-
Emak
Posted on May 23rd, 2007 No commentsJika ada wanita yang kepadanya aku lepaskan segala resah dan kerinduan tak berujung bak samudera kehidupan yang tak pernah kering. Maka ia adalahemak…
Dalam dekapan dan senandung cinta di penghujung malam aku menemukan bibir pantai cintanya.
Dalam senyum dan doa yang ia latunkan di setiap langkah, kutemukan keindahan kemilau hatinya.Pun dalam gelisah dan tangis yang air matanya menganak sungai, kutemukan hakikat atas nama cinta-Nya.Kepada Emak yang membujur di pembaringan keabadian.
Read the rest of this entry » -
Merah-Putih- kan dengan Iman-Taqwa
Posted on May 8th, 2007 No commentsKibarkan terus prestasimuPrestasi Merah Putih muBuktikan bahwa darahmu MerahDgn cara Merah kan lah orang2 disekitarmu.Buktikan bahwa hatimu PutihDgn cara Putih kan lah kotoran2 disekitarmu.Merahkan, dan Putihkan, dengan iman dan taqwa. -
Surat suami kepada istrinya
Posted on April 17th, 2007 No commentsAssalamualikum wr. wb.
"Awal bulan depan, genap satu tahun pernikahan kita.Sementara bunga kecil di perutmu sudah mulai
mendesak-desak ingin keluar, hmm… tak terasa sebentar lagi bunga itu akan keluar dan menghiasi
harum rumah kecil ini. Dik, sungguh aku sudah tidak sabar untuk menciuminya sepuasku hingga tak satupun
orang lain kuberikan kesempatan mencium dan memeluknya sebelum aku, ayahnya, bosan menciumnya. -
KAMPUNG MALING
Posted on April 14th, 2007 No commentsaku anak si raja maling
makan emping sama belimbing
aku lahir di kampung maling
plesiran kencing kayak anjing
aku besar di kampung maling
kursi kupaling biar happy endingaku jadi raja maling
tak maling tak eling tujuh keliling
aku si raja maling
tender dan kepeng berkeping-kepingakulah si raja maling
bawa klewang tanpa tedeng aling-alingYa, akulah si raja maling di kampung maling
nyari ratu maling mas kawinnya anting-anting!***
Raja maling dan kedua ajudannya baru saja kembali dari “Operasi Maling Jaya X”.
Read the rest of this entry » -
Lelaki Tanpa Wajah
Posted on March 31st, 2007 No commentsSATU petang di cafe yang terletak dalam sebuah mall, ditemani secangkir cappucino dan piring kecil berisi dua potong brownies, aku membaca buku panduan cara beternak burung puyuh. Aku percaya, jika bisa disiasati dan dinikmati, menunggu tidaklah membosankan.
Tiga bulan lalu di basement mall ini, aku bertemu Risia. Dia melintas ketika aku baru selesai memarkir mobil. Antara ragu dan rindu, kuseru namanya. Dia menunda langkah dan menengok. Satu kebetulan yang indah. Sedannya parkir tak jauh dari kijangku. Setelah basa-basi sebentar dan saling memberi nomor ponsel, dia pamit pulang. Ada yang mekar diam-diam dalam hati saat melepasnya pergi.
Maka beginilah jadinya. Risia menjelma di pintu masuk. Sambil melempar senyum, ia melangkah anggun menuju pojok cafe.
Read the rest of this entry »









Komentar Pengunjung