-
Tembok ke 3: Loba/Serakah yang tak terkendali
Posted on April 13th, 2010 No commentsPagi itu begitu cerah, sinar mentari menyapu sang rau, angin sejuk pegunungan berhempus dengan lembut seakan menyapa siapapun yang datang bertamu, burung-burung berkicau riang beterbangan dari satu dahan ke dahan yang lain, tak mau kalah, kupu-kupupun bercengkrama mesra menari riang di atas bunga-bunga yang mekar berwarna-warni menghiasi taman di depan pesraman sang Pandita. Tampak Sang Pandita bersama murid-muridnya sedang asyik berdiskusi dibawah pohon rindang di pinggir kolam dengan airnya yang jernih dihiasi oleh bunga teratai beraneka warna membuat takjub siapapun yang menyaksikan karya agung Tuhan Maha Esa.
Seorang murid yang bertubuh jangkung berpakaian warna biru tiba-tiba berdiri diantara kerumunan kawan-kawannya. Dengan mencakupkan kedua tangannya di dada sang pemuda mengucapkan salam hormat sambil berkata “Semoga semua mahluk berbahagia dan sejahtera, Guru terimakasih atas penjelasan guru tentang Tembok:1 Keinginan yang terkendali, Tembok:2 Marah yang tak terkendali, sungguh semua penjelasan guru telah membuka mata hamba yang bodoh ini. Ternyata tanpa hamba sadari selama ini hamba sering diperbudak oleh kedua tembok itu. Pabila Guru berkenan sudilah kiranya Guru menjelaskan tembok berikutnya..” Read the rest of this entry »
-
Tembok 2: Marah yang tak terkendali
Posted on January 9th, 2010 No comments
Anakku sekalian…, keinginan yang tak terkendali akan mengarah pada pemborosan sumber daya, artinya sumber daya terbatas yang dimiliki tidak diaplikasikan tepat guna. Pada akhirnya hajatan utama untuk meraih cita-cita terbentur karena kurangnya sumber daya, ibarat sebuah tembok yang sangat tebal terbuat dari besi baja, membendung laju kehidupan kita.“Nafsu keinginan tak pernah terpuaskan dengan menikmati objek keinginan itu, karena ia akan tumbuh semakin besar, seperti api yang dituangi bahan baker” demikian dinyatakan dalam Manusmerti II.94
“Guru, terimakasih banyak dengan penjelasan guru yang sangat gamblang, kini kami mengerti kenapa keinginan yang tak terkendali itu bisa menjadi sebuah penghalang yang hebat, bagaimana dengan tembok penghalang berikutnya…?
“Ananda.. tembok berikutnya adalah marah/krodha yang tidak terkendali, kemarahan adalah nafsu yang terbentuk dari guna rajas yang sangat merusak dan berdosa, oleh karenanya mereka sering disetarakan dengan musuh dalam diri manusia” Read the rest of this entry »
-
Enam Tembok Penghalang Kesuksesan
Posted on November 2nd, 2009 No commentsTembok 1: Keinginan yang tak terkendali
Seperti biasa pagi itu setelah melakukan sembahyang/meditasi bersama, Sang Guru Jati berkumpul bersama para muridnya di Bale Gede yang terbuat dari kayu berukir indah sekali, ornamen ukiran yang dihiasi dengan motif bunga-bunga yang sedang mekar, berpadu dengan motif dedaunan yang dikombinasikan dengan warna-warna alami. Disetiap pilar tampak ukiran tumbuhan rambat dimana beberapa burung bertengger mesra bersama kawan-kawannya,tampak sangat sedap dipandang mata. Read the rest of this entry »
-
Ketergesaan memperlambat hasil
Posted on September 1st, 2009 No commentsAl kisah seorang pemuda yang gagah berani berkeinginan untuk menuntut ilmu silat pada guru yang sangat tersohor pada jamannya. Pemuda ini sangat bersemangat untuk menjadi seorang pendekar mumpuni. Guru itu bertempat tinggal disebuah gubuk di lereng gunung Agung. Untuk mencapai tempat sang maestro dibutuhkan usaha kerja keras yang tidak mudah, lereng-lereng yang curam dengan jurang yang sangat dalam menghiasi disepanjang jalan, seakan siap menelan siapa saja yang terpelset ke dalamnya. Read the rest of this entry »
-
Berjalan..
Posted on August 17th, 2009 No commentsSemua orang pasti pernah berjalan. Berjalan salah satu aktivitas yang tidak bisa kita hindari dalam hidup ini. Berjalan mengantarkan kita berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.
Bicara tentang berjalan, saya jadi teringat dengan pesan Ibu seorang wanita single parent yang sederhana sebelum pergi merantau
“Dek hidup ini seperti orang berjalan…jangan hanya melihat ke depan, tapi lihat juga kebelakang, kemudian lihat juga ke samping kiri dan kanan, lihat juga ke atas dan ke bawah..kemudian langkahkan kakimu terus ke depan jangan mundur lagi.. ”
Read the rest of this entry »










Komentar Pengunjung