indo-emirates

Category » Kolom Made Mariana « @ Indo-Emirates
Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais – Abu Dhabi – UAE
RSS icon Email icon Home icon
  • Tembok 2: Marah yang tak terkendali

    Posted on January 9th, 2010 made mariana No comments

    Anakku sekalian…, keinginan yang tak terkendali akan mengarah pada pemborosan sumber daya, artinya sumber daya terbatas yang dimiliki tidak diaplikasikan tepat guna. Pada akhirnya hajatan utama untuk meraih cita-cita terbentur karena kurangnya sumber daya, ibarat sebuah tembok yang sangat tebal terbuat dari besi baja, membendung laju kehidupan kita.

    “Nafsu keinginan tak pernah terpuaskan dengan menikmati objek keinginan itu, karena ia akan tumbuh semakin besar, seperti api yang dituangi bahan baker” demikian dinyatakan dalam Manusmerti II.94

    “Guru, terimakasih banyak dengan penjelasan guru yang sangat gamblang, kini kami mengerti kenapa keinginan yang tak terkendali itu bisa menjadi sebuah penghalang yang hebat, bagaimana dengan tembok penghalang berikutnya…?

    “Ananda.. tembok berikutnya adalah marah/krodha yang tidak terkendali, kemarahan adalah nafsu yang terbentuk dari guna rajas yang sangat merusak dan berdosa, oleh karenanya mereka sering disetarakan dengan musuh dalam diri manusia” Read the rest of this entry »

  • Enam Tembok Penghalang Kesuksesan

    Posted on November 2nd, 2009 made mariana No comments

    Tembok 1: Keinginan yang tak terkendali

    Seperti biasa pagi itu setelah melakukan sembahyang/meditasi bersama, Sang Guru Jati berkumpul bersama para muridnya di Bale Gede yang terbuat dari kayu berukir indah sekali, ornamen ukiran yang dihiasi dengan motif bunga-bunga yang sedang mekar, berpadu dengan motif dedaunan yang dikombinasikan dengan warna-warna alami. Disetiap pilar tampak ukiran tumbuhan rambat dimana beberapa burung bertengger mesra bersama kawan-kawannya,tampak sangat sedap dipandang mata. Read the rest of this entry »

  • Ketergesaan memperlambat hasil

    Posted on September 1st, 2009 made mariana No comments

    Al kisah seorang pemuda yang gagah berani berkeinginan untuk menuntut ilmu silat pada guru yang sangat tersohor pada jamannya. Pemuda ini sangat bersemangat untuk menjadi seorang pendekar mumpuni. Guru itu bertempat tinggal disebuah gubuk di lereng gunung Agung. Untuk mencapai tempat sang maestro dibutuhkan usaha kerja keras yang tidak mudah, lereng-lereng yang curam dengan jurang yang sangat dalam menghiasi disepanjang jalan, seakan siap menelan siapa saja yang terpelset ke dalamnya. Read the rest of this entry »

  • Berjalan..

    Posted on August 17th, 2009 made mariana No comments

    Semua orang pasti pernah berjalan. Berjalan salah satu aktivitas yang tidak bisa kita hindari dalam hidup ini. Berjalan mengantarkan kita berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

    Bicara tentang berjalan, saya jadi teringat dengan pesan Ibu seorang wanita single parent yang sederhana sebelum pergi merantau
    “Dek hidup ini seperti orang berjalan…jangan hanya melihat ke depan, tapi lihat juga kebelakang, kemudian lihat juga ke samping kiri dan kanan, lihat juga ke atas dan ke bawah..kemudian langkahkan kakimu terus ke depan jangan mundur lagi.. ”
    Read the rest of this entry »

  • Waktu dan Prioritas

    Posted on July 28th, 2009 made mariana No comments

    Di sudut kota ada sebuah bangunan yang megah, berdiri gagah menjulang langit. Bangunan ini terdiri dari 11 lantai,  setiap lantai terdapat 12 kamar dan satu ruang rapat yang luas dan indah, penuh dengan dekorasi benda-benda langka yang dikombinasikan dengan warna-warni alami membuat setiap mata memandang jadi takjub.

    Hari ini di dalam ruang rapat tersebut akan diadakan pertemuan  stake holders sebuah perusahaan yang memegang peran penting dalam percaturan ekonomi di negara itu. Perusahaan ini adalah perusahaan multinasional yang sahamnya dimilliki oleh para investor dari berbagai negara di Benua Eropah yang bekerjasama dengan para investor local.

    Rapat dijadwalkan mulai pukul 10:00 pagi. Satu persatu para petinggi di perusahaan itu datang, hingga waktu menunjukkan pukul 10:00 tepat, semua kursi yang tersedia telah penuh kecuali satu kursi utama.  Sebenarnya ada dua kursi utama di sana, yang selalu di pakai oleh pemilik saham terbesar dari Benua Eropah (Mr. Robert) dan pemilik saham terbesar dari dalam negeri (Mr. Mahaartha) dikenal pula dengan nama Mr. Artha

    Rapat terpaksa ditunda beberapa menit karena menunggu Mr. Artha, semua orang tampak mulai gelisah manakala waktu telah menunjukkan pukul 10:30 belum juga ada tanda-tanda kemunculan Mr. Artha. Tepat pukul 10:35 barulah beliau datang dengan pakaian khas daerahnya diiringi oleh dua orang body guard.

    Good morning gentlemen”

    Good morning…

    Mahaartha langsung menuju kursi utama dan tidak lupa dia melepas senyuman sambil menjabat tangan rekan bisnisnya pada  Robert.

    Robert membalas senyuman Artha sambil bertanya lembut:

    Robert:  Mr. Artha, have you ever been traveling with aeroplane..?

    Mahaartha: Yes of course, why…?

    Robert: Have you ever been late to flight…?

    Mahaartha: No I have not.

    Robert: Yes almost 99% people who use to flight they are never late.

    Artha: Yes you are right

    Robert: Any body know why they  never late…?, or very rare the people late to flight..? (semua hadirin terdiam saling pandang sambil memutar otak untuk menemukan jawaban pertanyaan Robert).

    Robert: “In my opinion, they are/we are never late to flight because we put them in the first priorities/ we think it’s very important for us.

    If you think that this meeting is very important for you and you put them in the first priority, so none of you will be late. We will not lose our time more than 30 minutes.

    Percakapan di atas hanyalah salah saju kejadian yang mengungkapkan kekecewaan seorang insan karena rekan bisnisnya datang terlambat.

    Nyatanya di dalam kehidupan kita sehari-sehari seringkali kita mendapati beberapa orang atau kita sendiri sering terlambat untuk menghadiri suatu acara misalnya: Pesta pernikahan seorang sahabat, Pesta Ulang Tahun kerabat, Syukuran atas keberhasilan seroang teman, Rapat penting

    Disadari atau tidak kita cendrung memiliki mindset bahwa: undangan itu bukan suatu prioritas utama,  tentu hal ini akan sangat mempengaruhi kelangsungan acara dari suatu pesta atau perayaan, apalagi anda adalah orang yang ditunggu oleh sang punya acara. Seperti Mr. Mahaartha dalam cerita di atas.

    Bagi orang barat waktu sangatlah penting, “Time is money” (Waktu adalah uang) demikian mereka melukiskan betapa berharganya waktu itu.

    Untuk mengerti betapa berharganya sang waktu setahun tanyakan pada seorang siswa yang gagal ujian masuk perguruan tinggi negeri.

    Untuk mengerti betapa berharganya waktu sebulan tanyakan pada ibu yang melahir bayi premature

    Untuk mengerti betapa berharganya waktu sejam tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat.

    Untuk mengerti betapa berharganya waktu semenit tanyakan pada orang yang lepas dari musibah

    Untuk mengerti betapa berharganya waktu sedetik tanyakan pada para atlet yang gagal meraih posisi puncak terutama lari jarak pendek, para pembalap fomula 1.

    Demikian berharganya sang waktu oleh karenanya, marilah kita biasakan diri kita untuk menepati waktu, tempatkan mereka sebagai prioritas dan sebagai hal yang penting seperti kita mau bepergian naik pesawat terbang.