-emirates diawali dengan presentasi dari Seksi Usaha yang dibawakan oleh Bapak Sabar Riyanto, dengan memaparkan peluang-peluang bisnis yang bisa kita garap kedepan guna menyalurkan minat usaha dari setiap anggota indo-emirates. Baik peluang yang ada di dalam indo-emirates sendiri maupun dari luar Indo-emirates di tanah air maupun di luar negeri. Lebih lengkapnya bisa disimak pada file pdf presentasi beliau (attachment file)<span id="more-1244"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan berstatus sebagai karyawan, dimana sebagian besar waktu tercurah untuk menyelesaikan tugas-tugas di tempat kerja, sangatlah sulit bagi mereka para karyawan untuk meluangkan waktunya terjun langsung berwirausaha. Apalagi usaha itu ingin dibangun di tanah air Indonesia tercinta, sementara kita berada di Ruwais – Abu Dhabi. Untuk membantu masyarakat Indonesia di Ruwais yang berminat untuk berusaha maka Seksi Usaha menawarkan untuk membangun sebuah Koperasi yang mampu menjembatani keinginan para karyawan yang ingin memiliki usaha diluar tempat kerja tanpa mengganggu aktivitas kerjanya. Koperasi bertujuan mensejahterakan anggotanya. Pada intinya koperasi ini adalah membangun usaha bersama untuk mencapai tujuan bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk memahami  cara kerja secara bersama-sama untuk meraih tujuan yang sama, panitia seminar menghadirkan pembicara yang telah sukses membangun usaha secara bersama baik di tanah air yang dibawakan oleh Bapak Toni Usman mewakili TIME Brothers. Dan Bapak Bambang dan Bapak Ihsan Tohari mewakili Rumah Makan Sari Rasa (Abu Dhabi)</p>
<p style="text-align: justify;">Bapak Toni menceritakan bagaimana perjalanan kelompoknya yang penuh dengan lika-liku hingga menemukan format usaha yang mendatangkan keuntungan seperti yang diharapkan, bahkan mungkin lebih. Menjalankan usaha secara bersama dibutuhkan komitmen yang kuat bagi setiap individu. Kepercayaan/trust harus dibangun sedini mungkin dan dipelihara sehingga menjadi modal yang kuat dalam menjalankan serta mengembangkan usaha kedepannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau berkenan berbagi pengalaman tentang bagaimana membangun usaha pencucian jean, membangun indo-maret, membangun usaha emping, dll. Mereka terinspirasi oleh teman-temannya di Kuwait yang berhasil membangun usaha bersama. Dengan menyisihkan uang sebesar 1,000 Dhs setiap bulannya mereka mengawali kerjasama untuk mendapatkan modal usaha.  Menurutnya kunci sukses membangun usaha bersama adalah:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Kepercayaan</li>
<li>Kemufakatan (segala sesuatu didiskusikan bersama)</li>
<li>Kreativitas; setiap anggota yang pulang cuti kemudian datang membawa ide dan didiskusikan bersama, selanjutnya dieksekusi bila semua anggota setuju</li>
<li>Loyalitas dari setiap anggota untuk mempertahankan kebersamaan dan mengembangkan usaha.</li>
<li>Pandai dalam memilih orang/rekrut orang yang tepat.</li>
<li>Pandai dalam memilih jenis usaha yang pas.</li>
<li>dll</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Bapak Bambang dan pak Tohari  Berkenan berbagi pengalaman tentang bagaimana seluk beluk dan lika liku membangun usaha di luar negeri. Dalam presentasinya beliau yang mengaku murid dari Robert T. Kyosaki, selalu berusaha mengimplementasikan pesan-pesan sang Guru.</p>
<p style="text-align: justify;">Berusaha untuk senantiasa bergerak mengikuti 4 kwadran financial menuju bebas financial, uang bekerja untuk kita, dari menjadi karyawan kemudian mengkaryakan diri sendiri (pekerja lepas) kemudian menjadi pengusaha, selanjutnya menjadi investor.</p>
<p style="text-align: justify;">Bapak Bambang menjelaskan bahwa membangun usaha di Abu Dhabi prosedurnya sangat ketat dan melewati banyak proses, serta memakan waktu cukup lama. Namun kelebihannya adalah clean government. Tidak ada sogok menyogok. Tapi dibutuhkan kesabaran yang kuat. Lebih detail tentang paparan beliau bisa dibaca para file pdf berikut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sesi tanya jawab; </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Toni usman ( TIME Brothers )</p>
<p style="text-align: justify;">1. Usaha waralaba ( franchise ) mini market Indomaret</p>
<p style="text-align: justify;">Ada 2 pola utk franchise Indomaret ;</p>
<p style="text-align: justify;">1- membangun dari awal,</p>
<p style="text-align: justify;">2   mengambil alih (take over ) usaha yg telah jadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Utk take over, harganya beragam tergantung kondisi usaha, kalau bisnisnya bagus, mahal juga harga take over nya. Kita bisa pula menjual usaha kita utk di take over org lain, dg syarat, minimal telah berdiri  1 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk biaya, pola membangun dari awal lebih murah dibanding membeli usaha yg telah jadi</p>
<p style="text-align: justify;">Syarat utk buat usaha ;</p>
<p style="text-align: justify;">-          harus punya badan hukum resmi</p>
<p style="text-align: justify;">-          menyediakan modal awal, pengelolaan oleh manajemen indomaret</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk break event Point ( BEP) , perkiraan sekitar 3-4 thn, modal awal akan kembali</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan franchisee Indomaret, kita akan membuat kontrak selama 5 thn, dimana kita hanya terlibat pendanaan awal, utk operasional sehari2 dilakukan oleh manajemen Indomaret. Setiap bulan Indomaret akan mengirimkan pada kita ( investor )laporan penjualan dan laporan rekening Koran, bilamana telah ada laba yg kita dapatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain pola franchise utk pengelolaan mini market, bisa juga dg pola bagi hasil 60-40, dalam arti investor dapat 60 bagian dan pengelola usaha 40 bagian. Investor menyediakan modal awal dan dana operasional.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Restoran Sari rasa ( pak Bambang &amp; Ihsan tohari )  Buat usaha di UAE</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk usaha di UAE, disyaratkan kita harus mempunyai partner local ( penduduk asli UAE ). Ada beberapa pola kerjasama dg pihak local sesuai peraturan hukum UAE. Harus bisa menjaga keharmonisan hubungan bisnis dg partner local.</p>
<p style="text-align: justify;">Restoran Sari Rasa bisa bertahan dan maju dibanding restoran Indonesia lain nya di Abu Dhabi karena memiliki strategi tersendiri dan dikelola secara manajemen modern, kuncinya ialah pada tukang masak yg memang ahli , bisa mendapatkan suplai bahan baku dg baik, pengelolaan karyawan dg pola kekeluargaan dan pelayanan konsumen.</p>
<p style="text-align: justify;">Utk pengelolaan restoran harus mengikuti standar kesehatan yg bagus karena ada pemeriksaan berkala dari pemerintah Abu Dhabi, bila melanggar bisa dapat sangsi</p>
<p style="text-align: justify;">Restoran Sari rasa didirikan oleh beberapa orang Indonesia di Abu Dhabi, dan harus ada salah seorang yg terjun langsung dan penuh waktu dalam pengelolaan usaha sehari hari.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">3. Koperasi oleh pak Eri.</p>
<p style="text-align: justify;">Koperasi menurut peraturan hukum Indonesia , didirikan oleh minimal 20 org anggota dan dikelola oleh minimal 3 orang pengurus dan diawasi oleh dewan pengawas.</p>
<p style="text-align: justify;">Warga Indo emirate, bisa membuat koperasi dg mengacu pada peraturan Indonesia dengan relasi pihak KBRI Abu Dhabi .</p>
<p style="text-align: justify;">Teknis penjelasan koperasi ada pada presentasi terlampir.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Berikut Susunan Panitia Seminar Koperasi</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="115" valign="top">Pinpinan IE</td>
<td width="378" valign="top">Arief BS</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="top">Ketua</td>
<td width="378" valign="top">Sabar Riyanto</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="top">Moderator</td>
<td width="378" valign="top">Made Mariana</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="top">Notulen</td>
<td width="378" valign="top">Hendra Messa</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="top">Perlengkapan</td>
<td width="378" valign="top">Isep Tri Wahyudi</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="top">Dokumentasi</td>
<td width="378" valign="top">Dicky Supiandie</td>
</tr>
<tr>
<td width="115" valign="top">Pembicara</td>
<td width="378" valign="top">
<ol>
<li>Sabar Riyanto “Peluang  Bisnis di IE”</li>
<li>Mochamad Ery Irwansyah “Koperasi”</li>
<li>Toni Usman (Owner TIME Brothers)</li>
<li>Bambang  (Owner Sari Rasa)</li>
<li>Ihsan Tohari (Owner &amp; Manager Sari Rasa)</li>
</ol>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/07/14/ringkasan-seminar-koperasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Panduan Indo-Emirates</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/05/13/buku-panduan-indo-emirates/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/05/13/buku-panduan-indo-emirates/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 17:48:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sadewo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indo-Emirates]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom Herry Sadewo]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[buku panduan IE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1216</guid>
		<description><![CDATA[Kita yakin bahwa kita semua pernah mengalami betapa sulit dan bingungnya membuat SIM (surat ijin mengemudi), memperpanjang STNK, membuat Emirates ID, membuat/memperpanjang paspor, dan lain-lain.
Telepon kesana-kemari, mencari informasi melalui e-mail/milis, search di Google, buka-buka website dan lain-lain. Ini kurang efektif dan banyak menghabiskan tenaga dan waktu yang tidak perlu.
Agar bisa lebih efektif, Indo-Emirates berusaha meminimalisir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Kita yakin bahwa kita semua pernah mengalami betapa sulit dan bingungnya membuat SIM (surat ijin mengemudi), memperpanjang STNK, membuat Emirates ID, membuat/memperpanjang paspor, dan lain-lain.</p>
<p>Telepon kesana-kemari, mencari informasi melalui e-mail/milis, <em>search</em> di Google, buka-buka website dan lain-lain. Ini kurang efektif dan banyak menghabiskan tenaga dan waktu yang tidak perlu.</p>
<p>Agar bisa lebih efektif, Indo-Emirates berusaha meminimalisir waktu dan tenaga yang terbuang dengan cara membuat “Buku Panduan” yang berisi tentang prosedur bagaimana cara mengurus hal-hal tersebut di atas, termasuk administrasi apa saja yang perlu dipersiapkan. Dalam “Buku Panduan” ini juga akan dikupas tip dan trik dari warga Indo-Emirates yang telah mengalami atau berpengalaman dalam mengurus hal ini.</p>
<p>Untuk detailnya, silahkan download lampiran berikut <a href="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/05/Kompilasi-Buku-Panduan-IE.pdf">Kompilasi Buku Panduan IE</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/05/13/buku-panduan-indo-emirates/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Gagasan untuk Generasi Indonesia Baru</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/01/08/generasi-indonesia-baru/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/01/08/generasi-indonesia-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 04:57:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indo-Emirates]]></category>
		<category><![CDATA[Indo-Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom Lawang Bagja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1068</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah Gagasan untuk Generasi Indonesia Baru
Refleksi 9 Tahun Indo-Emirates
Sebuah Esay dari Lawangbagja; Sie Anak-remaja Indo-Emirate
Flash Back; Perjalanan Founding Fathers
Meretas perjalanan di hamparan gurun kosong 9 tahun silam adalah sebuah tonggak perjalanan anak bangsa yang boleh dibilang seperti merambah hutan perawan tanpa ada jalan setapak. Perjalanan yang tentu menarik dan penuh liku dan cerita. Era tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sebuah Gagasan untuk Generasi Indonesia Baru<br />
Refleksi 9 Tahun Indo-Emirates<br />
Sebuah Esay dari Lawangbagja; Sie Anak-remaja Indo-Emirate</strong></p>
<blockquote><p>Flash Back; Perjalanan Founding Fathers</p></blockquote>
<p><a href="null"><img class="alignleft" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs153.snc3/18043_249433450512_546650512_3231224_120816_a.jpg" alt="" width="180" height="270" /></a>Meretas perjalanan di hamparan gurun kosong 9 tahun silam adalah sebuah tonggak perjalanan anak bangsa yang boleh dibilang seperti merambah hutan perawan tanpa ada jalan setapak. Perjalanan yang tentu menarik dan penuh liku dan cerita. Era tahun 2 ribuan bisa dicatat sebagai era migrasi massif para tenaga kerja terdidik Indonesia khususnya dari industri oil and gas untuk merambah wilayah timur tengah (Qatar, UAE, Saudi, Kuwait). Semangat migrasi lebih memberikan nuansa semangat/ emosi massa dimana keberanian untuk bekerja di wilayah yang konon tandus, asing dan mungkin tidak ramah hanya karena rame-rame. Ini pula yang menyebabkan tidak ada rencana pasti kapan akan berkarir, bagaimana ke depan, seperti apa bekerja di lingkungan multi nasional, dlsb.</p>
<p><span id="more-1068"></span></p>
<p>Seperti itu pula Indo-Emirates, sebuah paguyuban yang saat ini (tak terasa) sudah berusia 9 tahun. Paguyuban yang lahir dari rasa senasib seperjalanan yang hadir untuk mengisi ruang besar kesepian karena tinggal di remote area. Indo-Emirate yang sepertinya dahulu mempunyai moto &#8220;Gak ada Loe, Gak rame!&#8221; ini terbukti bisa menambah hangat dan mempererat persaudaraan dan menguatkan percaya diri untuk eksis di negeri bedouin ini. Satu persatu keberanian sebagai individu tumbuh dan sepertinya remote area ini menjadi rumah kedua bagi warga Indonesia. Saya tidak tahu kapan tanggal dibentuknya, apa misi dan visinya, manfaat apa yang bisa &#8216;dikeruk&#8217; dengan kehadiran paguyuban ini, dan tentu masih banyak lagi pertanyaan yang berjubel saat ini dibenak saya dan anda atau mungkin ‘khalli walli..saja. .karena masih banyak hal penting yang sedang dipikirkan. Namun yang pasti komunitas Indo-Emirate telah menjalani periode natural sebuah paguyuban dimana telah melewati proses ujian dari hal yang tidak mengenakan (baca; konflik) sampai ke hal yang manis (baca; kebersamaan dan persaudaraan) .</p>
<blockquote><p>Perubahan Besar yang Terjadi</p></blockquote>
<p>Jika berkeliling Ruwais saat ini saya sudah merasakan sebuah projek besar dan dahsyat yang sedang dibangun. Dimulai dari ekspansi semua perusahaan yang berlokasi di Ruwais dari mulai Takreer (oil), Gasco (gas), Fertil (pupuk), dan Borouge (petrokimia) yang sedang berusaha meningkatkan kapasitas produksinya. Ini artinya tenaga kerja baru akan terus berdatangan. Masing-masing perusahaan akan merekrut dari ratusan hingga ribuan keryawan. Dan peluang besar kemungkinan tenaga terdidik Indonesia juga akan banyak direkrut kembali. Jika 8 tahun hanya seratusan orang Indonesia yang bermukim di Ruwais maka 5-10 tahun ke depan projeksinya beranjak hingga ke 500-an kepala rumah tangga. Asumsi ini didapatkan selain dari pekerja regular juga dari medis, perhotelan dan sektor jasa lainnya.</p>
<p>Boleh dibilang pertambahan jumlah pekerja professional ini bagian dari ‘sukses’ para pendahulu kita..rekan- rekan angkatan pertama yang datang ke hutan perawan ini. Mereka adalah para founding fathers..kerja keras mereka memberikan dorongan kuat kepada pihak pengambil keputusan untuk merekrut kembali dan menawarkan sebuah kepercayaan yang lebih tinggi lagi kepada para generasi berikutnya.Berkah itu dirasakan saat ini, tak terbilang berapa tenaga enginer, supervisor yang langsung direkrut tanpa perlu pengalaman dari luar negeri. Dahulu itu &#8216;mustahil&#8217; dan sangat sulit terjadi karena wajar saja mereka, para pemilik perusahaan masih ragu terhadap kualitas para pekerja kita. Posisi itu masih diberikan kepada warga India yang sudah lebih dulu merambah dinar dan dirham di Gulf ini.</p>
<blockquote><p>Indo-Emirate Baru? (Reloaded ala &#8216;Matrix&#8217;)</p></blockquote>
<p>Jika Ruwais berkembang, perusahaan berkembang, toko-toko baru bermunculan, rumah sakit besar sedang dibangun, berikutnya tinggal sekolahan, mall dan seterusnya lalu pertanyaannya bagaimana dengan INDO-EMIRAT? Akankah ia stagnan disitu-situ saja? Jika boleh saya mengkritik dan memprovokasi, Indo-Emirat tidak mengalami kepekaan dengan perubahan besar yang sedang terjadi saat ini di Ruwais. Perubahan yang sudah disimbolkan dengan infrastruktur, gaya hidup, tuntutan, kebutuhan dan masih banyak lagi. Semua sedang berlari menuju sebuah perubahan yang bersifat massif. Gaya Indo-Emirate yang dipersepsikan sebagai paguyuban kelas &#8216;gelar tikar&#8217;, berkumpul dan kemudian bubar mungkin perlu ditingkatkan menjadi sebuah komunitas yang cerdas dengan diskusi yang menghadirkan para pakar serta lebih serius memikirkan dan membuat kanal-kanal yang akan menjadi saluran minat dan bakat anak-anak kita, generasi Indonesia baru ke depan.</p>
<p>Saya khawatir jika perubahan ini tidak direspon selayaknya akan mengakibatkan disfungsi komunitas dalam bahasa pribuminya disebut ‘mafih faedah’. Padahal segudang potensi sudah tersedia, infrastruktur begitu mendukung plus fulus. Kesempatan membangun peradaban dan melahirkan INDONESIA BARU di tempat ini sangat memungkinkan. Saya memang manusia pemimpi dan tidak peduli jika ditertawakan tentang tulisan saya saat ini. Saya mempunyai gagasan bahwa Indo-Emirat harus didefinisikan ulang sesuai kebutuhan saat ini. Pos-pos struktur organisasi yang lamban dan mandul harus disegarkan kembali sesuai komitmen awal bahwa komunitas adalah wadah yang menyediakan PELAYANAN bagi para anggota yang berhimpun di dalamnya. Bahwa tugas MELAYANI adalah sebuah tugas yang LUHUR dan MULIA dan pertama kali hanya diberikan kepada para NABI saja.</p>
<p>Mereloaded ala film Matrix dengan mendeklarasikan Indo-Emirat baru menurut saya sebuah tuntutan sesuai perkembangan yang terjadi di sekeliling kita saat ini. Gaya hidup dan kepercayaan untuk mendiri bisa kita lihat dari masyarakat Indonesia di Ruwais. Seiring dengan perubahan kota kecil Ruwais yang sedang berevolusi menjadi sebuah kota besar di wilayah barat. Jika Indo-Emirat dahulu hadir sebagai pengikat dan tempat kita bertemu di atas tikar mingguan dengan konsumsi yang amboiy.. masih menjadi daya tarik di dalamnya maka ke depan Indo-Emirat adalah sebuah gagasan tentang masyarakat maju, mandiri, dinamis, cerdas, dan ikut andil dalam membangun ‘civil society’ baik di kota Ruwais juga bagi negeri tercinta, Indonesia Raya.</p>
<blockquote><p>Melahirkan Generasi Indonesia baru?</p></blockquote>
<p><img class="alignleft" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs153.snc3/18043_249434920512_546650512_3231232_2702557_a.jpg" alt="" width="180" height="119" />Kemarin ketika sie Anak dan Remaja menggelar Liga Bola Anak Indonesia terkumpul kurang lebih 70 anak dengan perbedaan usia 1-3 tahun saja. Ini anak lelaki belum dengan anak-anak perempuan. Saya sumsikan total semua anak-anak usia dibawah 11 tahun hingga 120 anak. Ini belum ditambah dengan keluarga -kelaurga baru yang akan terus berdatangan. Jika di atas asumsi saya 5-10 tahun ke depan hanya terpenuhi 60 persen, artinya akan hadir sekitar 300 an kepala keluarga maka dengan asumsi perkeluarga 2 anak akan hadir sekitar 600 anak Indonesia!</p>
<p>Pernahkah kita membayangkan 300 -600 anak Indonesia bermain di lingkungan Ruwais, tumbuh dan berkembang secara bersamaan? Apakah komunitas, dalam hal Indo-Emirate pernah memprojeksikan masa depan komunitas warganya? Apa yang akan kita perbuat dengan semua ini? Bagaimana memenuhi kebutuhan mereka tentang keIndonesiaan? minat dan bakat? potensi yang masih banyak harus digali pada usia &#8216;golden age&#8217;? Saya sendiri takut ini menjadi mimpi buruk bagi anak-anak saya. Mereka tumbuh dan besar seperti anak ayam dalam lumbung padi namun kehilangan bobot dan kualitasnya. Jika para orang tua sebagai individu dan komunitas sebagai wadah dan simpul masyarakat mau bekerja sama dengan komitmen yang tinggi ini dapat diatasi dan kita semua tidak perlu takut menghadapi ini semua. Kebersamaan bisa mengalahkan kesulitan bahkan tsunami sekalipun.</p>
<p>Perjalanan selama 9 tahun sudah cukup untuk menjadi modal agar komunitas ini dapat menjelma menjadi sebuah kekuatan dan tekad yang membaja bahwa kita memang eksis di tanah yang kita pijak saat ini. Kita ingin mengikis rasa khawatir tentang pertumbuhan anak pada usia &#8216;golden age&#8217; yang tidak tereksplorasi dengan baik. Saya bermimpi ke depan Indo-Emirate mampu mendatangkan para ahli untuk mendidik dan membuat &#8217;short course&#8217; sebagai upaya mengasah bakat anak-anak Indonesia. Komunitas mampu menghadirkan seniman, cendekiawan, penulis, olahragawan dll untuk memberikan ilmunya kepada anak-anak dan warganya. Kita pun bisa menyaksikan bersama sebuah konser musik dari anak-anak dan remaja Ruwais. Masyarakat cerdas yang tidak alergi dengan diskusi yang membangun. Orientasi materi harus digeser menjadi keilmuwan. Itupun jika kita semua memimpikan masyarakat maju yang akan melahirkan generasi Indonesia Baru! bukan sekumpulan orang Indonesia yang selalu dicitrakan mengalami sindrom &#8216;Inferior Kompleks&#8217;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/01/08/generasi-indonesia-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situasi Ruwais Terkini</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2009/07/28/situasi-ruwais-terkini/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2009/07/28/situasi-ruwais-terkini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 15:50:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made mariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indo-Emirates]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=983</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 23 Juli 2009
Buat   Semua Warga Indo-Emirates,
Dari   hasil pengamatan beberapa hari belakangan ini, masukan-masukan dari sumber   yang layak dipercaya, diskusi dan rapat terbatas malam ini akhirnya kami   menyimpulkan bahwa situasi Ruwais terkini, sangat berhubungan erat dengan   upaya dan kampanye pemerintah UAE dan industry-industri strategis yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kamis, 23 Juli 2009</p>
<p style="text-align: justify;">Buat   Semua Warga Indo-Emirates,</p>
<p style="text-align: justify;">Dari   hasil pengamatan beberapa hari belakangan ini, masukan-masukan dari sumber   yang layak dipercaya, diskusi dan rapat terbatas malam ini akhirnya kami   menyimpulkan bahwa situasi Ruwais terkini, sangat berhubungan erat dengan   upaya dan kampanye pemerintah UAE dan industry-industri strategis yang ada di   Ruwais untuk menciptakan kondisi dibawah ini:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Ruwais   aman, terkendali dan bebas dari potensi-potensi perusakan, sabotase dan   gangguan keamanan.</li>
<li>Ruwais   tertib, nyaman dan jauh dari penyakit-penyakit masyarakat</li>
<li>Industri-industri   startegis di Ruwais aman dan bebas dari penyalahgunaan dan rongrongan dari   karyawan yang tdk bertanggungjawab</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sebagai pendatang yang berniat baik untuk tinggal   dan bekerja di Ruwais, tentu saja kita harus meyambut dan menghormati upaya   pemerintah UAE ini dengan antusias, bekerja sama dengan baik dan ikhlas. Saya   sebagai ketua paguyuban menghimbau kepada seluruh warga masyarakat   Indo-Emirates dimana saja berada untuk:</p>
<p style="text-align: justify;">1.         Memastikan bahwa donasi yang kita transfer dan salurkan adalah   ditujukan kepada lembaga-lembaga yang kredibel dan tidak bermasalah secara   international.</p>
<p style="text-align: justify;">2.         Mengindari komunikasi baik melalui telpon maupun akses ke internet ke   lembaga-lembaga yang bermasalah secara internasional.</p>
<p style="text-align: justify;">3.         Menjauhkan diri dari penyalahgunaan kewenangan, posisi dan kedudukan   di perusahaan kita masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">4.         Memastikan bahwa kita tidak menyalahgunakan property milik ADNOC atau   tempat dimana kita tinggal.</p>
<p style="text-align: justify;">5.         Memastikan bahwa upah yang diterima dan dimakan untuk keluarga kita   adalah memang haknya.</p>
<p style="text-align: justify;">6.         Bekerja secara sungguh-sungguh dan bersemangat, karena kita memang   dibayar untuk itu.</p>
<p style="text-align: justify;">7.         Menghindari kegiatan-kegiatan yang pada akhirnya menimbulkan keresahan   di sekitar kita.</p>
<p style="text-align: justify;">8.         Menjauhkan diri dari hal-hal yang melanggar tata susila dan agama.</p>
<p style="text-align: justify;">9.         Menghindari kumpul-kumpul dalam jumlah besar.</p>
<p style="text-align: justify;">10.   Menghindari   diskusi maslah-masalah sensitive.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar   upaya dan kampanye pemerintah UAE di Ruwais ini berjalan dengan tertib dan   lancar, maka dengan ini saya selaku ketua paguyuban membekukan semua kegiatan   organisasi yang melibatkan banyak orang (masal), seperti: pengajian mingguan,   pertandingan2 olah-raga di ruang tertutup dan kegiatan-kegiatan selama bulan   ramadhan, sampai keadaan normal kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Mudah-mudahan   penjelasan, himbauan dan keputusan ini dapat memberikan tuntunan dan rujukan   baik dan jelas buat kita semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Terimaksih   atas perhatiannya dan mohon maklum adanya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Hormat   Kami,</p>
<p style="text-align: justify;">Heri   Susyanto</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.Lanjutan</strong>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Minggu, 26 Juli 2009</p>
<p style="text-align: justify;">Semua Warga Indo-Emirates Yang Saya   Cintai dan Hormati,</p>
<p style="text-align: justify;">Siang tadi saya bertemu dengan Mobarak   Obaid Al Mansouri, Borouge HR&amp;A Manager, untuk menanyakan secara formal   tentang situasi Ruwais terkini dan juga meminta dukungan untuk mengadakan   program ramadhan seperti yang biasa kita lakukan tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Rupanya beliau juga sangat hati-hati   dan kemudian menanyakan apa yang biasa dilakukan oleh komunitas kita selama   bulan ramadhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sampaikan bahwa selama bulan   ramadhan, kita mengadakan pembacaan Al Qur’an dan Kultum dari ba’da ASR   hingga IFTAR tiba. Tempatnya bergilir dari satu rumah ke rumah lainnya selama   satu bulan penuh. Kemudian pada saat Idul Fitri kita mengadakan perayaan,   saling memaafkan dan makan bersama di rumah salah satu pejabat organisasi   komunitas kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Tunggu dulu! Saya tidak bisa menjawab   sekarang, saya harus menanyakan dulu ke CID (BIN-nya UAE), karena situasinya   memang “genting” kata beliau.</p>
<p style="text-align: justify;">Barusan saya dapat call dari beliau.   Jawabannya jelas, namun membuat saya sedih.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut beliau setelah menanyakan ke   CID, aktifitas pengajian hanya bisa dilakukan di tempat yang memang   diperuntukan untuk mengadakan pengajian, seperti Masjid. Pengajian dalam   jumlah banyak orang tidak boleh dilakukan di rumah-rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian ditambahkan, seorang   presenter atau ustadz yang bisa mengadakan ceramah adalah ustadz yang dapat   ijin dan memiliki sertifikat di UAE.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi intinya beliau tidak   mengijinkan, apalagi mendukung untuk menghidupkan kembali program ramadhan   yang biasa kita lakukan setiap tahunnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika ukuran ini kita perluas, maka   akan mengena juga kepada aktifitas-aktifitas lain seperti: pengajian ibu2,    “liqo” dan pengajian tafsir Al Qur’an yang biasa dilakukan di   rumah-rumah kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekali lagi saya sedih untuk   menyampaikan ini, namun karena Ruwais adalah bukan desa kita, bukan kampung   kita, bukan kota kita, maka dengan berat hati kita terima ini dengan ikhlas   dan sabar.</p>
<p style="text-align: justify;">Mudah-mudahan situasi ini cepat   berlalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Badai pasti berlalu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Hormat Kami,</p>
<p style="text-align: justify;">Heri Susyanto</p>
<p style="text-align: justify;">President Indo-Emirates</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2009/07/28/situasi-ruwais-terkini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Launcing Ruwaisku.com dan Bulan Cinta Buku</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2009/04/25/launcing-ruwaiskucom-dan-bulan-cinta-buku/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2009/04/25/launcing-ruwaiskucom-dan-bulan-cinta-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 16:45:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indo-Emirates]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.com/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya dengan adanya banyak liputan dan tentunya disertai dengan liputan foto tentunya. Dengan ini secara resmi kami dari Indo-Emirates&#160;telah launcing &#8230;.
Ruwaisku.com 
Website isi akan diisi dengan gambar-gambar keren dari semua fotographer di Indo-Emirates. 
Indo-Emirates&#160;bagian anak&#160;dan remaja akhir-akhir ini juga mengadakan&#160;Bulan Cinta Buku dan sebuah website yang cantik telah dibuat untuk itu, terima kasih kepada panitia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya dengan adanya banyak liputan dan tentunya disertai dengan liputan foto tentunya. Dengan ini secara resmi kami dari Indo-Emirates&nbsp;telah launcing &#8230;.</p>
<p><a href="http://www.ruwaisku.com/" target="_blank">Ruwaisku.com </a></p>
<p>Website isi akan diisi dengan gambar-gambar keren dari semua fotographer di Indo-Emirates. </p>
<p>Indo-Emirates&nbsp;bagian anak&nbsp;dan remaja akhir-akhir ini juga mengadakan&nbsp;Bulan Cinta Buku dan sebuah website yang cantik telah dibuat untuk itu, terima kasih kepada panitia. </p>
<p><a href="http://www.bulan.ruwaisku.com/" target="_blank">Silahkan dikunjungi&nbsp;link Bulan Cinta Buku 2009.</a></p>
<p>Sambutan dari panitia Bulan Cinta Buku&#8230;.</p>
<p><span id="more-552"></span>
<p>Assalamu&#39;alaikum dan Salam Sejahtera,</p>
<p>Anak-anak kita adalah harta yang tiada ternilai harganya. Setiap orang tua tentu mengharapkan anak-anaknya akan tumbuh, berkembang menjadi generasi masa depan yang berakhlak (bermoral), cerdas, trampil dan siap menghadapi tantangan zaman.</p>
<p>Buku adalah jendela dunia!. Lewat bukulah ilmu pengetahuan diteruskan, menjadi sumber ajakan moral dan gudang inspiratif di setiap masa, di mana saja.</p>
<p>Buku hanya bisa diuraikan dengan membaca. melatih kebiasaan membaca harus dimulai sedari anak-anak agar kelak dewasa menjadi terbiasa mencari sumber inspirasi, pencerahan dengan cara membaca hingga manusia akan menjadi kaya dengan khasanah ilmu pengetahuan karenanya.<br />Ya.. Anak-anak kita harus lebih mengenal buku dan perpustakaan daripada Mall atau supermarket.</p>
<p>Selaras dengan itu, Kami mengkampanyekan BULAN CINTA BUKU sebagai triger bagi para orang tua dan anak-anak untuk mau membuka dan membaca lewat buku.<br />Apa itu bentuk aktivitasnya.</p>
<p>Yup..! Sebelum liburan summer menjelang, sebelum berjumpa kakek, nenek, Paman, Bibi di kampung halaman mari kita ajak anak-anak kita selama 4 minggu ke depan. terhitung dari minggu saat email ini diluncurkan. </p>
<p>Kita ajak anak-anak kita pada hari Jumat Sore pukul 17.00 untuk mengunjungi PERPUSTAKAAN RUWAIS. Ada satu ruangan yang menyediakan buku-buku anak (sayangnya masih dalam bhs arabic dan english, but its oke).</p>
<p>Ini sebagai awal.. Nanti setelah pulang Kampung KAMI MENGHIMBAU UNTUK MEMBELI BUKU-BUKU BACAAN ANAK-ANAK&#8230; (jangan diisi semua dengan bumbu dapur ya).<br />Ayah dan Ibu yang baik tentu tidak akan melewatkan program ini. Jika sudah terbiasa membaca di rumah itu sudah baik. Tinggal menularkannya pada teman-temannya..jadi tetap ikutan ya program ini..!</p>
<p>Ingat! Kita bertemu di Perpustakaan RC Jumat sore jam 17.00, Anak-anak dibawa ya!.</p>
<p>Salam Anakku Cinta Buku!.</p>
<p>Agus Heri dan Jaya Komarudin&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2009/04/25/launcing-ruwaiskucom-dan-bulan-cinta-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
