indo-emirates

Category » Manajemen « @ Indo-Emirates
Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais – Abu Dhabi – UAE
RSS icon Email icon Home icon
  • Komunikasi: Jembatan Emas Menuju Sukses

    Posted on July 22nd, 2010 made mariana No comments

    Salam Sejahtera dan Sukses Selalu

    komunikasi

    Sejak dulu saya sering bertanya-tanya dalam diri: mengapa ada banyak orang yang memiliki potensi tinggi tidak mampu melejit mencapai puncak karir dalam hidupnya. Padalah kalau kita lihat dari kompetensi yang dimilikinya, boleh dikatakan dia di atas rata-rata. Di lain sisi, banyak juga orang yang memiliki kemampuan yang sedang-sedang saja, namun dia mampu melejit mencapai puncak karir.

    Ketika saya sedang asyik duduk di pinggir ADNOC Beach melamunkan tentang kejadian ini, tempat di mana para karyawan ADNOC biasanya bersantai di kala libur, tiba-tiba ada sederet kalimat muncul dalam benak saya, “Bila diibaratkan sebuah emas dan berlian, bila emas dan berlian itu disimpan di suatu tempat rahasia, di mana tidak ada orang yang tahu, maka emas dan berlian itu tidak mampu mendatangkan manfaat bagi manusia”. Read the rest of this entry »

  • Tembok ke 3: Loba/Serakah yang tak terkendali

    Posted on April 13th, 2010 made mariana No comments

    Pagi itu begitu cerah, sinar mentari menyapu sang rau, angin sejuk pegunungan berhempus dengan lembut seakan menyapa siapapun yang datang bertamu, burung-burung berkicau riang beterbangan dari satu dahan ke dahan yang lain, tak mau kalah, kupu-kupupun bercengkrama mesra menari riang di atas bunga-bunga yang mekar berwarna-warni menghiasi taman di depan pesraman sang Pandita. Tampak Sang Pandita bersama murid-muridnya sedang asyik berdiskusi dibawah pohon rindang di pinggir kolam dengan airnya yang jernih dihiasi oleh bunga teratai beraneka warna membuat takjub siapapun yang menyaksikan karya agung Tuhan Maha Esa.

    Seorang murid yang bertubuh jangkung berpakaian warna biru tiba-tiba berdiri diantara kerumunan kawan-kawannya. Dengan mencakupkan kedua tangannya di dada sang pemuda mengucapkan salam hormat sambil berkata “Semoga semua mahluk berbahagia dan sejahtera, Guru terimakasih atas penjelasan guru tentang Tembok:1 Keinginan yang terkendali, Tembok:2 Marah yang tak terkendali, sungguh semua penjelasan guru telah membuka mata hamba yang bodoh ini. Ternyata tanpa hamba sadari selama ini hamba sering diperbudak oleh kedua tembok itu. Pabila Guru berkenan sudilah kiranya Guru menjelaskan tembok berikutnya..” Read the rest of this entry »

  • Tembok 2: Marah yang tak terkendali

    Posted on January 9th, 2010 made mariana No comments

    Anakku sekalian…, keinginan yang tak terkendali akan mengarah pada pemborosan sumber daya, artinya sumber daya terbatas yang dimiliki tidak diaplikasikan tepat guna. Pada akhirnya hajatan utama untuk meraih cita-cita terbentur karena kurangnya sumber daya, ibarat sebuah tembok yang sangat tebal terbuat dari besi baja, membendung laju kehidupan kita.

    “Nafsu keinginan tak pernah terpuaskan dengan menikmati objek keinginan itu, karena ia akan tumbuh semakin besar, seperti api yang dituangi bahan baker” demikian dinyatakan dalam Manusmerti II.94

    “Guru, terimakasih banyak dengan penjelasan guru yang sangat gamblang, kini kami mengerti kenapa keinginan yang tak terkendali itu bisa menjadi sebuah penghalang yang hebat, bagaimana dengan tembok penghalang berikutnya…?

    “Ananda.. tembok berikutnya adalah marah/krodha yang tidak terkendali, kemarahan adalah nafsu yang terbentuk dari guna rajas yang sangat merusak dan berdosa, oleh karenanya mereka sering disetarakan dengan musuh dalam diri manusia” Read the rest of this entry »

  • Enam Tembok Penghalang Kesuksesan

    Posted on November 2nd, 2009 made mariana No comments

    Tembok 1: Keinginan yang tak terkendali

    Seperti biasa pagi itu setelah melakukan sembahyang/meditasi bersama, Sang Guru Jati berkumpul bersama para muridnya di Bale Gede yang terbuat dari kayu berukir indah sekali, ornamen ukiran yang dihiasi dengan motif bunga-bunga yang sedang mekar, berpadu dengan motif dedaunan yang dikombinasikan dengan warna-warna alami. Disetiap pilar tampak ukiran tumbuhan rambat dimana beberapa burung bertengger mesra bersama kawan-kawannya,tampak sangat sedap dipandang mata. Read the rest of this entry »

  • Waktu dan Prioritas

    Posted on July 28th, 2009 made mariana No comments

    Di sudut kota ada sebuah bangunan yang megah, berdiri gagah menjulang langit. Bangunan ini terdiri dari 11 lantai,  setiap lantai terdapat 12 kamar dan satu ruang rapat yang luas dan indah, penuh dengan dekorasi benda-benda langka yang dikombinasikan dengan warna-warni alami membuat setiap mata memandang jadi takjub.

    Hari ini di dalam ruang rapat tersebut akan diadakan pertemuan  stake holders sebuah perusahaan yang memegang peran penting dalam percaturan ekonomi di negara itu. Perusahaan ini adalah perusahaan multinasional yang sahamnya dimilliki oleh para investor dari berbagai negara di Benua Eropah yang bekerjasama dengan para investor local.

    Rapat dijadwalkan mulai pukul 10:00 pagi. Satu persatu para petinggi di perusahaan itu datang, hingga waktu menunjukkan pukul 10:00 tepat, semua kursi yang tersedia telah penuh kecuali satu kursi utama.  Sebenarnya ada dua kursi utama di sana, yang selalu di pakai oleh pemilik saham terbesar dari Benua Eropah (Mr. Robert) dan pemilik saham terbesar dari dalam negeri (Mr. Mahaartha) dikenal pula dengan nama Mr. Artha

    Rapat terpaksa ditunda beberapa menit karena menunggu Mr. Artha, semua orang tampak mulai gelisah manakala waktu telah menunjukkan pukul 10:30 belum juga ada tanda-tanda kemunculan Mr. Artha. Tepat pukul 10:35 barulah beliau datang dengan pakaian khas daerahnya diiringi oleh dua orang body guard.

    Good morning gentlemen”

    Good morning…

    Mahaartha langsung menuju kursi utama dan tidak lupa dia melepas senyuman sambil menjabat tangan rekan bisnisnya pada  Robert.

    Robert membalas senyuman Artha sambil bertanya lembut:

    Robert:  Mr. Artha, have you ever been traveling with aeroplane..?

    Mahaartha: Yes of course, why…?

    Robert: Have you ever been late to flight…?

    Mahaartha: No I have not.

    Robert: Yes almost 99% people who use to flight they are never late.

    Artha: Yes you are right

    Robert: Any body know why they  never late…?, or very rare the people late to flight..? (semua hadirin terdiam saling pandang sambil memutar otak untuk menemukan jawaban pertanyaan Robert).

    Robert: “In my opinion, they are/we are never late to flight because we put them in the first priorities/ we think it’s very important for us.

    If you think that this meeting is very important for you and you put them in the first priority, so none of you will be late. We will not lose our time more than 30 minutes.

    Percakapan di atas hanyalah salah saju kejadian yang mengungkapkan kekecewaan seorang insan karena rekan bisnisnya datang terlambat.

    Nyatanya di dalam kehidupan kita sehari-sehari seringkali kita mendapati beberapa orang atau kita sendiri sering terlambat untuk menghadiri suatu acara misalnya: Pesta pernikahan seorang sahabat, Pesta Ulang Tahun kerabat, Syukuran atas keberhasilan seroang teman, Rapat penting

    Disadari atau tidak kita cendrung memiliki mindset bahwa: undangan itu bukan suatu prioritas utama,  tentu hal ini akan sangat mempengaruhi kelangsungan acara dari suatu pesta atau perayaan, apalagi anda adalah orang yang ditunggu oleh sang punya acara. Seperti Mr. Mahaartha dalam cerita di atas.

    Bagi orang barat waktu sangatlah penting, “Time is money” (Waktu adalah uang) demikian mereka melukiskan betapa berharganya waktu itu.

    Untuk mengerti betapa berharganya sang waktu setahun tanyakan pada seorang siswa yang gagal ujian masuk perguruan tinggi negeri.

    Untuk mengerti betapa berharganya waktu sebulan tanyakan pada ibu yang melahir bayi premature

    Untuk mengerti betapa berharganya waktu sejam tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat.

    Untuk mengerti betapa berharganya waktu semenit tanyakan pada orang yang lepas dari musibah

    Untuk mengerti betapa berharganya waktu sedetik tanyakan pada para atlet yang gagal meraih posisi puncak terutama lari jarak pendek, para pembalap fomula 1.

    Demikian berharganya sang waktu oleh karenanya, marilah kita biasakan diri kita untuk menepati waktu, tempatkan mereka sebagai prioritas dan sebagai hal yang penting seperti kita mau bepergian naik pesawat terbang.