<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indo-Emirates &#187; Manajemen</title>
	<atom:link href="http://www.indo-emirates.org/category/manajemen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.indo-emirates.org</link>
	<description>Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais - Abu Dhabi - UAE</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 16:08:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Komunikasi: Jembatan Emas Menuju Sukses</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/07/22/komunikasi-jembatan-emas-menuju-sukses/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/07/22/komunikasi-jembatan-emas-menuju-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 16:08:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made mariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Made Mariana]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Beach]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1247</guid>
		<description><![CDATA[Salam Sejahtera dan Sukses Selalu
Sejak dulu saya sering bertanya-tanya dalam diri: mengapa ada banyak orang yang memiliki potensi tinggi tidak mampu melejit mencapai puncak karir dalam hidupnya. Padalah kalau kita lihat dari kompetensi yang dimilikinya, boleh dikatakan dia di atas rata-rata. Di lain sisi, banyak juga orang yang memiliki kemampuan yang sedang-sedang saja, namun dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Sejahtera dan Sukses Selalu</p>
<div id="attachment_1249" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a class="highslide img_1" href="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/07/communication.jpg" onclick="return hs.expand(this)"><img class="size-full wp-image-1249" title="communication" src="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/07/communication.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">komunikasi</p></div>
<p>Sejak dulu saya sering bertanya-tanya dalam diri: mengapa ada banyak orang yang memiliki potensi tinggi tidak mampu melejit mencapai puncak karir dalam hidupnya. Padalah kalau kita lihat dari kompetensi yang dimilikinya, boleh dikatakan dia di atas rata-rata. Di lain sisi, banyak juga orang yang memiliki kemampuan yang sedang-sedang saja, namun dia mampu melejit mencapai puncak karir.</p>
<p>Ketika saya sedang asyik duduk di pinggir <em>ADNOC Beach</em> melamunkan tentang kejadian ini, tempat di mana para karyawan <em>ADNOC</em> biasanya bersantai di kala libur, tiba-tiba ada sederet kalimat muncul dalam benak saya, “Bila diibaratkan sebuah emas dan berlian, bila emas dan berlian itu disimpan di suatu tempat rahasia, di mana tidak ada orang yang tahu, maka emas dan berlian itu tidak mampu mendatangkan manfaat bagi manusia”.<span id="more-1247"></span></p>
<p>Demikian pula orang dengan multi talenta, bila tidak  bertemu dengan orang yang memerlukan, maka talentanya tidak bisa dioptimalkan untuk meraih sukses dalam hidupnya. Karena sejatinya manusialah makhluk kunci peradaan di bumi ini. Manusia yang mendirikan perusahaan, manusia yang menjadi <em>supplier</em>, yang menjadi pelanggan, yang memperkerjakan tenaga-tenaga berkompeten. Oleh karenanya, <strong>orang yang memiliki multi talenta mesti diketahui oleh orang yang membutuhkan sehingga dia memiliki ruang untuk mengembangkan talentanya</strong>.</p>
<p>Bagaimanakah caranya agar orang mengetahui kompetensi kita…? Mesti ada orang yang memberitahu, bisa kita sendiri atau melalui orang lain. Dengan kata lain a<span style="text-decoration: underline;">da yang mengkomunikasikannya ke orang yang membutuhkan tadi</span>.</p>
<p>Jadi yang menjadi kata kuncinya adalah, “<strong>komunikasi</strong>“. Apa sih komunikasi itu?…</p>
<p>Menurut<em> progress management consultants: communication is the process of giving, receiving, or exchanging of information, opinions, feelings or ideas by speech, writing or visual means or a combination of the three.</em></p>
<p>(Komunikasi adalah proses memberi, menerima atau bertukar informasi, pendapat, perasaan atau ide melalui perkataan, tulisan atau alat-alat peraga atau melalui kombinasi ketiganya)</p>
<p>Komunikasi memegang peran penting bagi kita untuk membantu mewujudkan hubungan yang sehat dan penuh penghargaan baik di dunia kerja, sosial, dan keluarga. Oleh karenanya kita mesti memiliki keahlian berkomunikasi yang baik.</p>
<p>Untuk mencapai komunikasi yang baik perlu dilakukan dengan <strong>JEBPLES</strong> yaitu: Jelas, Benar, Penuh Pertimbangan, Lengkap dan Singkat. Selain itu, berkomunikasi  mesti memperhatikan: <strong><em>5 W &amp; H</em></strong><em> (Whom, Who, What, When, Where and How)</em></p>
<ol>
<li><em>Whom</em>: Siapa yang diajak berkomunikas.</li>
<li><em>Who</em>: Siapa yang akan mengkomunikasikan.</li>
<li><em>What</em>: Apa isi yang tepat untuk dikomunikasikan.</li>
<li><em>When</em>: Kapan waktu yang tepat untuk berkomunikas.</li>
<li><em>Where</em>: Dimana lokasi yang tepat untuk mengkomunikasikan      pesan tersebut.</li>
<li><em>How</em>: Bahasa, media, style yang dipakai untuk berkomunikas.</li>
</ol>
<p><strong>Kemampuan berkomunikasi adalah salah satu bentuk dari kecerdasan emosi (<em>EQ, Emotional Quotient</em>), banyak para psikolog percaya bahwa <em>EQ</em> memiliki kontribusi yang lebih besar untuk meraih sukses dalam kehidupan kita dibandingkan dengan kecerdasan otak (<em>IQ, Intelligent Quotient)</em></strong>. Simak pendapat Daniel Goleman dalam bukunya “Emotional Intelligence<em>“. </em>IQ hanya menyumbangkan sekitar 20% sementara EQ memberi kontribusi  sebesar 80% bagi kesuksesan kita. Tak mengherankan bila paket-paket pelatihan <em>Success Through Emotional Intelligence</em> sangat laku di pasaran walaupun dipatok dengan harga yang cukup mahal.</p>
<p>Kelihaian berkomunikasi dibutuhkan sejak awal menuliskan lamaran, membuat CV, test wawancara, untuk meyakinkan <em>employer</em> tentang kualifikasi kita. Saat diterima bekerja menjadi seorang karyawan atau karyawati, peran komunikasi pun tidak kalah penting untuk menjaga hubungan baik dengan atasan, dengan rekan kerja, dengan bawahan, dengan pelanggan, dengan <em>supplier</em>. Agar para <em>stake holder</em> memahami dengan baik kemampuan kita, diperlukan kemampuan berkomunikasi yang baik.</p>
<p>Kalo kita perhatikan, tidak ada satu pun pemimpin dunia, politikus ulung, pebisnis, negosiator, pengacara, artis yang tidak memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Barack Obama misalnya,mampu menjadi presiden Amerika Serikat walaupun berasal dari kalangan kulit hitam. Salah satu sebab utamanya , arena Obama memiliki kemampuan komunikasi yang luar biasa. Dia mampu meyakinkan <em>public</em> Amerika tentang kemampuannya membawa AS menuju masa depan yang lebih baik.</p>
<p>Menurut Prof. Hembing, jika “organisasi” diumpamakan tubuh  manusia, maka komunikasi adalah jantungnya. Dengan komunikasi itulah, manusia membentuk komunitas-komunitas yang antara lain berupa sebuah organisasi yang pada gilirannya berupaya mewujudkan sukses.</p>
<p><strong>Untuk memenangkan persaingan kita perlu <em>trust</em> dan <em>belief</em></strong>. Keduanya bisa didapatkan bila kita memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Orang lain mengetahui kemampuan kita  setelah mereka menyaksikan bukti nyata melalui:</p>
<ol>
<li><em>Appearance</em> : Penampilan</li>
<li><em>Words</em>: Perkataan</li>
<li><em>Tone</em>: Nada bicara</li>
<li><em>Actions</em>: Apa yang anda lakukan</li>
<li><em>Behavior</em>: Bagaimana anda melakukannya</li>
<li><em>Reaction of others</em>: Respon orang lain kepada kita</li>
<li><em>Results</em>: Pencapaian atau Prestasi</li>
</ol>
<p>Jadi bila kita ingin sukses di bidang kita masing-masing, maka kemampuan berkomunikasi yang baik adalah hal yang mutlak untuk dimiliki.</p>
<p>Salam Sukses Selalu!</p>
<p><strong><em>Made Mariana</em></strong>/Abu Dhabi (http://www.singaraja.wordpress.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/07/22/komunikasi-jembatan-emas-menuju-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tembok ke 3: Loba/Serakah yang tak terkendali</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/04/13/tembok-ke-3-lobaserakah-yang-tak-terkendali/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/04/13/tembok-ke-3-lobaserakah-yang-tak-terkendali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 18:09:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made mariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Made Mariana]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1186</guid>
		<description><![CDATA[
Pagi itu begitu cerah, sinar mentari menyapu sang rau, angin sejuk pegunungan berhempus dengan lembut seakan menyapa siapapun yang datang bertamu, burung-burung berkicau riang beterbangan dari satu dahan ke dahan yang lain, tak mau kalah, kupu-kupupun bercengkrama mesra menari riang di atas bunga-bunga yang mekar berwarna-warni menghiasi taman di depan pesraman sang Pandita. Tampak Sang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide img_3" href="../wp-content/uploads/2010/04/serakah.jpg" onclick="return hs.expand(this)"><img class="alignnone" title="serakah" src="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/04/serakah.jpg" alt="" width="300" height="268" /></a></p>
<p>Pagi itu begitu cerah, sinar mentari menyapu sang rau, angin sejuk pegunungan berhempus dengan lembut seakan menyapa siapapun yang datang bertamu, burung-burung berkicau riang beterbangan dari satu dahan ke dahan yang lain, tak mau kalah, kupu-kupupun bercengkrama mesra menari riang di atas bunga-bunga yang mekar berwarna-warni menghiasi taman di depan pesraman sang Pandita. Tampak Sang Pandita bersama murid-muridnya sedang asyik berdiskusi dibawah pohon rindang di pinggir kolam dengan airnya yang jernih dihiasi oleh bunga teratai beraneka warna membuat takjub siapapun yang menyaksikan karya agung Tuhan Maha Esa.</p>
<p>Seorang murid yang bertubuh jangkung berpakaian warna biru tiba-tiba berdiri diantara kerumunan kawan-kawannya. Dengan mencakupkan kedua tangannya di dada sang pemuda mengucapkan salam hormat sambil berkata “Semoga semua mahluk berbahagia dan sejahtera, Guru terimakasih atas penjelasan guru tentang Tembok:1 Keinginan yang terkendali, Tembok:2 Marah yang tak terkendali, sungguh semua penjelasan guru telah membuka mata hamba yang bodoh ini. Ternyata tanpa hamba sadari selama ini hamba sering diperbudak oleh kedua tembok itu. Pabila Guru berkenan sudilah kiranya Guru menjelaskan tembok berikutnya..”<span id="more-1186"></span></p>
<p>Sang Pandita dengan senyumnya yang khas membuat tenang dan nyaman siapapun yang memandang, menatap lembut yang pemuda; “Anakku tembok yang ketiga adalah Lobha atau disebut pula serakah. Lobha/serakah/tamak artinya selalu ingin mendapat (memiliki) banyak-banyak, Sifat ini bila tidak terkendali akan menyebabkan petaka, bisa menjadi tembok yang kuat dan kokoh yang menghalangi perjalanan Ananda menuju sukses.</p>
<p>Loba yang disertai dengan sifat malas, melahirkan banyak penyakit baru seperti, korupsi, kolusi dan nepotisme, Ingin hidup enak dan senang tetapi malas berusaha. Inilah musuh manusia yang sering menyelinap dalam dirinya yang sulit membendungnya bila diri tidak dibentengi dengan kekuatan kebajikan.</p>
<p>Anakku bila nanti kalian terpilih menjadi pemuka adat, menjadi pejabat atau petinggi di dalam sebuah perusahaan/organisasi, menjadi pemimpin negeri/Negara, berhati-hatilah pada musuh yang satu ini, kewajiban pemimpin memberi contoh yang baik dan menjadi pelayan masyarakat. Janganlah sampai kalian diperbudak oleh Loba/tamak ini, karena dia sangat berbahaya, seorang pemimpin hendaknya mengusahakan kemakmuran rakyat, mewakili aspirasi dari rakyat yang dipinpinnya. Bukan malah menghisap madu ataupun sumber daya yang dimiliki oleh rakyatnya lantaran tidak mampu menundukkan musuh si loba/tamak ini.</p>
<p>Loba/tamak pada harta benda membuat orang menjadi kikir, membangun kecendrungan untuk mementingkan diri sendiri. Loba pada pekerjaan, loba hobbies seperti main bulu tangkis, main sepak bola, mancing, <em>aeromodelling</em>, main internet/<em>face book</em>/<em>game</em>, nonton TV, membaca novel, tanpa disadari akan menyikat banyak waktu-waktu emas untuk melakukan aktivitas kebaikan (sembahyang/sholat, namasmaranam/zikir, meditasi/tafaqur, sembahyang tengah malam/tahajud, waktu untuk berpunya/bersadaqah, waktu untuk pesantian/pengajian, waktu untuk berdharmawacana/berkotbah, dll). Kehilangan waktu-waktu emas bersama keluarga tercinta. Jangan sampai karena kesenangan pribadi, pendidikan anak, kemesraan berumah tangga jadi terganggu. Keseimbangan/keharmonisan adalah inti dari sepiritual..</p>
<p>Loba pada diri pengusaha akan melahirkan konglomerat yang berwajah serakah tidak peduli pada kaum tak bermodal atau kaum lemah. Loba yang selalu menginginkan kesenangan sesuatu yang berlebih untuk kepentingan pribadi tidak peduli pada kelestarian alam dan generasi berikutnya akan merusak alam dan mewariskan penderitaan.</p>
<p>Keserakahan menggunduli hutan misalnya, menyisakan bahaya banjir dan tanah longsor yang menelan korban nyawa, harta, tenaga dan waktu.</p>
<p>Keserakahan untuk mendapatkan keuntungan pribadi tanpa memperhatikan keseimbangan alam, juga bisa merusak ekosistem di alam ini, keinginan dapat ikan yang banyak di sungai/danau dengan menggunakan potassium misalnya membunuh bukan hanya ikan-ikan kecil, tapi juga membuat busuk telor-telor ikan sehingga membuat punah banyak jenis ikan-ikan langka air tawar.</p>
<p>Sifat loba ini adalah bagian dari diri manusia yang merupakan anugrah mesti diarahkan untuk kebaikan, loba dalam melakukan perbuatan baik, loba dalam bersedekah/beryadnya (membantu orang lain dengan tulus ikhlas) tentunya dengan tidak melalaikan kepentingan keluarga dan diri sendiri, justru akan membantu menuju sukses, terutama dalam menjalin jaringan dengan teman-teman. Dalam kehidupan ini teman adalah harta yang utama, dari mereka kita bisa mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan, informasi tentang pelayanan kesehatan, tips dan trik menuju sukses dibidangnya masing-masing (sharing informasi, ilmu dan pengalaman).</p>
<p>Oleh karena demikian berbahayanya loba/serakah/tamak yang terkendali, maka usahakanlah jangan sampai ananda diperbudak oleh sifat loba ini”.</p>
<p>“Guru bulu roma saya jadi bergidik membayangkan bahaya yang ditimbulkan oleh loba/serakah yang tidak terkendali ini, agar tidak terjadi petaka pada diri maupun lingkungan (alam, orang lain, mahluk lain) mohon sudi kiranya Guru menunjukkan pada hamba bagaimana cara mengatasi sifat loba ini…?</p>
<p>“Anakku, ada banyak cara untuk menguasai sifat loba ini, beberapa diantaranya adalah:</p>
<ol>
<li>Bersyukur, berbahagia dengan apa yang diperolehnya.</li>
<li>Menerima apa yang menjadi haknya dan tidak menginginkan apalagi mengambil hak orang lain,</li>
<li>Menyadari bahwa orang lain juga memiliki kebutuhan yang sama dengan kita</li>
<li>Mengurangi makan makanan yang bersifat aktif seperti: daging, bawang merah, cabe, merica. Meningkatkan makan makanan yang bersifat bajik seperti: sayur-sayuran hijau dan segar, buah-buahan yang segar, kacang-kacangan, madu, beras/gandung, susu.</li>
<li>Rajin berlatih puasa untuk memperkuat pengendalian diri.</li>
<li>Rajin sembahyang/sholat untuk memperkuat kekuatan kebaikan</li>
<li>Membiasakan diri untuk hidup sederhana, tidak terpengaruh oleh budaya kemewahan dan hedonisme.</li>
<li>Menyadari bahwa tidak ada orang yang suka melihat orang lain serakah termasuk diri Ananda sendiri. Jadi mulailah dari diri sendiri untuk mengurangi sifat serakah, kemudian kendalikan selanjutnya lenyapkan.</li>
<li>Berbagilah dengan sesama (beryadnya/bersedekah) baik dengan ilmu, ide, harta ataupun tenaga/pelayanan.</li>
<li>Rajin membaca kitab suci, berdialog/berdiskusi, mendengarkan dharma wacana/qotbah yang memberikan bimbingan dan penerangan serta meningkatkan kesadaran diri.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Uraian diatas akan tidak bermakna apa-apa bila Ananda tidak  mengimplementasikannya dalam langkah nyata. Oleh karena itu anakku, mulai hari ini kuatkan niatmu, besarkan kemauanmu, jangan menunda lagi, lakukanlah saat ini juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Made Mariana &#8211; Abu Dhabi, http://singaraja.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/04/13/tembok-ke-3-lobaserakah-yang-tak-terkendali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tembok 2: Marah yang tak terkendali</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/01/09/tembok-2-marah-yang-tak-terkendali/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/01/09/tembok-2-marah-yang-tak-terkendali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 07:35:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made mariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Made Mariana]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1136</guid>
		<description><![CDATA[Anakku sekalian&#8230;, keinginan yang tak terkendali akan mengarah pada pemborosan sumber daya, artinya sumber daya terbatas yang dimiliki tidak diaplikasikan tepat guna. Pada akhirnya hajatan utama untuk meraih cita-cita terbentur karena kurangnya sumber daya, ibarat sebuah tembok yang sangat tebal terbuat dari besi baja, membendung laju kehidupan kita.
“Nafsu keinginan tak pernah terpuaskan dengan menikmati objek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide img_5" href="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/01/marah.jpg" onclick="return hs.expand(this)"><img class="aligncenter size-full wp-image-1140" title="marah" src="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/01/marah.jpg" alt="" width="225" height="188" /></a>Anakku sekalian&#8230;, keinginan yang tak terkendali akan mengarah pada pemborosan sumber daya, artinya sumber daya terbatas yang dimiliki tidak diaplikasikan tepat guna. Pada akhirnya hajatan utama untuk meraih cita-cita terbentur karena kurangnya sumber daya, ibarat sebuah tembok yang sangat tebal terbuat dari besi baja, membendung laju kehidupan kita.</p>
<p>“Nafsu keinginan tak pernah terpuaskan dengan menikmati objek keinginan itu, karena ia akan tumbuh semakin besar, seperti api yang dituangi bahan baker” demikian dinyatakan dalam <em>Manusmerti II.94</em></p>
<p>“Guru, terimakasih banyak dengan penjelasan guru yang sangat gamblang, kini kami mengerti kenapa keinginan yang tak terkendali itu bisa menjadi sebuah penghalang yang hebat, bagaimana dengan tembok penghalang berikutnya…?</p>
<p>“Ananda.. tembok berikutnya adalah marah/krodha yang tidak terkendali, kemarahan adalah nafsu yang terbentuk dari guna rajas yang sangat merusak dan berdosa, oleh karenanya mereka sering disetarakan dengan musuh dalam diri manusia”<span id="more-1136"></span></p>
<p>“Guru bagaimanakah proses terbentuknya kemarahan itu…? Apakah akibat atau dampak kemarahan yang tak terkendali itu..?</p>
<p>Sambil mengelus janggutnya yang panjang, Sang Wiku diam sejenak Beliau memandang ke seluruh bagian dari Bale Gede tempat mereka berkumpul. Beliau melangkah pelah menuju ke tengah-tengah para muridnya. Sambil tersenyum sejuk, Sang Wiku kemudian melanjutkan penjelasannya:</p>
<p>“Pada umumnya pria cenderung lebih cepat marah dan agresif dibandingkan wanita. Sifat ini disebabkan oleh pengaruh hormon testoteron terhadap proses perkembangan otak bayi lelaki sejak masih dalam kandungan.</p>
<p>Keinginan/Kama/Nafsu yang tidak terkendali akan menimbulkan kemarahan, yang kadang-kadang lepas kendali. Marah yang tidak terkendali ini sangat berbahaya bagi kita, Indra-indra, pikiran dan kecerdasan dikatakan sebagai tempat kedudukannya, Dari kemarahan timbullah kebingungan, dari kebingungan hilangnya ingatan, sehingga mereka yang dikuasai oleh marah tidak menyadari keberadaannya sendiri. Kenapa dia lahir, apa tujuan dia lahir dan hidup di dunia.Dari hilangnya ingatan kecerdasan terhancurkan dari hancurnya kecerdasan menuju pada kemunduran.</p>
<p>Orang yang dikuasai kemarahan sudah tidak bisa membedakan mana yang baik, mana yang tidak baik, mana yang patut dan mana yang tidak patut, sehingga tidak mampu mengontrol tingkah lakunya, tidak mampu mengontrol ucapannya, juga tidak mampu mengontrol pikirannya. Bila perbuatan, ucapan dan pikiran sudah tidak mampu terkendalikan maka pintu kejahatan telah terbuka.</p>
<p>Kalo pikiran sudah tidak terkontrol, pikiran tidak tenang… maka kedamaian sudah lenyap apalagi yang namanya kebahagiaan akan sangat sulit dicapai.</p>
<p>Dalam kehidupan ini, tidak ada orang yang suka dimarahi walaupun mereka tahu bahwa dirinya bersalah. Karena tindakan dan ucapan orang yang dikuasai oleh marah tidak mengenakkan di hati. Padahal kita semua tahu, dalam dunia kerja; atasan kita, bawahan kita, pemilik dari perusahaan, pelanggan kita, rekan kerja kita, supplier kita, pemerintah/legalitas istilah kerennya stake holders mereka semua adalah manusia yang tidak suka mendengarkan kata-kata orang yang dikuasai kemarahan.</p>
<p>Demikian pula dalam keluarga dan masyarakat; orang tua kita, anak kita, pasangan kita, saudara-saudara, sahabat mereka adalah manusia juga yang tidak suka dimarahi dan mendengarkan kata-kata orang yang dikuasai oleh rasa marah.</p>
<p>Kitapun tahu bahwa yang merekruit kita menjadi tenaga professional, yang mempromosikan kita naik menduduki jabatan yang lebih tinggi, yang memberikan kita penghargaan/apreasiasi dari hasil kerja kita, yang memecat kita, yang menghukum kita bila ada kesalahan adalah juga adalah manusia yang tidak suka dan tidak mau dimarahi dan mendengarkan kata-kata orang yang dikuasai oleh rasa marah.</p>
<p>Semua Agama mengajarkan kita untuk mengendalikan marah. Berikut beberapa contoh ayat dari beberapa agama:</p>
<p>Dalam Islam dikatakan:</p>
<p>“<em>Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan (Al-Imrah:134) </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>&#8221;Bukanlah orang yang kuat itu adalah seorang pegulat, namun yang disebut orang kuat adalah mereka yang bisa mengendalikan amarahnya.&#8221; (HR Bukhari dan Muslim).<em> </em></p>
<p>Dalam Kristen dikatakan:</p>
<p><em>”Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu. (Efesus 4:26)</em></p>
<p>Dalam Hindu dikatakan:</p>
<p><em>“Ada tiga jenis gerbang menuju neraka yaitu: Nafsu, Kemarahan dan Ketamakan. Oleh karena itu, seseorang harus melepaskan ketiganya (Bhagavad Gita XVI.21).</em></p>
<p><strong><em>Oleh karena itu bila Ananda ingin sukses baik di dunia kerja, di masyarakat maupun dalam keluarga, kendalikanlah marah itu”.</em></strong></p>
<p>“Guru yang kami muliakan, tadi telah dijelaskan tentang proses terbentuknya marah dan dampak dari kemarahan yang terkendali, lantas bagaimanakah cara mengendalikan kemarahan itu…?”</p>
<p>“Anakku lebih jauh tentang kemarahan itu Maharisi Vaisampayana/Vararuci mengatakan:</p>
<p>“Jika ada orang yang dapat (berhasil) meninggalkan kemarahan hatinya berdasarkan kesabaran hati sebagai keadaan ular yang meninggalkan kulesnya (kulitnya yang terlepas), karena kesemuanya itu tidak akan kembali lagi; orang yang demikian keadaannya itu adalah ia disebut berbudi luhur dan patut disebut manusia sejati”</p>
<p>“Sebenarnya, meskipun orang itu selalu jaya terhadap seterunya, seta tak terbilang jumlah musuh yang dibunuhnya, asal yang dibencinya musnah, maka selama hidupnyapun, jika ia hanya akan menuruti kemarahan hatinya belaka, tentu saja tidak akan habis-habisnya musuhnya itu. Akan tetapi yang benar-benar tidak mempunyai musuh, adalah orang yang berhasil mengekang kemarahan hatinya.</p>
<p>“Orang yang selalu marah, bertengkar, senantiasa ia resah, rusuh hati kemanapun ia pergi. Dan dalam semua perbuatannya, meski ditempat tidur sekalipun, tidak tentram hatinya, sebagai keadaan orang yang tidur dalam rumah yang berisi ular.</p>
<p>Kalo pengelolaannya tepat Marah bisa berarti sehat daripada memendam rasa jengkel, demikian  hasil dari sebuah penelitan yang dilakukan Institute For Mental Health Initiaves. Ada empat langkah nyata untuk mengelola amarah:</p>
<p>1. Mengidentifikasi kesalahan sikap dan pendirian yang mempengaruhi kita untuk marah secara berlebihan. Begitu kesalahan ini diperbaiki, kita bakal lebih mudah mengendalikan marah.<br />
2. Mengidentifikasi faktor-faktor dari masa kecil kita yang menghambat kemampuan kita mengekspresikan amarah. Faktor-faktor ini termasuk ketakutan, penolakan dan ketidaktahuan.<br />
3. Mempelajari cara tepat untuk mengekspresikan kemarahan sehingga kita tetap dapat menguasai situasi yang menimbulkan kemarahan itu, bahkan secara lebih efektif.<br />
4. Menutup luka-luka yang mungkin tertinggal oleh pengaruh emosional dari kemarahan yang menghancurkan.</p>
<p>Ada banyak cara untuk mengendalikan marah beberapa diantaranya adalah:</p>
<p>1. Membaca doa/mengulang nama-nama suci Tuhan</p>
<p>2. Tenangkan diri/relaksasi dengan mengatur nafas (Pranayama); menarik nafas pelan (puraka), menahan nafas (kumbaka), menghembuskan nafas pelan (recaka).<br />
3. Mengendalikan panca indra</p>
<p>4. Mengendalikan pikiran/merubah pola pikir (<em>Cognitive Restructuring</em>)</p>
<p>5. Dengan memohon pembersihan dari Tuhan dengan cara cuci muka/leher, tangan dan kaki dengan air bersih</p>
<p>6. Berkomunikasi dan bergurau yang lucu-lucu/ humor</p>
<p style="text-align: justify;">7. Merubah lingkungan (<em>Changing environment</em>)</p>
<p>Damai&#8230;</p>
<p>Made M.</p>
<p>http://singaraja.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/01/09/tembok-2-marah-yang-tak-terkendali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Enam Tembok Penghalang Kesuksesan</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2009/11/02/enam-tembok-penghalang-kesuksesan/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2009/11/02/enam-tembok-penghalang-kesuksesan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 16:18:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made mariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Made Mariana]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1048</guid>
		<description><![CDATA[Tembok 1: Keinginan yang tak terkendali
Seperti biasa pagi itu setelah melakukan sembahyang/meditasi bersama, Sang Guru Jati berkumpul bersama para muridnya di Bale Gede yang terbuat dari kayu berukir indah sekali, ornamen ukiran yang dihiasi dengan motif bunga-bunga yang sedang mekar, berpadu dengan motif dedaunan yang dikombinasikan dengan warna-warna alami. Disetiap pilar tampak ukiran tumbuhan rambat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Tembok 1: Keinginan yang tak terkendali</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti biasa pagi itu setelah melakukan sembahyang/meditasi bersama, Sang Guru Jati berkumpul bersama para muridnya di Bale Gede yang terbuat dari kayu berukir indah sekali, ornamen ukiran yang dihiasi dengan motif bunga-bunga yang sedang mekar, berpadu dengan motif dedaunan yang dikombinasikan dengan warna-warna alami. Disetiap pilar tampak ukiran tumbuhan rambat dimana beberapa burung bertengger mesra bersama kawan-kawannya,tampak sangat sedap dipandang mata.<span id="more-1048"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sang Wiku tampak asik berdiskusi dengan para muridnya, Kali ini mereka mendiskusikan enam tembok penghalang kesuksesan, Sang Wiku dengan serius menjelaskan secara garis besar ada enam anugrah Tuhan dalam diri manusia yang tidak bisa dihindari, mereka bermanfaat bagi kehidupan manusia bila mampu mengendalikannya ke arah yang benar, apalagi bisa melenyapkannya. Namun bila mana keenam anugrah Tuhan itu tidak mampu dikendalikan maka mereka akan menjadi tembok-tembok yang sangat kokoh mengalangi laju kehidupan kita. Keenam anugrah itu dalam bahasa Jawa Kuno disebut dengan nama Sad Ripu adalah:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Keinginan<br />
2. Marah<br />
3. Loba/Tamak<br />
4. Bingung<br />
5. Mabuk<br />
6. Irihati</p>
<p style="text-align: justify;">Tampak para murid sangat antusias dengan penjelasan Sang Pandita, beberapa diantara mereka terutama yang masih berusia muda, tampak ragu dengan penjelasan Sang Pandita, mereka tampak kasak-kusuk di sudut paling. Saking asiknya mereka kasak-kusuk sampai-sampai mereka tidak sadar kalo sang Wiku datang menghampirinya. Dengan senyumnya yang khas lembut dan penuh kasih membuat tenang siapapun yang melihatnya, Sang Pandita melangkah mendekati mereka sambil berkata: “Anakku, apalabila menemukan keraguan janganlah didiamkan, adakah perkataan Bapa yang tidak Ananda pahami, atau mungkin Bapa menyampaikannya kurang jelas..?</p>
<p style="text-align: justify;">Para pemuda yang sedari tadi kasak-kusuk kaget dengan sapaan lembut dari Sang Wiku. Mereka tampak kebingungan, saling pandang dan tak sepatah katapun terdengar, bibir mereka seakan terkunci rapat entah karena apa. Ternyata salah satu dari mereka yang paling muda memberanikan diri bertanya: “Guru, hamba masih tidak mengerti kenapa Enam anugrah itu bisa menjadi tembok-tembok penghalang kesuksesan bila tidak dikendalikan dengan baik, mohon diuraikan lebih detail…?”</p>
<p style="text-align: justify;">“Baiklah kalo begitu… mari kita mulai dari yang pertama yaitu: Keinginan. Keinginan bila tidak terpenuhi akan menimbulkan kedukaan, kedukaan akan menguras energi kadang kedukaan juga mengkonsumsi waktu kita tanpa kita sadari, membawa diri dari kondisi kedukaan kepada kondisi normal pun butuh waktu energi dan sumber daya yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan yang terpenuhi akan memberikan kegembiraan, namun keinginan ini bila tidak terkendali akan bertambah banyak dengan cepat sekali bahkan sampai pada jumlah tak terbatas (unlimited), sementara kenyataan dalam hidup ini sumber daya (resources) yang dimiliki manusia itu terbatas”</p>
<p style="text-align: justify;">“Guru.. bagaimana caranya mengendalikan keinginan itu…? Bagaimana proses terbentuknya keinginan…?” Tanya pemuda yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Anakku untuk bisa mengendalikan keinginan kita harus bisa mengetahui proses terbentuknya keinginan…Keinginan terbentuk karena adanya kontak dari Panca Indra dengan alam samesta beserta isinya. Mata melihat model-model baju yang indah maka timbullah keinginan untuk memilikinya. Kulit menyentuh kain yang lembut muncullah keinginan untuk memilikinya. Lidah mengecap makanan yang lezat timbul keinginan untuk memakannya. Telinga mendengarkan lagu-lagu yang merdu dan harmonis menimbulkan keinginan untuk membeli sound system/stereo. Hidung mencium wangi parfum buatan Itally, tumbuh keinginan untuk membeli parfum.</p>
<p style="text-align: justify;">Kontak panca indra dengan alam material ini membangkitkan keinginan dalam diri kita. Dengan mengendalikan panca indra maka kita bisa mengurangi keinginan sedikit-demi sedikit bertahap hingga nanti kita bisa benar-benar menguasai keinginan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan juga sesungguhnya yang membuat manusia aktif bergerak untuk maju, karena sumber daya manusia terbatas maka untuk meraih sukses (keinginannya terpenuhi) maka kita harus bisa menyaring mana keinginan yang benar-benar bermanfaat buat kemajuan kita, bermanfaat buat keluarga kita, bermanfaat buat alam samesta ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan yang benar-benar memberi manfaat itulah menjadi sebuah kebutuhan, makanya jangan heran bila beberapa akhli management keuangan menyarankan kita harus bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan, maksudnya adalah diantara banyak keinginan-keinginan yang ada saringlah terlebih dahulu mana yang benar-benar memberi manfaat buat kehidupan, kemajuan dan kelestarian kita, setelah itu penuhilah keinginan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada akhirnya sumber daya yang terbatas itu akan bisa digunakan secara optimum untuk mencapai keinginan yang bermanfaat inilah disebut dengan sukses”. Jadi bila Ananda tidak mampu mengendalikan keinginan maka Ananda akan menjadi budak dari keinginan itu, dengan sumber daya terbatas tentu tidak semua keinginan akan terpenuhi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh: Punya tabungan sedikit pingin bisa lulus kuliah, pingin punya mobil bagus, pingin pake perhiasan mahal…Jadi kuliahnya macet ditengah jalan, jadilah kita berduka terus…Tidak terpenuhinya keinginan ini disebut dengan tidak sukses..Keinginan yang tak terkendali adalah Tembok yang pertama…</p>
<p style="text-align: justify;">Bilamana seseorang telah dapat menyingkirkan segala keinginannya, wahai Partha (Arjuna), dan manakala jiwanya telah merasa terpuaskan pada dirinya sendiri, maka mereka itulah yang disebut sebagai orang yang kecerdasannya stabil (Mahabharata)</p>
<p style="text-align: justify;">(bersambung.. Tembok Ke-2 Kemarahan)</p>
<p><a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;4c4c066f8afc03e0b4609661ebbdde60&quot;, event)" rel="nofollow" href="http://singaraja.wordpress.com/" target="_blank"><span>http://singaraja.wordpress</span>.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2009/11/02/enam-tembok-penghalang-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waktu dan Prioritas</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2009/07/28/waktu-dan-prioritas/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2009/07/28/waktu-dan-prioritas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 16:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made mariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Made Mariana]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=995</guid>
		<description><![CDATA[Di sudut kota ada sebuah bangunan yang megah, berdiri gagah menjulang langit. Bangunan ini terdiri dari 11 lantai,  setiap lantai terdapat 12 kamar dan satu ruang rapat yang luas dan indah, penuh dengan dekorasi benda-benda langka yang dikombinasikan dengan warna-warni alami membuat setiap mata memandang jadi takjub.
Hari ini di dalam ruang rapat tersebut akan diadakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di sudut kota ada sebuah bangunan yang megah, berdiri gagah menjulang langit. Bangunan ini terdiri dari 11 lantai,  setiap lantai terdapat 12 kamar dan satu ruang rapat yang luas dan indah, penuh dengan dekorasi benda-benda langka yang dikombinasikan dengan warna-warni alami membuat setiap mata memandang jadi takjub.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini di dalam ruang rapat tersebut akan diadakan pertemuan  <em>stake holders </em>sebuah perusahaan yang memegang peran penting dalam percaturan ekonomi di negara itu. Perusahaan ini adalah perusahaan multinasional yang sahamnya dimilliki oleh para <em>investor</em> dari berbagai negara di Benua Eropah yang bekerjasama dengan para <em>investor local</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Rapat dijadwalkan mulai pukul 10:00 pagi. Satu persatu para petinggi di perusahaan itu datang, hingga waktu menunjukkan pukul 10:00 tepat, semua kursi yang tersedia telah penuh kecuali satu kursi utama.  Sebenarnya ada dua kursi utama di sana, yang selalu di pakai oleh pemilik saham terbesar dari Benua Eropah (Mr. Robert) dan pemilik saham terbesar dari dalam negeri (Mr. Mahaartha) dikenal pula dengan nama Mr. Artha</p>
<p style="text-align: justify;">Rapat terpaksa ditunda beberapa menit karena menunggu Mr. Artha, semua orang tampak mulai gelisah manakala waktu telah menunjukkan pukul 10:30 belum juga ada tanda-tanda kemunculan Mr. Artha. Tepat pukul 10:35 barulah beliau datang dengan pakaian khas daerahnya diiringi oleh dua orang <em>body guard</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">“<em>Good morning gentlemen”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Good morning…</em></p>
<p style="text-align: justify;">Mahaartha langsung menuju kursi utama dan tidak lupa dia melepas senyuman sambil menjabat tangan rekan bisnisnya pada  Robert.</p>
<p style="text-align: justify;">Robert membalas senyuman Artha sambil bertanya lembut:</p>
<p style="text-align: justify;">Robert:  <em>Mr. Artha, have you ever been traveling with aeroplane..?</em></p>
<p style="text-align: justify;">Mahaartha: <em>Yes of course, why…?</em></p>
<p style="text-align: justify;">Robert:<em> Have you ever been late to flight…?</em></p>
<p style="text-align: justify;">Mahaartha: <em>No I have not.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Robert: <em>Yes almost 99% people who use to flight they are never late.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Artha: <em>Yes you are right</em></p>
<p style="text-align: justify;">Robert: <em>Any body know why they  never late…?, or very rare the people late to flight</em>..? (semua hadirin terdiam saling pandang sambil memutar otak untuk menemukan jawaban pertanyaan Robert).</p>
<p style="text-align: justify;">Robert: <em>“In my opinion, they are/we are never late to flight because we put them in the first priorities/ we think it’s very important for us.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>If you think that this meeting is very important for you and you put them in the first priority, so none of you will be late. We will not lose our time more than 30 minutes.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Percakapan di atas hanyalah salah saju kejadian yang mengungkapkan kekecewaan seorang insan karena rekan bisnisnya datang terlambat.</p>
<p style="text-align: justify;">Nyatanya di dalam kehidupan kita sehari-sehari seringkali kita mendapati beberapa orang atau kita sendiri sering terlambat untuk menghadiri suatu acara misalnya: Pesta pernikahan seorang sahabat, Pesta Ulang Tahun kerabat, Syukuran atas keberhasilan seroang teman, Rapat penting</p>
<p style="text-align: justify;">Disadari atau tidak kita cendrung memiliki <em>mindset</em> bahwa: undangan itu bukan suatu prioritas utama,  tentu hal ini akan sangat mempengaruhi kelangsungan acara dari suatu pesta atau perayaan, apalagi anda adalah orang yang ditunggu oleh sang punya acara. Seperti Mr. Mahaartha dalam cerita di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi orang barat waktu sangatlah penting, “<em>Time is money</em>” (Waktu adalah uang) demikian mereka melukiskan betapa berharganya waktu itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengerti betapa berharganya sang waktu setahun tanyakan pada seorang siswa yang gagal ujian masuk perguruan tinggi negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengerti betapa berharganya waktu sebulan tanyakan pada ibu yang melahir bayi premature</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengerti betapa berharganya waktu sejam tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengerti betapa berharganya waktu semenit tanyakan pada orang yang lepas dari musibah</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengerti betapa berharganya waktu sedetik tanyakan pada para atlet yang gagal meraih posisi puncak terutama lari jarak pendek, para pembalap fomula 1.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian berharganya sang waktu oleh karenanya, marilah kita biasakan diri kita untuk menepati waktu, tempatkan mereka sebagai prioritas dan sebagai hal yang penting seperti kita mau bepergian naik pesawat terbang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2009/07/28/waktu-dan-prioritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
