<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indo-Emirates &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://www.indo-emirates.org/category/renungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.indo-emirates.org</link>
	<description>Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais - Abu Dhabi - UAE</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 16:08:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Komunikasi: Jembatan Emas Menuju Sukses</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/07/22/komunikasi-jembatan-emas-menuju-sukses/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/07/22/komunikasi-jembatan-emas-menuju-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 16:08:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made mariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Made Mariana]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Beach]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1247</guid>
		<description><![CDATA[Salam Sejahtera dan Sukses Selalu
Sejak dulu saya sering bertanya-tanya dalam diri: mengapa ada banyak orang yang memiliki potensi tinggi tidak mampu melejit mencapai puncak karir dalam hidupnya. Padalah kalau kita lihat dari kompetensi yang dimilikinya, boleh dikatakan dia di atas rata-rata. Di lain sisi, banyak juga orang yang memiliki kemampuan yang sedang-sedang saja, namun dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Sejahtera dan Sukses Selalu</p>
<div id="attachment_1249" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a class="highslide img_1" href="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/07/communication.jpg" onclick="return hs.expand(this)"><img class="size-full wp-image-1249" title="communication" src="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/07/communication.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">komunikasi</p></div>
<p>Sejak dulu saya sering bertanya-tanya dalam diri: mengapa ada banyak orang yang memiliki potensi tinggi tidak mampu melejit mencapai puncak karir dalam hidupnya. Padalah kalau kita lihat dari kompetensi yang dimilikinya, boleh dikatakan dia di atas rata-rata. Di lain sisi, banyak juga orang yang memiliki kemampuan yang sedang-sedang saja, namun dia mampu melejit mencapai puncak karir.</p>
<p>Ketika saya sedang asyik duduk di pinggir <em>ADNOC Beach</em> melamunkan tentang kejadian ini, tempat di mana para karyawan <em>ADNOC</em> biasanya bersantai di kala libur, tiba-tiba ada sederet kalimat muncul dalam benak saya, “Bila diibaratkan sebuah emas dan berlian, bila emas dan berlian itu disimpan di suatu tempat rahasia, di mana tidak ada orang yang tahu, maka emas dan berlian itu tidak mampu mendatangkan manfaat bagi manusia”.<span id="more-1247"></span></p>
<p>Demikian pula orang dengan multi talenta, bila tidak  bertemu dengan orang yang memerlukan, maka talentanya tidak bisa dioptimalkan untuk meraih sukses dalam hidupnya. Karena sejatinya manusialah makhluk kunci peradaan di bumi ini. Manusia yang mendirikan perusahaan, manusia yang menjadi <em>supplier</em>, yang menjadi pelanggan, yang memperkerjakan tenaga-tenaga berkompeten. Oleh karenanya, <strong>orang yang memiliki multi talenta mesti diketahui oleh orang yang membutuhkan sehingga dia memiliki ruang untuk mengembangkan talentanya</strong>.</p>
<p>Bagaimanakah caranya agar orang mengetahui kompetensi kita…? Mesti ada orang yang memberitahu, bisa kita sendiri atau melalui orang lain. Dengan kata lain a<span style="text-decoration: underline;">da yang mengkomunikasikannya ke orang yang membutuhkan tadi</span>.</p>
<p>Jadi yang menjadi kata kuncinya adalah, “<strong>komunikasi</strong>“. Apa sih komunikasi itu?…</p>
<p>Menurut<em> progress management consultants: communication is the process of giving, receiving, or exchanging of information, opinions, feelings or ideas by speech, writing or visual means or a combination of the three.</em></p>
<p>(Komunikasi adalah proses memberi, menerima atau bertukar informasi, pendapat, perasaan atau ide melalui perkataan, tulisan atau alat-alat peraga atau melalui kombinasi ketiganya)</p>
<p>Komunikasi memegang peran penting bagi kita untuk membantu mewujudkan hubungan yang sehat dan penuh penghargaan baik di dunia kerja, sosial, dan keluarga. Oleh karenanya kita mesti memiliki keahlian berkomunikasi yang baik.</p>
<p>Untuk mencapai komunikasi yang baik perlu dilakukan dengan <strong>JEBPLES</strong> yaitu: Jelas, Benar, Penuh Pertimbangan, Lengkap dan Singkat. Selain itu, berkomunikasi  mesti memperhatikan: <strong><em>5 W &amp; H</em></strong><em> (Whom, Who, What, When, Where and How)</em></p>
<ol>
<li><em>Whom</em>: Siapa yang diajak berkomunikas.</li>
<li><em>Who</em>: Siapa yang akan mengkomunikasikan.</li>
<li><em>What</em>: Apa isi yang tepat untuk dikomunikasikan.</li>
<li><em>When</em>: Kapan waktu yang tepat untuk berkomunikas.</li>
<li><em>Where</em>: Dimana lokasi yang tepat untuk mengkomunikasikan      pesan tersebut.</li>
<li><em>How</em>: Bahasa, media, style yang dipakai untuk berkomunikas.</li>
</ol>
<p><strong>Kemampuan berkomunikasi adalah salah satu bentuk dari kecerdasan emosi (<em>EQ, Emotional Quotient</em>), banyak para psikolog percaya bahwa <em>EQ</em> memiliki kontribusi yang lebih besar untuk meraih sukses dalam kehidupan kita dibandingkan dengan kecerdasan otak (<em>IQ, Intelligent Quotient)</em></strong>. Simak pendapat Daniel Goleman dalam bukunya “Emotional Intelligence<em>“. </em>IQ hanya menyumbangkan sekitar 20% sementara EQ memberi kontribusi  sebesar 80% bagi kesuksesan kita. Tak mengherankan bila paket-paket pelatihan <em>Success Through Emotional Intelligence</em> sangat laku di pasaran walaupun dipatok dengan harga yang cukup mahal.</p>
<p>Kelihaian berkomunikasi dibutuhkan sejak awal menuliskan lamaran, membuat CV, test wawancara, untuk meyakinkan <em>employer</em> tentang kualifikasi kita. Saat diterima bekerja menjadi seorang karyawan atau karyawati, peran komunikasi pun tidak kalah penting untuk menjaga hubungan baik dengan atasan, dengan rekan kerja, dengan bawahan, dengan pelanggan, dengan <em>supplier</em>. Agar para <em>stake holder</em> memahami dengan baik kemampuan kita, diperlukan kemampuan berkomunikasi yang baik.</p>
<p>Kalo kita perhatikan, tidak ada satu pun pemimpin dunia, politikus ulung, pebisnis, negosiator, pengacara, artis yang tidak memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Barack Obama misalnya,mampu menjadi presiden Amerika Serikat walaupun berasal dari kalangan kulit hitam. Salah satu sebab utamanya , arena Obama memiliki kemampuan komunikasi yang luar biasa. Dia mampu meyakinkan <em>public</em> Amerika tentang kemampuannya membawa AS menuju masa depan yang lebih baik.</p>
<p>Menurut Prof. Hembing, jika “organisasi” diumpamakan tubuh  manusia, maka komunikasi adalah jantungnya. Dengan komunikasi itulah, manusia membentuk komunitas-komunitas yang antara lain berupa sebuah organisasi yang pada gilirannya berupaya mewujudkan sukses.</p>
<p><strong>Untuk memenangkan persaingan kita perlu <em>trust</em> dan <em>belief</em></strong>. Keduanya bisa didapatkan bila kita memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Orang lain mengetahui kemampuan kita  setelah mereka menyaksikan bukti nyata melalui:</p>
<ol>
<li><em>Appearance</em> : Penampilan</li>
<li><em>Words</em>: Perkataan</li>
<li><em>Tone</em>: Nada bicara</li>
<li><em>Actions</em>: Apa yang anda lakukan</li>
<li><em>Behavior</em>: Bagaimana anda melakukannya</li>
<li><em>Reaction of others</em>: Respon orang lain kepada kita</li>
<li><em>Results</em>: Pencapaian atau Prestasi</li>
</ol>
<p>Jadi bila kita ingin sukses di bidang kita masing-masing, maka kemampuan berkomunikasi yang baik adalah hal yang mutlak untuk dimiliki.</p>
<p>Salam Sukses Selalu!</p>
<p><strong><em>Made Mariana</em></strong>/Abu Dhabi (http://www.singaraja.wordpress.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/07/22/komunikasi-jembatan-emas-menuju-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tembok 2: Marah yang tak terkendali</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/01/09/tembok-2-marah-yang-tak-terkendali/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/01/09/tembok-2-marah-yang-tak-terkendali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 07:35:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made mariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Made Mariana]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1136</guid>
		<description><![CDATA[Anakku sekalian&#8230;, keinginan yang tak terkendali akan mengarah pada pemborosan sumber daya, artinya sumber daya terbatas yang dimiliki tidak diaplikasikan tepat guna. Pada akhirnya hajatan utama untuk meraih cita-cita terbentur karena kurangnya sumber daya, ibarat sebuah tembok yang sangat tebal terbuat dari besi baja, membendung laju kehidupan kita.
“Nafsu keinginan tak pernah terpuaskan dengan menikmati objek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide img_3" href="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/01/marah.jpg" onclick="return hs.expand(this)"><img class="aligncenter size-full wp-image-1140" title="marah" src="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/01/marah.jpg" alt="" width="225" height="188" /></a>Anakku sekalian&#8230;, keinginan yang tak terkendali akan mengarah pada pemborosan sumber daya, artinya sumber daya terbatas yang dimiliki tidak diaplikasikan tepat guna. Pada akhirnya hajatan utama untuk meraih cita-cita terbentur karena kurangnya sumber daya, ibarat sebuah tembok yang sangat tebal terbuat dari besi baja, membendung laju kehidupan kita.</p>
<p>“Nafsu keinginan tak pernah terpuaskan dengan menikmati objek keinginan itu, karena ia akan tumbuh semakin besar, seperti api yang dituangi bahan baker” demikian dinyatakan dalam <em>Manusmerti II.94</em></p>
<p>“Guru, terimakasih banyak dengan penjelasan guru yang sangat gamblang, kini kami mengerti kenapa keinginan yang tak terkendali itu bisa menjadi sebuah penghalang yang hebat, bagaimana dengan tembok penghalang berikutnya…?</p>
<p>“Ananda.. tembok berikutnya adalah marah/krodha yang tidak terkendali, kemarahan adalah nafsu yang terbentuk dari guna rajas yang sangat merusak dan berdosa, oleh karenanya mereka sering disetarakan dengan musuh dalam diri manusia”<span id="more-1136"></span></p>
<p>“Guru bagaimanakah proses terbentuknya kemarahan itu…? Apakah akibat atau dampak kemarahan yang tak terkendali itu..?</p>
<p>Sambil mengelus janggutnya yang panjang, Sang Wiku diam sejenak Beliau memandang ke seluruh bagian dari Bale Gede tempat mereka berkumpul. Beliau melangkah pelah menuju ke tengah-tengah para muridnya. Sambil tersenyum sejuk, Sang Wiku kemudian melanjutkan penjelasannya:</p>
<p>“Pada umumnya pria cenderung lebih cepat marah dan agresif dibandingkan wanita. Sifat ini disebabkan oleh pengaruh hormon testoteron terhadap proses perkembangan otak bayi lelaki sejak masih dalam kandungan.</p>
<p>Keinginan/Kama/Nafsu yang tidak terkendali akan menimbulkan kemarahan, yang kadang-kadang lepas kendali. Marah yang tidak terkendali ini sangat berbahaya bagi kita, Indra-indra, pikiran dan kecerdasan dikatakan sebagai tempat kedudukannya, Dari kemarahan timbullah kebingungan, dari kebingungan hilangnya ingatan, sehingga mereka yang dikuasai oleh marah tidak menyadari keberadaannya sendiri. Kenapa dia lahir, apa tujuan dia lahir dan hidup di dunia.Dari hilangnya ingatan kecerdasan terhancurkan dari hancurnya kecerdasan menuju pada kemunduran.</p>
<p>Orang yang dikuasai kemarahan sudah tidak bisa membedakan mana yang baik, mana yang tidak baik, mana yang patut dan mana yang tidak patut, sehingga tidak mampu mengontrol tingkah lakunya, tidak mampu mengontrol ucapannya, juga tidak mampu mengontrol pikirannya. Bila perbuatan, ucapan dan pikiran sudah tidak mampu terkendalikan maka pintu kejahatan telah terbuka.</p>
<p>Kalo pikiran sudah tidak terkontrol, pikiran tidak tenang… maka kedamaian sudah lenyap apalagi yang namanya kebahagiaan akan sangat sulit dicapai.</p>
<p>Dalam kehidupan ini, tidak ada orang yang suka dimarahi walaupun mereka tahu bahwa dirinya bersalah. Karena tindakan dan ucapan orang yang dikuasai oleh marah tidak mengenakkan di hati. Padahal kita semua tahu, dalam dunia kerja; atasan kita, bawahan kita, pemilik dari perusahaan, pelanggan kita, rekan kerja kita, supplier kita, pemerintah/legalitas istilah kerennya stake holders mereka semua adalah manusia yang tidak suka mendengarkan kata-kata orang yang dikuasai kemarahan.</p>
<p>Demikian pula dalam keluarga dan masyarakat; orang tua kita, anak kita, pasangan kita, saudara-saudara, sahabat mereka adalah manusia juga yang tidak suka dimarahi dan mendengarkan kata-kata orang yang dikuasai oleh rasa marah.</p>
<p>Kitapun tahu bahwa yang merekruit kita menjadi tenaga professional, yang mempromosikan kita naik menduduki jabatan yang lebih tinggi, yang memberikan kita penghargaan/apreasiasi dari hasil kerja kita, yang memecat kita, yang menghukum kita bila ada kesalahan adalah juga adalah manusia yang tidak suka dan tidak mau dimarahi dan mendengarkan kata-kata orang yang dikuasai oleh rasa marah.</p>
<p>Semua Agama mengajarkan kita untuk mengendalikan marah. Berikut beberapa contoh ayat dari beberapa agama:</p>
<p>Dalam Islam dikatakan:</p>
<p>“<em>Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan (Al-Imrah:134) </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>&#8221;Bukanlah orang yang kuat itu adalah seorang pegulat, namun yang disebut orang kuat adalah mereka yang bisa mengendalikan amarahnya.&#8221; (HR Bukhari dan Muslim).<em> </em></p>
<p>Dalam Kristen dikatakan:</p>
<p><em>”Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu. (Efesus 4:26)</em></p>
<p>Dalam Hindu dikatakan:</p>
<p><em>“Ada tiga jenis gerbang menuju neraka yaitu: Nafsu, Kemarahan dan Ketamakan. Oleh karena itu, seseorang harus melepaskan ketiganya (Bhagavad Gita XVI.21).</em></p>
<p><strong><em>Oleh karena itu bila Ananda ingin sukses baik di dunia kerja, di masyarakat maupun dalam keluarga, kendalikanlah marah itu”.</em></strong></p>
<p>“Guru yang kami muliakan, tadi telah dijelaskan tentang proses terbentuknya marah dan dampak dari kemarahan yang terkendali, lantas bagaimanakah cara mengendalikan kemarahan itu…?”</p>
<p>“Anakku lebih jauh tentang kemarahan itu Maharisi Vaisampayana/Vararuci mengatakan:</p>
<p>“Jika ada orang yang dapat (berhasil) meninggalkan kemarahan hatinya berdasarkan kesabaran hati sebagai keadaan ular yang meninggalkan kulesnya (kulitnya yang terlepas), karena kesemuanya itu tidak akan kembali lagi; orang yang demikian keadaannya itu adalah ia disebut berbudi luhur dan patut disebut manusia sejati”</p>
<p>“Sebenarnya, meskipun orang itu selalu jaya terhadap seterunya, seta tak terbilang jumlah musuh yang dibunuhnya, asal yang dibencinya musnah, maka selama hidupnyapun, jika ia hanya akan menuruti kemarahan hatinya belaka, tentu saja tidak akan habis-habisnya musuhnya itu. Akan tetapi yang benar-benar tidak mempunyai musuh, adalah orang yang berhasil mengekang kemarahan hatinya.</p>
<p>“Orang yang selalu marah, bertengkar, senantiasa ia resah, rusuh hati kemanapun ia pergi. Dan dalam semua perbuatannya, meski ditempat tidur sekalipun, tidak tentram hatinya, sebagai keadaan orang yang tidur dalam rumah yang berisi ular.</p>
<p>Kalo pengelolaannya tepat Marah bisa berarti sehat daripada memendam rasa jengkel, demikian  hasil dari sebuah penelitan yang dilakukan Institute For Mental Health Initiaves. Ada empat langkah nyata untuk mengelola amarah:</p>
<p>1. Mengidentifikasi kesalahan sikap dan pendirian yang mempengaruhi kita untuk marah secara berlebihan. Begitu kesalahan ini diperbaiki, kita bakal lebih mudah mengendalikan marah.<br />
2. Mengidentifikasi faktor-faktor dari masa kecil kita yang menghambat kemampuan kita mengekspresikan amarah. Faktor-faktor ini termasuk ketakutan, penolakan dan ketidaktahuan.<br />
3. Mempelajari cara tepat untuk mengekspresikan kemarahan sehingga kita tetap dapat menguasai situasi yang menimbulkan kemarahan itu, bahkan secara lebih efektif.<br />
4. Menutup luka-luka yang mungkin tertinggal oleh pengaruh emosional dari kemarahan yang menghancurkan.</p>
<p>Ada banyak cara untuk mengendalikan marah beberapa diantaranya adalah:</p>
<p>1. Membaca doa/mengulang nama-nama suci Tuhan</p>
<p>2. Tenangkan diri/relaksasi dengan mengatur nafas (Pranayama); menarik nafas pelan (puraka), menahan nafas (kumbaka), menghembuskan nafas pelan (recaka).<br />
3. Mengendalikan panca indra</p>
<p>4. Mengendalikan pikiran/merubah pola pikir (<em>Cognitive Restructuring</em>)</p>
<p>5. Dengan memohon pembersihan dari Tuhan dengan cara cuci muka/leher, tangan dan kaki dengan air bersih</p>
<p>6. Berkomunikasi dan bergurau yang lucu-lucu/ humor</p>
<p style="text-align: justify;">7. Merubah lingkungan (<em>Changing environment</em>)</p>
<p>Damai&#8230;</p>
<p>Made M.</p>
<p>http://singaraja.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/01/09/tembok-2-marah-yang-tak-terkendali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Enam Tembok Penghalang Kesuksesan</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2009/11/02/enam-tembok-penghalang-kesuksesan/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2009/11/02/enam-tembok-penghalang-kesuksesan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 16:18:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made mariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Made Mariana]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1048</guid>
		<description><![CDATA[Tembok 1: Keinginan yang tak terkendali
Seperti biasa pagi itu setelah melakukan sembahyang/meditasi bersama, Sang Guru Jati berkumpul bersama para muridnya di Bale Gede yang terbuat dari kayu berukir indah sekali, ornamen ukiran yang dihiasi dengan motif bunga-bunga yang sedang mekar, berpadu dengan motif dedaunan yang dikombinasikan dengan warna-warna alami. Disetiap pilar tampak ukiran tumbuhan rambat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Tembok 1: Keinginan yang tak terkendali</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti biasa pagi itu setelah melakukan sembahyang/meditasi bersama, Sang Guru Jati berkumpul bersama para muridnya di Bale Gede yang terbuat dari kayu berukir indah sekali, ornamen ukiran yang dihiasi dengan motif bunga-bunga yang sedang mekar, berpadu dengan motif dedaunan yang dikombinasikan dengan warna-warna alami. Disetiap pilar tampak ukiran tumbuhan rambat dimana beberapa burung bertengger mesra bersama kawan-kawannya,tampak sangat sedap dipandang mata.<span id="more-1048"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sang Wiku tampak asik berdiskusi dengan para muridnya, Kali ini mereka mendiskusikan enam tembok penghalang kesuksesan, Sang Wiku dengan serius menjelaskan secara garis besar ada enam anugrah Tuhan dalam diri manusia yang tidak bisa dihindari, mereka bermanfaat bagi kehidupan manusia bila mampu mengendalikannya ke arah yang benar, apalagi bisa melenyapkannya. Namun bila mana keenam anugrah Tuhan itu tidak mampu dikendalikan maka mereka akan menjadi tembok-tembok yang sangat kokoh mengalangi laju kehidupan kita. Keenam anugrah itu dalam bahasa Jawa Kuno disebut dengan nama Sad Ripu adalah:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Keinginan<br />
2. Marah<br />
3. Loba/Tamak<br />
4. Bingung<br />
5. Mabuk<br />
6. Irihati</p>
<p style="text-align: justify;">Tampak para murid sangat antusias dengan penjelasan Sang Pandita, beberapa diantara mereka terutama yang masih berusia muda, tampak ragu dengan penjelasan Sang Pandita, mereka tampak kasak-kusuk di sudut paling. Saking asiknya mereka kasak-kusuk sampai-sampai mereka tidak sadar kalo sang Wiku datang menghampirinya. Dengan senyumnya yang khas lembut dan penuh kasih membuat tenang siapapun yang melihatnya, Sang Pandita melangkah mendekati mereka sambil berkata: “Anakku, apalabila menemukan keraguan janganlah didiamkan, adakah perkataan Bapa yang tidak Ananda pahami, atau mungkin Bapa menyampaikannya kurang jelas..?</p>
<p style="text-align: justify;">Para pemuda yang sedari tadi kasak-kusuk kaget dengan sapaan lembut dari Sang Wiku. Mereka tampak kebingungan, saling pandang dan tak sepatah katapun terdengar, bibir mereka seakan terkunci rapat entah karena apa. Ternyata salah satu dari mereka yang paling muda memberanikan diri bertanya: “Guru, hamba masih tidak mengerti kenapa Enam anugrah itu bisa menjadi tembok-tembok penghalang kesuksesan bila tidak dikendalikan dengan baik, mohon diuraikan lebih detail…?”</p>
<p style="text-align: justify;">“Baiklah kalo begitu… mari kita mulai dari yang pertama yaitu: Keinginan. Keinginan bila tidak terpenuhi akan menimbulkan kedukaan, kedukaan akan menguras energi kadang kedukaan juga mengkonsumsi waktu kita tanpa kita sadari, membawa diri dari kondisi kedukaan kepada kondisi normal pun butuh waktu energi dan sumber daya yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan yang terpenuhi akan memberikan kegembiraan, namun keinginan ini bila tidak terkendali akan bertambah banyak dengan cepat sekali bahkan sampai pada jumlah tak terbatas (unlimited), sementara kenyataan dalam hidup ini sumber daya (resources) yang dimiliki manusia itu terbatas”</p>
<p style="text-align: justify;">“Guru.. bagaimana caranya mengendalikan keinginan itu…? Bagaimana proses terbentuknya keinginan…?” Tanya pemuda yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Anakku untuk bisa mengendalikan keinginan kita harus bisa mengetahui proses terbentuknya keinginan…Keinginan terbentuk karena adanya kontak dari Panca Indra dengan alam samesta beserta isinya. Mata melihat model-model baju yang indah maka timbullah keinginan untuk memilikinya. Kulit menyentuh kain yang lembut muncullah keinginan untuk memilikinya. Lidah mengecap makanan yang lezat timbul keinginan untuk memakannya. Telinga mendengarkan lagu-lagu yang merdu dan harmonis menimbulkan keinginan untuk membeli sound system/stereo. Hidung mencium wangi parfum buatan Itally, tumbuh keinginan untuk membeli parfum.</p>
<p style="text-align: justify;">Kontak panca indra dengan alam material ini membangkitkan keinginan dalam diri kita. Dengan mengendalikan panca indra maka kita bisa mengurangi keinginan sedikit-demi sedikit bertahap hingga nanti kita bisa benar-benar menguasai keinginan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan juga sesungguhnya yang membuat manusia aktif bergerak untuk maju, karena sumber daya manusia terbatas maka untuk meraih sukses (keinginannya terpenuhi) maka kita harus bisa menyaring mana keinginan yang benar-benar bermanfaat buat kemajuan kita, bermanfaat buat keluarga kita, bermanfaat buat alam samesta ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Keinginan yang benar-benar memberi manfaat itulah menjadi sebuah kebutuhan, makanya jangan heran bila beberapa akhli management keuangan menyarankan kita harus bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan, maksudnya adalah diantara banyak keinginan-keinginan yang ada saringlah terlebih dahulu mana yang benar-benar memberi manfaat buat kehidupan, kemajuan dan kelestarian kita, setelah itu penuhilah keinginan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada akhirnya sumber daya yang terbatas itu akan bisa digunakan secara optimum untuk mencapai keinginan yang bermanfaat inilah disebut dengan sukses”. Jadi bila Ananda tidak mampu mengendalikan keinginan maka Ananda akan menjadi budak dari keinginan itu, dengan sumber daya terbatas tentu tidak semua keinginan akan terpenuhi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh: Punya tabungan sedikit pingin bisa lulus kuliah, pingin punya mobil bagus, pingin pake perhiasan mahal…Jadi kuliahnya macet ditengah jalan, jadilah kita berduka terus…Tidak terpenuhinya keinginan ini disebut dengan tidak sukses..Keinginan yang tak terkendali adalah Tembok yang pertama…</p>
<p style="text-align: justify;">Bilamana seseorang telah dapat menyingkirkan segala keinginannya, wahai Partha (Arjuna), dan manakala jiwanya telah merasa terpuaskan pada dirinya sendiri, maka mereka itulah yang disebut sebagai orang yang kecerdasannya stabil (Mahabharata)</p>
<p style="text-align: justify;">(bersambung.. Tembok Ke-2 Kemarahan)</p>
<p><a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;4c4c066f8afc03e0b4609661ebbdde60&quot;, event)" rel="nofollow" href="http://singaraja.wordpress.com/" target="_blank"><span>http://singaraja.wordpress</span>.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2009/11/02/enam-tembok-penghalang-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketergesaan memperlambat hasil</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2009/09/01/ketergesaan-dalam-bekerjabelajar-memperlambat-perolehan-hasil/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2009/09/01/ketergesaan-dalam-bekerjabelajar-memperlambat-perolehan-hasil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 13:28:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made mariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Made Mariana]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1025</guid>
		<description><![CDATA[Al kisah seorang pemuda yang gagah berani berkeinginan untuk menuntut ilmu silat pada guru yang sangat tersohor pada jamannya. Pemuda ini sangat bersemangat untuk menjadi seorang pendekar mumpuni. Guru itu bertempat tinggal disebuah gubuk di lereng gunung Agung. Untuk mencapai tempat sang maestro dibutuhkan usaha kerja keras yang tidak mudah, lereng-lereng yang curam dengan jurang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Al kisah seorang pemuda yang gagah berani berkeinginan untuk menuntut ilmu silat pada guru yang sangat tersohor pada jamannya. Pemuda ini sangat bersemangat untuk menjadi seorang pendekar mumpuni. Guru itu bertempat tinggal disebuah gubuk di lereng gunung Agung. Untuk mencapai tempat sang maestro dibutuhkan usaha kerja keras yang tidak mudah, lereng-lereng yang curam dengan jurang yang sangat dalam menghiasi disepanjang jalan, seakan siap menelan siapa saja yang terpelset ke dalamnya.<span id="more-1025"></span></p>
<p>Singkat cerita tibalah sang pemuda di pertapaan sang maestro. Tanpa diduga, sang maestro ternyata telah menyambutnya dengan ramah dan mempersilahkan masuk kedalam gubuk sederhana namun sangat bersih dan rapi, padahal sang pemuda ini tidak pernah memberitahu kedatangannya.&#8221; Hmmm&#8230; guru ini pasti hebat sekali sehingga dia mengetahui kedatanganku&#8230; ternyata cerita orang selama ini bukan omong kosong belaka&#8230;&#8221;</p>
<p>Mereka bercakap-cakap ditemani secangkir teh yang dituangkan dalam mangkok dari tempurung kelapa. Sang pemuda kemudian bertanya:<br />
&#8221; Guru yang agung bila saya belajar dengan tekun dan rajin berapa lama saya akan berhasil..?&#8221;<br />
Sang Guru menjawab:<br />
&#8221; Barangkali sepuluh tahun..&#8221;<br />
Pemuda itu tertegun, kemudian bertanya lagi:<br />
&#8221; Orang tuaku sudah semakin tua, saya satu-satunya anak yang tertinggal, saya ingin merawatnya. Jika saya belajar dan berlatih lebih giat lagi berapa lama saya bisa berhasil..?&#8221;<br />
Sang Guru sambil tersenyum menjawab:<br />
&#8221; Dalam hal ini mungkin empat puluh tahun&#8230;&#8221;<br />
Sang pemuda semakin bingung, sambil menggaruk kepalanya dia kemudian berkata:<br />
&#8220;Awalnya guru menyebutkan 10 tahun, kemudian 40 tahun. Saya bersedia menempuh jalan sesulit apapun. Saya mesti menguasainya dalam tempo yang secepat-cepatnya&#8221;<br />
Sang Guru menjawab kembali sambil menatap tajam: &#8221; kalo begitu kamu perlu 100 tahun&#8230;!!!&#8221;</p>
<p>Saudaraku sekalian&#8230; kisah diatas hanyalah salah satu dari banyak kejadian dimana orang seringkali tergesa-gesa untuk meraih sesuatu (belajar/bekerja) sehingga pikirannya dipenuhi dengan hasil sebelum menjalaninya terlebih dahulu.</p>
<p>Disadari atau tidak dalam kehidupan ini kita seringkali tergesa-gesa untuk mendapatkan hasil dari apapun yang kita pelajari atau kerjakan. Sesungguhnya ketergesaan itu tidak akan memberikan apa-apa, namun tindakan nyata, melatih diri dan belajar/kerja serta memperhatikan dengan baik setiap sisi hidup setiap hari adalah pemecahannya, jangan penuhi pikiranmu dengan hasil atau rewards.. tapi pusatkan pikiranmu pada hari ini, lakukanlah hari ini yang terbaik, perhatikan setiap langkahmu hari demi hari, maka keberhasilan akan menjadi teman kita..</p>
<p>Salam</p>
<p>Made M.<br />
<a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;de300c2762cf2fe1f4a569509bdf7574&quot;, event)" rel="nofollow" href="http://singaraja.wordpress.com/" target="_blank"><span>http://singaraja.wordpress</span>.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2009/09/01/ketergesaan-dalam-bekerjabelajar-memperlambat-perolehan-hasil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berjalan..</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2009/08/17/berjalan/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2009/08/17/berjalan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 14:56:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made mariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Made Mariana]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1006</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang pasti pernah berjalan. Berjalan salah satu aktivitas yang tidak bisa kita hindari dalam hidup ini. Berjalan mengantarkan kita berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.
Bicara tentang berjalan, saya jadi teringat dengan pesan Ibu seorang wanita single parent yang sederhana sebelum pergi merantau
&#8220;Dek hidup ini seperti orang berjalan&#8230;jangan hanya melihat ke depan, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Semua orang pasti pernah berjalan. Berjalan salah satu aktivitas yang tidak bisa kita hindari dalam hidup ini. Berjalan mengantarkan kita berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.</p>
<p>Bicara tentang berjalan, saya jadi teringat dengan pesan Ibu seorang wanita single parent yang sederhana sebelum pergi merantau<br />
&#8220;Dek hidup ini seperti orang berjalan&#8230;jangan hanya melihat ke depan, tapi lihat juga kebelakang, kemudian lihat juga ke samping kiri dan kanan, lihat juga ke atas dan ke bawah..kemudian langkahkan kakimu terus ke depan jangan mundur lagi.. &#8221;<br />
<span id="more-1006"></span><br />
Lama saya tidak mengerti apa yang dimaksudkan ibu, hari itu karena saya pingin ibu seneng sambil manggut-manggut saya cium tangan ibu pamitan dengan segenap keraguan di hati, apa sih maksud ibu.</p>
<p>Semalam setelah meditasi, tiba-tiba kata-kata itu muncul kembali dalam pikiranku dengan jawabannya sendiri. Hidup ini seperti orang berjalan, kita jangan lupa menengok kebelakang, sejarah hidup kita, dari mana kita berasal, siapa kita, apa tujuan awal kita merantau, jangan sampai kehilangan arah&#8230; demikian pula bangsa ini, sejarah telah mencatat perjuangan para pahlawan besar untuk memerdekakan negeri ini dari belenggu penjajahan&#8230; Darah dan air mata menggenangi setiap area perjuangan&#8230; Hari ini kita merayakan kemerdekaan bangsa yang ke 64, semoga bangsa Indonesia tidak kehilangan arah.. tetap konsisten pada upaya memerdekakan setiap individu dan masyarakat Indonesia secara umum menuju kesejahteraan dan kedamaian</p>
<p>Berjalan juga harus melihat ke kiri dan ke kanan, mereka yang memiliki nasib yang sama dengan kita, harus kita perhatikan pula, kita berjalan beriringan meraih sukses, membangun team yang kuat, sebagai mahluk sosial yang bersinergi mencapai setiap goal yang direncanakan</p>
<p>Berjalan juga harus melihat ke atas, banyak orang yang lebih hebat dan lebih berprestasi dari kita, so kita jangan sombong dengan pencapaian yang telah kita dapatkan, tetaplah rendah hati namun terus berusaha untuk maju..</p>
<p>Berjalan juga harus melihat ke bawah, banyak orang yang tidak beruntung memiliki nasib sebaik kita, mereka berada dalam kelompok marginal kebawah&#8230; sudah kewajiban kita untuk menjaga dan memperhatikan mereka, jadi jangan serakah dalam hidup ingatlah selalu berbagi dengan tulus dan ikhlas&#8230;</p>
<p>Berjalan menuju kedepan, bahwa kita harus hidup optimis menatap masa depan, jangan mundur dalam menghadapi setiap tantangan dan rintangan yang ada, dengan daya juang seperti para pahlawan kemerdekaan, marilah kita berjalan maju bersama, menjaga nama baik bangsa dibidang masing-masing.<br />
Menjadi profesionalis di bidang yang ditekuni, ya&#8230; karena hanya kitalah generasi yang harus menjaga dan mengisi kemerdekaan warisan para leluhur sebagai wujud terimakasih kita atas usaha jerih payah para pahlawan, dan agar bisa menjadi pondasi yang kokoh bagi generasi kita selanjutnya&#8230;.</p>
<p>Merdekaa!!! Indonesia Jaya!! Indonesia Bersatu!!</p>
<p>http://singaraja.wordpress.com</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2009/08/17/berjalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
