<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indo-Emirates &#187; Indo-News</title>
	<atom:link href="http://www.indo-emirates.org/category/indo-news/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.indo-emirates.org</link>
	<description>Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais - Abu Dhabi - UAE</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 16:08:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Essential telephone numbers in UAE</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2008/03/16/essential-telephone-numbers-in-uae/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2008/03/16/essential-telephone-numbers-in-uae/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 03:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indo-News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.com/?p=626</guid>
		<description><![CDATA[03/04/2008 06:01 PM &#124; Staff Report 

Dubai: 999, the emergency number in the country, is one of the busiest numbers in the country, naturally, but often for all the wrong reasons.
Click here to download the Gulf News essential numbers guide for Dubai and Abu Dhabi (pdf) 
Click here to download the Gulf News essential numbers [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Verdana" style="font-size: 9pt">03/04/2008 06:01 PM | Staff Report </p>
<p></font><font face="Verdana" style="font-size: 9pt">
<p>Dubai: 999, the emergency number in the country, is one of the busiest numbers in the country, naturally, but often for all the wrong reasons.</p>
<p><a href="http://int.sitestat.com/alnisr/gulfnews/s? uaehotline_ad_dxb.pdf&amp;category=media&amp;ns_type=pdf&amp;ns_url=http://archive.gulfnews.com/images/08/03/02/uaehotline_ad_dxb.pdf" target="_blank"><strong><font size="2">Click here to download the Gulf News essential numbers guide for Dubai and Abu Dhabi (pdf)</font></strong></a> </p>
<p><a href="http://int.sitestat.com/alnisr/gulfnews/s? uaehotline_shj.pdf&amp;category=media&amp;ns_type=pdf&amp;ns_url=http://archive.gulfnews.com/images/08/03/02/uaehotline_shj.pdf" target="_blank"><strong><font size="2">Click here to download the Gulf News essential numbers guide for Sharjah (pdf)</font></strong></a> </p>
<p>Many residents call 999 seeking a taxi or to find out the traffic situation. Hundreds of trivial and inane calls are made to 999 every day, hindering the work of police on emergency duty.</p>
<p>A staggering 573,471 calls were made to 999 in 2007 and these were not emergencies. Most were enquiries on speed limits on roads, location of certain departments, traffic fines, transactions related to the Naturalisation and Residency Department and complaints against taxi drivers. </p>
<p>Lieutenant General Dahi Khalfan Tamim, Chief of Dubai Police, recently said: &quot;Nobody knows the amount of effort that goes into answering calls on 999. Therefore, people should only call 999 in case of emergencies which require the immediate presence of security or rescue personnel,&quot; he said. </p>
<p>In an attempt to offer easy access to information, Gulf News has compiled some of the important telephone numbers in the country. </p>
<p>We have compiled some of the essential numbers, including traffic, transport and hospital numbers, which are in an easily downloadable PDF format. We will be adding to the list as and when we get and verify essential telephone numbers.</p>
<p></font><br /><span id="more-626"></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2008/03/16/essential-telephone-numbers-in-uae/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sawah Seharga Rp 56 Juta, Dibayar Rp 485 Juta</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2007/08/21/sawah-seharga-rp-56-juta-dibayar-rp-485-juta/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2007/08/21/sawah-seharga-rp-56-juta-dibayar-rp-485-juta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 22:58:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indo-News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.com/?p=662</guid>
		<description><![CDATA[Mendapat uang bukan haknya, bagi sebagian orang, mungkin dianggap rezeki nomplok. Namun, tidak demikian dengan Waras (57), warga Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Korban lumpur Lapindo itu memilih mengembalikan uang kelebihan ganti rugi senilai Rp 429 juta, karena merasa bukan haknya. Berikut laporannya.Atas kejujurannya itu, Waras mendapatkan hadiah berupa uang tunai Rp 20 juta, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: black; font-family: Tahoma"><font size="3"><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Tahoma">Mendapat uang bukan haknya, bagi sebagian orang, mungkin dianggap rezeki <em>nomplok</em>. Namun, tidak demikian dengan Waras (57), warga Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Korban lumpur Lapindo itu memilih mengembalikan uang kelebihan ganti rugi senilai Rp 429 juta, karena merasa bukan haknya. Berikut laporannya.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Tahoma">Atas kejujurannya itu, Waras mendapatkan hadiah berupa uang tunai Rp 20 juta, emas senilai Rp 30 juta, dan sebuah rumah tipe 40/90. Nilai kelebihan itu diketahui, karena nilai ganti rugi sawahnya mestinya hanya Rp 56 juta lebih. Namun dibayar Rp 485 juta, sehingga ada kelebihan Rp 429 juta. </span></font></span>
<p>&nbsp;</p>
<p><span id="more-662"></span><br /><span style="color: black; font-family: Tahoma"><font size="3"><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Tahoma">Sejak setahun lalu, bapak tiga anak itu mengungsi, lantas mengontrak sebuah rumah di kawasan Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. &quot;Karena rumah kontrakannya juga akan terkena proyek pembangunan infrastruktur, maka kami berikan hadiah rumah kepada Pak Waras,&quot; ujar Direktur Operasional PT Minarak Lapindo Jaya, Bambang Prasetyo Widodo, Senin (20/8).</span><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Tahoma">Manajemen menyerahkan hadiah rumah tipe 40/90 kepada Waras di Jakarta, Minggu (19/8) malam. Rumah itu berlokasi di Perumahan Pasar Wisata Tanggulangin, Sidoarjo. Bambang mengatakan, hadiah itu tak seberapa dibanding nilai kejujuran dan keikhlasan yang ditunjukkan Waras. &quot;Dia telah mengembalikan dana sebesar Rp 429 juta yang bukan haknya kepada perusahaan kami,&quot; tambahnya.</span><strong><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Tahoma">Secara Sukarela</span></strong><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Tahoma"></span><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Tahoma">Penyerahan hadiah uang tunai dan perhiasan dilangsungkan di Hotel Shanri-La Surabaya. Apresiasi ini diberikan Minarak karena Waras secara sukarela, ikhlas, dan jujur mengembalikan kelebihan ganti rugi lahan pertanian miliknya. &quot;Secara resmi rumah itu telah kami serahkan kepada Pak Waras, sehingga dia betah tinggal di rumahnya yang baru,&quot; ujar Bambang.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Tahoma">Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) optimistis batas waktu 14 September 2007 yang ditetapkan untuk merealisasikan transaksi jual-beli lahan dan bangunan bisa terpenuhi.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Tahoma">&quot;Kuncinya pada kejujuran dan kerja sama tiga pilar,&quot; katanya. Yakni, Pemkab Sidoarjo, PT Minarak Lapindo Jaya, dan warga korban lumpur. </span><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Tahoma">Dia menambahkan, selama tujuh minggu ini, pihaknya telah menyelesaikan berkas transaksi jual-beli 5.355 berkas. Dibandingkan era Timnas yang hanya mampu menyelesaikan 495 berkas selama tiga bulan. &quot;Kalau ketiga pilar bisa bekerja sama dengan baik dan jujur, insya Allah batas waktu pemerintah itu bisa terpenuhi,&quot; tegasnya.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Tahoma">Menurut Ketua Tim Verifikasi BPLS hingga kini jumlah berkas pengajuan transaksi sebanyak 8.809 berkas. Dari jumlah itu yang telah diverifikasi sebanyak 7.402 berkas. &quot;Dari berkas yang masuk sebanyak itu, masih ada sekitar 1.500 berkas yang belum masuk. Karena itu, kami meminta sebelum akhir Agustus 2007 ini semua berkas sudah masuk, sehingga pada pertengahan September transaksi jual-beli bisa direalisasikan,&quot; jelasnya.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Tahoma">Hingga 16 Agustus 2007, perusahaan ini telah melakukan transaksi jual-beli senilai Rp 1,47 triliun. &quot;Dengan demikian uang muka (20%) yang telah kami bayarkan sebesar Rp 294,7 miliar,&quot; kata Bambang</span><span style="font-size: 10pt"><font face="Times New Roman" color="#000000">&nbsp;</font></span></font></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2007/08/21/sawah-seharga-rp-56-juta-dibayar-rp-485-juta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Piranha tidak seganas yang diduga</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2007/08/03/piranha-tidak-seganas-yang-diduga/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2007/08/03/piranha-tidak-seganas-yang-diduga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Aug 2007 05:11:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indo-News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.com/?p=693</guid>
		<description><![CDATA[Reputasi piranha sebagai pemangsa yang ganas tidaklah sepenuhnya benar, begitulah pendapat para ilmuwan Inggris. 
Ikan yang ditemukan di Sungai Amazon ini digambarkan sebagai ikan pemangsa daging yang secara berkelompok menyerang mangsa dan memakan dagingnya. 
Namun para ahli dari Universitas St Andrews, Inggris, mengatakan piranha adalah pemakan daging maupun tumbuhan, dengan makanan utama ikan, tanaman di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="storytext"><strong>Reputasi piranha sebagai pemangsa yang ganas tidaklah sepenuhnya benar, begitulah pendapat para ilmuwan Inggris. </strong></div>
<p class="storytext">Ikan yang ditemukan di Sungai Amazon ini digambarkan sebagai ikan pemangsa daging yang secara berkelompok menyerang mangsa dan memakan dagingnya. </p>
<p class="storytext">Namun para ahli dari Universitas St Andrews, Inggris, mengatakan piranha adalah pemakan daging maupun tumbuhan, dengan makanan utama ikan, tanaman di sekitar, dan serangga. </p>
<p class="storytext"><!-- end_story -->Tim peneliti mengatakan ikan ini cenderung berkelompok bukan untuk menyerang mangsa namun justru demi mempertahankan diri dari serangan pemangsa lain. </p>
<p><span id="more-693"></span><br /><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: &#39;Verdana&#39;,&#39;sans-serif&#39;"><strong>&nbsp;</strong></span><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: &#39;Verdana&#39;,&#39;sans-serif&#39;">&quot;Sebelumnya diperkirakan bahwa piranha berkelompok untuk membuat mereka memburu mangsanya,&quot; kata Professor Anne Magurran dari tim peneliti St Andrew. </span><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: &#39;Verdana&#39;,&#39;sans-serif&#39;">&quot;Namun yang kami temukan adalah hal itu merupakan perilaku untuk mempertahankan diri,&quot; tambahnya.</span><span><strong>Mekanisme pertahanan diri</strong> </span><br />
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="208" class="MsoNormalTable" align="right" style="width: 156pt">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" style="background: white; border: #f0f0f0; padding: 0in"><span style="font-size: 12pt; font-family: &#39;Verdana&#39;,&#39;sans-serif&#39;"></span><span style="font-size: 12pt; font-family: &#39;Verdana&#39;,&#39;sans-serif&#39;"></span></td>
<td style="background-color: transparent; border: #f0f0f0; padding: 0in">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-right: 0in; padding-left: 0in; padding-bottom: 0in; padding-top: 3pt; background-color: transparent; border: #f0f0f0">&nbsp;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: &#39;Verdana&#39;,&#39;sans-serif&#39;">Piranha bisa mendapat serangan dari ikan pesut, maupun jenis ikan besar lainnya sehingga mereka berkelompok untuk mencegah agar tidak dimangsa. </span><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: &#39;Verdana&#39;,&#39;sans-serif&#39;">Saat berkelompok, piranha yang sedang dalam masa reproduksi berada di bagian tengah-tengah sehingga mendapat perlindungan dari piranha di bagian pinggir.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: &#39;Verdana&#39;,&#39;sans-serif&#39;">&quot;Pada kedalaman air yang lebih rendah, piranha cenderung membentuk kelompok yang lebih kecil karena lebih banyak ruang untuk menyelamatkan diri dan resiko serangan relatif lebih kecil,&quot; tambah Anne Magurran. </span><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: &#39;Verdana&#39;,&#39;sans-serif&#39;">Akan tetapi lebih ke dalam, ketika aliran air menjadi semacam danau kecil, kelompok piranha membesar sampai 50 ekor karena ancaman pemangsa juga semakin besar.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: &#39;Verdana&#39;,&#39;sans-serif&#39;">Tim peneliti St Andrews ini menghadirkan temuan mereka dalam Pameran Ilmu Pengetahuan Musim Panas di Royal Society di London.</span><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: &#39;Verdana&#39;,&#39;sans-serif&#39;">Dalam pameran itu para peneliti juga membawa satu tangki piranha yang bisa disaksikan khlayak.</span>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2007/08/03/piranha-tidak-seganas-yang-diduga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>When you lose your passport</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2007/06/23/when-you-lose-your-passport/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2007/06/23/when-you-lose-your-passport/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jun 2007 14:07:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indo-News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.com/?p=624</guid>
		<description><![CDATA[Dubai: If you lose your passport, it should be immediately reported to the police to avoid any possible misuse of the travel document.
There is a form to be filled and documents to be submitted. After one working day, the police will issue a lost-passport report.
You should also check with the Naturalisation and Residency Department if [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dubai: If you lose your passport, it should be immediately reported to the police to avoid any possible misuse of the travel document.</p>
<p>There is a form to be filled and documents to be submitted. After one working day, the police will issue a lost-passport report.</p>
<p>You should also check with the Naturalisation and Residency Department if it has received the lost passport. If not, the officials at the department will sign and stamp the police report confirming the lost passport report.</p>
<p><span id="more-624"></span>
<p>The other step to take is to go to the Public Prosecution Department and get the police report signed and stamped. </p>
<p>The Criminal Investigation Department should also be informed about the lost passport. Here you will need to submit the police report and the sponsor&#39;s letter, within two days of the loss. If you report it later you will have to pay a fee of Dh20 and then get a statement on the loss from the CID. </p>
<p>It is important that you notify the police immediately because of the details of the passport can be entered into official databases and prevent its misuse.</p>
<p><strong>Letterhead</strong></p>
<p>If you are on a company sponsorship, you should submit a letter on the loss in Arabic to the police and the naturalisation and residency department at the emirate which issued the residency visa. The letter should be typed on the sponsoring company&#39;s letterhead. </p>
<p>The sponsor will have to give a photocopy of the trade licence of the company, in addition to a photocopy of the establishment card, copy of the lost passport if it is available, and two recent photos of the owner of the passport. </p>
<p>If the person who lost the passport is on an individual&#39;s sponsorship as a parent, husband, son or daughter, then you need to submit to the Naturalisation and Residency Department and to the police a letter from the sponsor showing his or her signature. You will also need a photocopy of the sponsor&#39;s passport.</p>
<p>After you receive the police report and all the necessary documents you have to apply at the consulate or embassy for a replacement passport.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2007/06/23/when-you-lose-your-passport/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TAMBAH ATAU KURANG?</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2007/05/19/tambah-atau-kurang/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2007/05/19/tambah-atau-kurang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 May 2007 19:37:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indo-News]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom Lawang Bagja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.com/?p=587</guid>
		<description><![CDATA[
Essay 
TAMBAH ATAU KURANG?







Sebuah potret kekinian manusia
Lawang Bagja Al-Boghori
Pikiran, tindakan dan tingkah laku manusia pada dasarnya sama. Namun alam akhirnya memberi warna yang berbeda. Saya tidak sependapat dengan Darwin yang menyebut hubungan makhluk termasuk manusia di dalamnya dengan alam adalah sebuah proses evolusi. Saya hanya melihat ini sebuah proses siapa mewarnai siapa.







TAMBAH ATAU KURANG?







Sebuah potret kekinian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="wpcombar" style="z-index: 1001">
<p class="menupop"><strong>Essay </strong></p>
<p class="menupop"><strong><span style="font-size: x-small; color: #ff0000;"><a class="highslide img_2" title="profil-jaya-poto.jpg" href="https://213.42.175.51/exchweb/bin/redir.asp?URL=http://rumahduniadubai.files.wordpress.com/2007/05/profil-jaya-poto.jpg" target="_blank" onclick="return hs.expand(this)"><img src="https://213.42.175.51/exchweb/img/clear1x1.gif" alt="profil-jaya-poto.jpg" width="1" height="1" /></a></span></strong><strong><span style="color: #ff0000;">TAMBAH ATAU KURANG?</span></strong></p>
</div>
<div id="page">
<div id="frame">
<div id="content">
<div id="post-92" class="post">
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p><strong><span style="color: #00ccff;">Sebuah potret kekinian manusia</span></strong></p>
<p><strong>Lawang Bagja Al-Boghori</strong></p>
<p>Pikiran, tindakan dan tingkah laku manusia pada dasarnya sama. Namun alam akhirnya memberi warna yang berbeda. Saya tidak sependapat dengan Darwin yang menyebut hubungan makhluk termasuk manusia di dalamnya dengan alam adalah sebuah proses evolusi. Saya hanya melihat ini sebuah proses siapa mewarnai siapa.</p></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><span id="more-587"></span></p>
<div id="wpcombar" style="z-index: 1001">
<p class="menupop"><strong><span style="color: #ff0000;">TAMBAH ATAU KURANG?</span></strong></p>
</div>
<div id="page">
<div id="frame">
<div id="content">
<div id="post-92" class="post">
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p><strong><span style="color: #00ccff;">Sebuah potret kekinian manusia</span></strong></p>
<p><strong>Lawang Bagja Al-Boghori</strong></p>
<p>Pikiran, tindakan dan tingkah laku manusia pada dasarnya sama. Namun alam akhirnya memberi warna yang berbeda. Saya tidak sependapat dengan Darwin yang menyebut hubungan makhluk termasuk manusia di dalamnya dengan alam adalah sebuah proses evolusi. Saya hanya melihat ini sebuah proses siapa mewarnai siapa. Evolusi tentu meyakini terjadinya perubahan fisik disebabkan rangkaian peristiwa mulai dari adaptasi, survival dan seleksi alam. Dari situlah makhluk mengalami perubahan diam-diam. Seperti sebuah reaksi paralel dimana makhluk yang ada merupakan hasil ‘jelmaan’ makhluk sebelumnya. Contohnya pada manusia yang menurut Darwin berasal dari monyet. Kemudian berkembang menjadi monyet yang agak berdiri, monyet yang berdiri tegak, monyet doyan nasi hingga akhirnya monyet yang sudah bisa mikir en’ bisa bikin handphone. Seandainya Darwin benar maka manusia atau monyet menurutnya itu tentu masih berkembang bukan? Mengalami proses adaptasi, survival, dan seleksi alam.</p>
<p>Saya masih mereka-reka ‘monyet’ abad mendatang seperti apa. Apa kepalanya besar, jari tangan besar, mata belo, badan dan kaki mengecil. Kepala besar karena terus dipaksa mikir. Trilyunan impuls saraf kita dipaksa berpikir mulai dari urusan kerja, keluarga, anak, bisnis, hobi, ekonomi, politik, dan seabreg lainnya. Manusia sekarang memang cenderung banyak pikiran tapi tidak berbuat. Jari tangan besar karena era sekarang serba era tombol, remote, keyboard seperti laptop yang saya pakai sekarang. Pokoknya tinggal ‘klick’ saja!. Sehingga menjadi wajar kemudian diapresiasi ke dalam sebuah film. karena film memang produk budaya. Selanjutnya mata belo, badan dan kaki mengecil. Karena manusia sekarang memang dimanjakan indera penglihatan dan pendengarannya. Lihat saja nanti era TV plasma dan layar monitor ke depan mungkin muncul yang lebih gress. Terakhir badan dan kaki mengecil karena manusia semakin males. Di sini nanti muncul dua jenis. Yang males diet dan yang rajin diet atau ngirit. Tentunya dengan memakai alasan Darwin sendiri bahwa penyimpangan jenis pasti selalu ada. Biasalah..teori kan tidak ada yang sempurna. mungkin begitu katanya.</p>
<p>MANUSIA <em>&#8216;SEMESTA&#8217;</em></p>
<p>Tapi lupakan yang diatas! saya dan anda tentu tidak setuju dengan si Darwin bukan?. yang setuju silahkan membayangkan keturunannya ke depan mengalami proses seperti di atas. Yang tidak, mari kita menyelami potret ‘kekinian’ manusia saat ini. Sebuah potret ekosistem dimana bumi yang menjadi sentral kehidupan semesta. Dimana jagat raya dan seisinya dengan milyaran atau bahkan trilyunan galaksi yang berada di dalamnya sedang menunggu kepastian ‘kelangsungan cerita dari sebuah planet kecil bernama bumi. Saat bumi hancur maka hancur pula semesta!. Mengapa? karena manusia adalah project akhir yang paripurna dari sekian trilyun hingga tak terhingga makhluk tuhan. Anda jangan berpikir tentang E.T. atau makhluk planet lain yang ’similarly’ seperti manusia. Mengolah, memproduksi, mendistribusi, semua makhluk tuhan yang ada. Lupakan tentang film-film planet serta proyek luar angkasa yang meracuni fikiran kita. Pastikan hanya manusia adalah ‘the last product’ and nothing else…!</p>
<p>Allah menciptakan manusia dalam kapasitas yang luarr biasa. Space memori dan processornya masih belum optimal dipakai hingga saat ini. Hanya baru 1% (satu persen) yang digunakan dan itu sudah mampu mengantarkan manusia ke bulan. Kita memang ‘disiapkan’ untuk mengelola semesta. Mengelola bukan berarti menghancurkan. Mengelola juga bukan berarti memanipulasi apalagi menjadi biang kerok kehancuran semesta dan seisinya. Ya!, manakala dunia hancur maka ‘ekosistem’ semesta akan hancur pula. Tidak ada kehidupan lagi. Bukankah Tuhan sudah berjanji bahwa manusia produk terakhir yang Ia ciptakan di atas semesta. Di mana sudah ‘dipersembahkan’ alam beserta isinya?. Apa yang kurang jika kita mau berfikir anugerah ang diberikan Sang Pencipta? gas dengan komposisinya yang ideal dimana nitrogen yang <em>mendominasi</em> bukan oksigen. Air yang Ia ciptakan sudah sedemikian rupa bentuk dan jumlahnya. Yang diporos bumi sengaja Ia padatkan menjadi es agar masih tersisa daratan untuk manusia. Di dalam bumi ia jadikan api sebagai inti. Bayangkan, di dalam bumi ada api yang menggelora dan di atasnya permukaan air!. Kita masih bisa hidup dengan nikmat di atasnya. Semuaaa… yang ada memang untuk melayani manusia. Ya!, kita adalah aktor utama.</p>
<p>TAMBAH ATAU KURANG?</p>
<p>Tanpa disadari fitrah kita sebagai manusia berusaha untuk mengingatkan diri kita sendiri. Seperti film hasil kreasi manusia. Sang sutradara dengan penulis skenarionya bersepakat, aktor utama adalah yang menentukan jalan cerita. Karena ia maka cerita itu ada. Jika aktor utama mati maka habislah cerita. Jadi ia akan terus dijaga agar tetap hidup. Dalam film, sutradara dan penulis skenario pun bersepakat bahwa ending adalah keniscayaan. Durasi membatasi gerak cerita. Tinggal bagaimana menentukan sebuah akhir cerita? bahagia? sedih? tercapaikah tujuannya?. dalam skenario sekarang sudah tidak lagi dikenal alur cerita 3 babak. Sekarang sudah menjadi alur 9 babak. Sedemikian mirip dengan kisah nyata sesungguhnya dengan lakon yang kita jalani sekarang.</p>
<p>Kesalahan manusia yang utama adalah mis persepsi dengan konsep waktu. Kita selalu menghitung maju untuk waktu yang akan datang. besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, dekade akan datang, dst. Semua dianggap sebagai masa pertambahan. Bahwa umur kita nambah, harta kita nambah, anak nambah, pokoknya bicara ke depan semua harus nambah!. Di tempat kerja, produksi harus nambah!, di toko, penjualan harus nambah. Gaya hidup juga ikut nambah. Kita memang asik menambah. Dengan asik menambah itulah maka kedengkian, kebencian, rakus dan tamak menjadi lahir. Siapapun tak ada yang mau dikurangi. Negara tak mau berkurang luas wilayahnya, Provisi tak mau berkurang pendapatannya, dst. Sehingga dari persoalan ’sepele’ tambah dan kurang’ inilah gejolak kita lihat dimana-mana. Israel ingin bertambah luas wilayahnya, Palestina tidak mau dikurangi hak miliknya. Amerika ingin bertambah pasokan minyaknya maka mereka kirim pasukan ke Irak, dan masih banyak lagi. Anda bisa mengambil contoh masing-masing.  </p>
<p>Lalu seperti apa konsep sebenarnya tentang waktu? waktu </p>
<p>itu selalu berjalan mundur alias berkurang. Seperti saya ibaratkan tentang film tadi, Sang Sutradara sudah menentukan durasi film. Tapi Ia memberi pilihan kepada pemeran utama, akhir cerita apa yang kau inginkan?. Kita saat ini mungkin ada disuatu <em>scene</em> atau bagian dari akhir dari cerita dimana jam tayang sebentar lagi akan habis. Artinya masa depan adalah masa akhir. Ke depan, umur berarti berkurang, kekuatan berkurang, harta kita? berkurang! apakah ada orang mati yang menikmati kekayaan?, semua berkurang.  Maka kurangilah nafsu yang menggelora di dadamu. Buanglah kebencian dan kedengkian di hatimu. Ternyata keharmonisan hidup serta kenikmatannya makanala kita memahami hidup bukan untuk saling menguasai (baca; menambah). Justru dengan saling memberi (baca; mengurangi). Saat semua ingin saling memberi (mengurangi) maka tak ada kekacauan serta hiruk pikuk ketidakpuasan. Ingat!, kita adalah aktor utama. Jika keserakahan dan kedengkian menguasai penduduk bumi serta isinya maka ending cerita dari planet ini sudah demikian dekat. Tak ada lakon utama, cerita pun habis.</p>
<p>Bahwa film ada endingnya itu tentu. Tapi siapa yang tahu ending cerita dari semesta? itulah mengapa Rasul Muhammad yang mulia memberikan tanda-tandanya. Jika kerusakan merajalela, manusia seperti binatang, membunuh dan menguasai, saling menipu dan mencurangi, dst. maka ending sudah dekat. Dan jagat raya menunggu kepastian lakon cerita manusia…</p>
<p>Wallahu a’lam</p></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2007/05/19/tambah-atau-kurang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
