<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indo-Emirates &#187; Umum</title>
	<atom:link href="http://www.indo-emirates.org/category/umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.indo-emirates.org</link>
	<description>Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais - Abu Dhabi - UAE</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 16:08:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Buku Kang Jaya Komarodin Cholic Akan Terbit &#8211;  TAMASYA KE MASJID</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/06/04/buku-kang-jaya-komarodin-cholic-akan-terbit-tamsya-ke-masjid/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/06/04/buku-kang-jaya-komarodin-cholic-akan-terbit-tamsya-ke-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 07:08:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indo-Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1235</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Jenny Ervina, buruh migran di Taiwan asal Petir, Serang-Banten, satu lagi buruh migran asal Banten &#8211; Bogor (Indonesia) menulis buku. Penulis bekerja sebagai buruh migrant di Persatuan Emirat Arab. Jaya Komarodin Cholic alias Lawang Bagja, namanya.
Dia menulis buku TAMSYA KE MASJID. Kata Jaya, &#8220;Buku Ini adalah bagian dari gerakan mengepung masjid! Di Banten dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Setelah Jenny Ervina, buruh migran di Taiwan asal Petir, Serang-Banten, satu lagi buruh migran asal Banten &#8211; Bogor (Indonesia) menulis buku. Penulis bekerja sebagai buruh migrant di Persatuan Emirat Arab. Jaya Komarodin Cholic alias Lawang Bagja, namanya.</p></blockquote>
<blockquote><p>Dia menulis buku TAMSYA KE MASJID. Kata Jaya, &#8220;Buku Ini adalah bagian dari gerakan mengepung masjid! Di Banten dan Indonesia pada umumnya, masjid sepi. Di Dubai, masjid begitu ramai. Orang seperti bertamasya menghadap Allah!&#8221; Bagi saya, buku ini menyodorkan fakta, bahwa sholat berjamaah di mesjid-mesjid di Dubai seolah sedang tamasya menuju rumah-Nya, selalu penuh sesak. Berbeda dengan di kota-kota Indonesia yang sepi. Saya juga mersa bahagia setelah membaca buku ini, karena teringat saat Bapak mengajak saya berjamaah di mesjid kampung. Saya juga berlarian ke sana-kemari seolah sedang tamasya, persis seperti yang penulis alami di buku ini! .</p></blockquote>
<blockquote><p><strong><em>(Gol A Gong,  Majelis Penulis Forum Lingkar Pena)</em></strong></p></blockquote>
<p><a class="highslide img_2" href="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/06/jaya.jpg" onclick="return hs.expand(this)"><img class="alignleft size-full wp-image-1236" title="jaya" src="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/06/jaya.jpg" alt="" width="461" height="679" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/06/04/buku-kang-jaya-komarodin-cholic-akan-terbit-tamsya-ke-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Panduan Indo-Emirates</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/05/13/buku-panduan-indo-emirates/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/05/13/buku-panduan-indo-emirates/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 17:48:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sadewo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indo-Emirates]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom Herry Sadewo]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[buku panduan IE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1216</guid>
		<description><![CDATA[Kita yakin bahwa kita semua pernah mengalami betapa sulit dan bingungnya membuat SIM (surat ijin mengemudi), memperpanjang STNK, membuat Emirates ID, membuat/memperpanjang paspor, dan lain-lain.
Telepon kesana-kemari, mencari informasi melalui e-mail/milis, search di Google, buka-buka website dan lain-lain. Ini kurang efektif dan banyak menghabiskan tenaga dan waktu yang tidak perlu.
Agar bisa lebih efektif, Indo-Emirates berusaha meminimalisir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Kita yakin bahwa kita semua pernah mengalami betapa sulit dan bingungnya membuat SIM (surat ijin mengemudi), memperpanjang STNK, membuat Emirates ID, membuat/memperpanjang paspor, dan lain-lain.</p>
<p>Telepon kesana-kemari, mencari informasi melalui e-mail/milis, <em>search</em> di Google, buka-buka website dan lain-lain. Ini kurang efektif dan banyak menghabiskan tenaga dan waktu yang tidak perlu.</p>
<p>Agar bisa lebih efektif, Indo-Emirates berusaha meminimalisir waktu dan tenaga yang terbuang dengan cara membuat “Buku Panduan” yang berisi tentang prosedur bagaimana cara mengurus hal-hal tersebut di atas, termasuk administrasi apa saja yang perlu dipersiapkan. Dalam “Buku Panduan” ini juga akan dikupas tip dan trik dari warga Indo-Emirates yang telah mengalami atau berpengalaman dalam mengurus hal ini.</p>
<p>Untuk detailnya, silahkan download lampiran berikut <a href="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/05/Kompilasi-Buku-Panduan-IE.pdf">Kompilasi Buku Panduan IE</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/05/13/buku-panduan-indo-emirates/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Inspiratif dari Bapak Sulaeman (Alm)</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/05/05/kisah-inspiratif-dari-bapak-sulaeman-alm/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/05/05/kisah-inspiratif-dari-bapak-sulaeman-alm/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 17:35:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made mariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Made Mariana]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1205</guid>
		<description><![CDATA[Adalah  merupakan suatu keberuntungan bagi kami bisa bertemu dan berdiskusi  dengan tokoh-tokoh yang memiliki kepribadian Teguh, idealis dan memiliki  banyak pengalaman hidup. Karena akan mendapatkan banyak pelajaran hidup  yang bisa dijadikan motivator untuk meraih sukses dalam hidup. Inipun  kami rasakan ketika kami berkesempatan bertatap muka  Dengan Bapak  Sulaeman (Alm) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Adalah  merupakan suatu keberuntungan bagi kami bisa bertemu dan berdiskusi  dengan tokoh-tokoh yang memiliki kepribadian Teguh, idealis dan memiliki  banyak pengalaman hidup. Karena akan mendapatkan banyak pelajaran hidup  yang bisa dijadikan motivator untuk meraih sukses dalam hidup. Inipun  kami rasakan ketika kami berkesempatan bertatap muka  Dengan Bapak  Sulaeman (Alm) Direktur Pt. Guna Mandiri Paripurna tanggal 30 April  2010, di Thailand Restaurant, Al Wehda Mall – Abu Dhabi.<a class="highslide img_4" href="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/05/DSCN1737.jpg" onclick="return hs.expand(this)"><img class="aligncenter size-full wp-image-1206" title="Kenangan Bersama Bapak Sulaeman" src="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/05/DSCN1737.jpg" alt="" width="538" height="403" /></a><span id="more-1205"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti layaknya para jawara Beliau  tampil sederhana, menyapa kita dengan ramah, tidak ada sekat dan batas,  penuh penghargaan pada ide-ide kita pun tidak sungkan untuk berbagi  kisah sukses. Salah satu kisah sukses yang beliau ceritakan pada kami  adalah, ketika beliau melakukan recruitment untuk sebuah perusahaan di  Qatar.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada seseorang yang memiliki keinginan  begitu besar untuk berkarir di perusahaan gas di Qatar, secara teknikal  Beliau memiliki kemampuan yang mumpuni, itu dibuktikan dengan hasil tes  tulis,  selalu lulus…., namun setiap kali ikut test wawancara Bapak ini  selalu gagal. Suatu hari dia datang lagi pada Pak Sulaeman, berkeluh  kesah tentang kegagalannya, Pak Sulaeman kemudian memberikan nasehat:  “Kesuksesan itu tidak datang dengan sendirinya, tapi perlu usaha, Tuhan  juga akan memberikan peluang bagi mereka yang berusaha, dan Berusaha  tanpa kenal putus asa adalah bentuk nyata orang beriman dengan belajar,  dengan sembahyang yang rajin”. “Pak Saya ini sudah tua setiap kali baca  buku bahasa inggris saya ngantuk, jangan kan ada yang masuk, setiap kali  saya pegang buku, sesaat kemudian saya sadar sudah dibangunkan oleh  istri atau anak saya” kata Bapak ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Singkat cerita akhirnya Bapak ini  pulang kembali ke rumahnya. Waktu kemudian berlalu, setelah beberapa  bulan, lowongan pada perusahan yang sama muncul lagi. Dia tetap  bersemangat untuk mengirimkan lamarannya ke PT. Guna Mandiri Paripurna.  Sudah dapat ditebak pada test tulis dia bisa lulus dengan mudah, karena  memang dia memiliki kemampuan teknikal yang mumpuni. Ketika test  wawancara, dia bertemu lagi dengan orang yang sama yaitu Orang India dan  Orang Qatar.</p>
<p style="text-align: justify;">Pewawancara berkata: “This is the  fourth time we met, Do you still remember Me…?</p>
<p style="text-align: justify;">Si Bapak: “Yes Sir I still remember  you, Do you come from India right..?</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil tersenyum Pewawancara kemudian  melanjutkan pertanyaannya: “Ok good.. do you still remember what is the  last question I asked you on our last meeting…?</p>
<p style="text-align: justify;">Si Bapak dengan PD menjawab: “Yes of  course Sir I still remember…!” Kemudian Bapak itu menjawab dengan jelas  dan tegas apa yang ditanyakan pada pertemuan sebelumnya. Ternyata  Pewawancara ini membawa file hasil wawancara dulu yang disimpen di dalam  laptopnya, ketika dibuka filenya si Bapak…Wow.. ternyata tepat sekali…”</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil tersenyum kagum, Pewawancara ini  kemudian bertanya lagi: “How can you improve your English so fast…?  Earlier it’s very difficult for you to express any words, but now….  Amagingly…?</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan Bangga Si Bapak kemudian  berkata: “Sir In my company we have two Indians, I asked him to teach me  English every day, I made Indomie for him in the first day. Than At the  second day I asked him to teach me again, I brought Nasi Goreng for  him. On Third day I ask him again to teach me English… I brought Sate  for him…….continuously, until I can speak English.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua Pewawancara tertawa dan kagum,  langsung menandatangani dan mengatakan bahwa Bapak itu lulus… kontan  saja Bapak ini terlonjak kegirangan. Dia langsung bersujud di depan  mereka… Dan Bapak ini kemudian menjadi prioritas utama yang  diberangkatkan, Dialah orang pertama yang diberangkatkan pada  recruitment saat itu sebagai penghargaan atas jerih payahnya….</p>
<p style="text-align: justify;">Saudaraku sekalian… seringkali dalam  kehidupan ini kita dihadapkan pada kejadian-kejadian pahit, namun dengan  kesabaran, dengan usaha tanpa henti disertai dengan  doa/sembahyang/sholat… Tuhan pasti akan memberikan jalan seperti kisah  Bapak di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Terimakasih kami ucapkan pada Alm.  Bapak Sulaeman, semoga segala kebaikan Bapak diterima Tuhan Yang Maha  Esa. (Pak Sulaeman Meninggal di Abu Dhabi, saat menjalankan tugas,  dikebumikan hari ini 05 Mei 2010, di Baniyas Graveyard, Abu Dhabi)</p>
<p style="text-align: justify;">Made Mariana – Ruwais – Abu Dhabi, 05  Mei 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/05/05/kisah-inspiratif-dari-bapak-sulaeman-alm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Hidup Dari Leonnel Messi</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/04/10/pelajaran-hidup-dari-leonnel-messi/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/04/10/pelajaran-hidup-dari-leonnel-messi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2010 11:53:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ali alfarisi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/2010/04/10/pelajaran-hidup-dari-leonnel-messi/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ali Alfarisi
Saya bukanlah termasuk seorang pecinta bola layaknya kebanyakan anak-anak muda yang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangan mereka. Saya lebih senang memainkan sepakbola itu sendiri secara langsung sebagai bagian dari olahraga untuk menjaga kesehatan.
Tapi pertandingan perempat final leg kedua antara Barcelona yang disebut-sebut sebagai tim terbaik dimuka bumi melawan Arsenal, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Ali Alfarisi</p>
<p>Saya bukanlah termasuk seorang pecinta bola layaknya kebanyakan anak-anak muda yang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangan mereka. Saya lebih senang memainkan sepakbola itu sendiri secara langsung sebagai bagian dari olahraga untuk menjaga kesehatan.</p>
<p>Tapi pertandingan perempat final leg kedua antara Barcelona yang disebut-sebut sebagai tim terbaik dimuka bumi melawan Arsenal, tim yang mempunyai passing terbaik di Liga Inggris membuat saya tertarik untuk menonton. Tapi ini juga sebagai ijabah undangan dari beberapa rekan kerja asal Malaysia untuk makan malam bersama di salah satu apartemen tempat tinggal mereka. Perbedaan waktu Indonesia dan Abu Dhabi yang lebih dari tiga jam juga membuat jam tayang laga ini jauh lebih sore, tidak seperti di Indonesia yang harus menonton jam 1.30 dini hari.</p>
<p>Tak ada sehelai daun pun lepas dari dahan dan jatuh ke bumi kecuali atas rencana Allah sang pemilik alam dan segala isinya, so tidak ada satu hal apapun terjadi secara kebetulan, semua sudah sesuai dengan skenario Allah. Begitupun tidak ada suatu penciptaan-Nya yang sia-sia, semuanya mengandung hikmah. Hanya bagaimana setiap individu mampu menangkap hikmah dari semua peristiwa. Dan saya mencoba mengambil hikmah atas apa yang saya lihat dari pertandingan semalam.<span id="more-1185"></span></p>
<p>Memang, menyaksikan pertandingan semalam sungguh menakjubkan. Pertemuan dua tim yang mengagung-agungkan sepakbola menyerang menghasilkan suguhan permainan terbaik. Hasil akhir dari pertandingan ini tidak terlalu berpengaruh bagi pecinta bola, tapi suguhan permainan indah, bola mengalir tanpa henti dan liukan-liukan indah para pemain bintang mendrible bola, melewati dan mengelabuhi lawan, sungguh mengundang decak kagum dari penonton.</p>
<p>Lionel Messi, bocah boncel yang selalu rendah hati, kembali menjadi star on the stage of Nou Camp Stadium tadi malam. Empat gol yang digelontorkan pemain bertinggi 169 cm ini ke jala Manuel Alumina menjadi bukti tak terbantahkan atas superioritas sang bintang ini atas lawan-lawannya. Para penggila bola hampir dibuatnya kehabisan kata untuk memuji penampilannya. Beberapa rekan kerja asal Malaysia bahkan berkali-kali mengatakan kata-kata &#8220;gila si messi&#8221;, &#8220;fantastic&#8221;, &#8220;impossible&#8221; dan kata-kata lainnya yang menggambarkan kekaguman mereka atas pemain asal Argentina ini.</p>
<p>Drible bola yang aduhai, keeping bolanya yang menawan dan gerakan indahnya melewati barisan belakang Arsenal, sampai gerakan tipuannya yang membuat kiper Arsenal hanya melongo melihat bola lewat di atas kepalanya dan meluncur dengan sopan ke jala benar-benar membuat kagum penonton.</p>
<p>Tapi kali ini, sebagai orang yang selalu mencoba mengambil hikmah atas setiap kejadian yang disaksikan, saya tidak hanya melihat dari sisi sepakbolanya saja. Hanya kekaguman kepada seorang Messi atas skill mengolah si kulit bundar yang di atas rata-rata pemain lawan tidak memberka efek positif bagi kita. Ada banyak hikmah yang dapat kita ambil dan akan terbuang dengan percuma kalau kita tidak menangkapnya. Hikmah kebaikan bisa didapatkan dari siapapun, tak terkecuali dari si Messi. Setidaknya berikut ini beberapa pelajaran hidup yang saya dapatkan:</p>
<p>Pertama : Ukuran tubuh tidak menentukan prestasi</p>
<p>Leonel Messi, penyerang yang mempunyai ukuran tubuh 169 cm, sangat tidak ideal untuk sepakbola Eropa/modern. Mari bandingkan dengan Fernando Torres (Spanyol) 186 cm, Cristiano Ronaldo (Portugal) 185 cm, Ibrahimovic (Swedia) 192 cm, Wayne Rooney (England) 178 cm dan Samuel Eto’o (Kamerun) 180 cm. Lebih-lebih bila dibandingkan dengan Crouch (England) 204 cm, sangat jauh.</p>
<p>Saat hampir setiap tim menyiapkan barisan pertahanannya dengan para pemain menjulang semisal Rio Ferdinand (MU) 195 cm, John Terry (Chelsea) 185 cm, Vermaelen (Arsenal) 183 cm, Campbell (Arsenal) 188 cm, dan Albiol (Madrid) 190 cm dan Sergio Ramos (Madrid) 186 cm. Messi tidak pernah grogi apalagi takut dengan para pemain belakang yang siap menjegalnya.</p>
<p>Dia mampu bersaing dalam dunia persepakbolaan yang mengandalkan kekuatan fisik. Ternyata badan yang kecil bukan jaminan untuk kalah. Segala keterbatasan yang ada bisa menjadi sebuah karunia bila dimaksimalkan dengan baik. Dengan kekecilan tubuhnya itu akhirnya Messi justru jadi bisa bergerak lebih lincah dan bekerja lebih keras untuk menunjukan pada dunia bahwa orang kecil tidak selamanya harus minder apalagi kalah dengan para raksasa.</p>
<p>Begitupun kita, sebagai para pekerja migran asal Asia. Sudah seharusnya kita membuktikan bahwa ukuran tubuh yang kecil, kultur yang pendiam tidak banyak bicara, tidak berarti kita miskin kreasi. Justru kita harus kebih lincah mencetak pretasi terbaikdaripada para pekerja migran asal Europe sekalipun.</p>
<p>Kedua : Mengutamakan amal jama`i.</p>
<p>Messi terkenal pemain yang tidak hanya mementingkan dirinya saja. Kepentingan tim lebih utama baginya. Bahkan dia sering mengatakan tidak masalah baginya tidak mencatatkan namanya di papan skor, asal timnya menang. Hal ini berperan sangat penting dalam mencetak karakternya di dalam maupun diluar lapangan. So tidak heran kalau kita sering melihat Messi memberika bola kepada teman yang posisinya lebih menguntungkan, walaupun bisa saja dia menyelesaikan peluang yang didapatnya untuk dikonversi menjadi gol.</p>
<p>Prestasi yang dicapainya selalu diakui sebagai sebuah hasil dari kerjasama yang baik dalam sebuah tim, bukan hasil karya dirinya seorang. Begitupun kita, alangkah indahnya hidup ini bila setiap orang tidak hanya mengutamakan kepentingan individunya saja. Masih banyak dari kita yang tidak peduli dengan kepentingan bersama/orang lain, masih banyak dari kita yang lebih senang memiliki tanpa pernah berbagi. Meminjam kata-kata yang sering diucapkan oleh da`i Aa Gym, &#8220;kalau mau sholeh, jangan sholeh sendiri, kalau mau kaya juga jangan mau kaya sendiri&#8221;.</p>
<p>Ketiga : Berkata yang baik atau diam</p>
<p>Setiap orang bisa dibuatnya berdecak kagum saat menyaksikan aksinya dilapangan hijau. Jutaan pasang mata dan telinga menjadi saksi atas indahnya permainannya dan banyaknya pujian untuknya. Tapi kita akan merasa kehilangan dia saat diluar lapangan karena Messi lebih banyak diam. Tidak banyak berita tentang kata-kata yang keluar darinya. Dia lebih senang menunjukan segala keahliannya dilapangan hijau, dia tidak banyak komentar seperti para pemain bintang yang lain. Pujian yang diberikan kepadanya ditanggapinya dengan biasa saja. Begitulah kita seharusnya, bekerjalah saja. Biarkan orang lain yang menilai pekerjaan kita. Tanpa harus banyak bicarapun, bila kita melakukan hal-hal terbaik toh orang lain yang akan merasakan manfaatnya dan akan menentukan penilainya kepada kita.</p>
<p>Keempat : Tabungan Kebaikan.</p>
<p>Messi bukanlah pemain yang tidak pernah melakukan salah. Tidak jarang tendangannya melenceng dari sasaran, operan bolanya yang mengenai lawan atau keeping bolanya kurang sempurna. Karena toh dia hanya manusia biasa, so kesalahan dan kelemahan tetap merupakan sebagian dari sifatnya. Tapi tetap saja ia selalu dipasang sebagai starter di lini depan timnya. Dan tidak pernah ada yang jengkel atau marah ketika dia salah dan tidak sesuai harapan. Hal ini tidak lain karena simpanan “tabungan kebaikan/gol” yang ia tunjukkan di tengah lapangan sudah banyak, sehingga orang tidak mempermasalahkan kesalahannya. Kontribusinya terhadap tim membuat rekannya melupakan segala kekurangan dirinya. Ini adalah pelajaran untuk kehidupan nyata.</p>
<p>Orang yang mempunyai simpanan kebaikan yang banyak akan mudah dimaafkan. Apalagi kalau setelah melakukan kesalahan itu ia mengikutinya dengan kebaikan. Orang jadi lupa dengan kesalahannya tadi. So berbuatlah banyak kebaikan, karena itu tabungan kita menjalani kehidupan. Bung Rhoma bilang &#8220;orang yang baik bukan yang tidak punya salah, tapi yang menyadari kesalahnnya dan memperbaikinya&#8221; . (dangdut mode on)</p>
<p>Kelima : Rendah hati (ini yang paling penting).</p>
<p>Tidak sedikit para legenda sepakbola maupun orang awam yang hanya pecinta bola saja membandingkannya dengan Maradona atau Pele sebagai perwakilan dari para legenda sepakbola tersohor di muka bumi, tapi ia selalu menjawab Maradona dan Pele masih tetap lebih baik darinya. Dia merasa masih belum bisa disejajarkan dengan para legenda itu dan selalu mengatakan akan meningkatnya performannya.</p>
<p>Luar biasa, orang yang tidak pernah berpuas diri dalam mencetak prestasi, satu prinsip hidup yang sangat layak ditiru. Sikap rendah hatinya dapat kita lihat dari gayanya saat bermain ataupun saat melakukan selebrasi atas gol yang ia cetak ke gawang lawan. Sama sekali tidak menampakkan kecongkakan seperti yang dilakukan kebanyakan pemain bintang.</p>
<p>Rendah hati sangat berbeda dengan rendah diri, sangat jauh berbeda. So berbahagialah orang-orang yang membiasakan kehidupan kesehariannya dengan sikap rendah hati, karena sesungguhnya merekalah orang-orang yang tinggi disisi manusia maupun disisi Tuhannya.</p>
<p>Pelajaran hidup bisa kita dapatkan dari siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Mari melihat Messi dari sisi kebaikan yang dapat diambil darinya saja. Jangan hanya urusan sepakbolanya saja, karena itu tidak akan memberikan manfaat apa-apa kepada kita.</p>
<p>Ruwais-Abu Dhabi, 7 April 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/04/10/pelajaran-hidup-dari-leonnel-messi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Singkat Terminologi Hacker</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/03/16/sejarah-singkat-terminologi-hacker/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/03/16/sejarah-singkat-terminologi-hacker/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 21:05:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sadewo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Herry Sadewo]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cracker]]></category>
		<category><![CDATA[hacker]]></category>
		<category><![CDATA[manifesto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1177</guid>
		<description><![CDATA[Terminologi hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat dengan sejumlah komputer mainframe. Kata hacker pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terminologi hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat dengan sejumlah komputer mainframe. Kata hacker pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik ketimbang yang telah dirancang bersama.</p>
<p><span id="more-1177"></span>Kemudian pada tahun 1983, analogi hacker semakin berkembang untuk menyebut seseorang yang memiliki obsesi untuk memahami dan menguasai sistem komputer. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di Milwaukee AS. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos.</p>
<p>Satu dari pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan lima pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan. Pada tahun yang sama keluar pula sebuah film berjudul War Games yang salah satu perannya dimainkan oleh Matthew Broderick sebagai David Lightman. Film tersebut menceritakan seorang remaja penggemar komputer yang secara tidak sengaja terkoneksi dengan super komputer rahasia yang mengkontrol persenjataan nuklir AS.</p>
<p>Kemudian pada tahun 1995 keluarlah film berjudul Hackers, yang menceritakan pertarungan antara anak muda jago komputer bawah tanah dengan sebuah perusahaan high-tech dalam menerobos sebuah sistem komputer. Dalam film tersebut digambarkan bagaimana akhirnya anak-anak muda tersebut mampu menembus dan melumpuhkan keamanan sistem komputer perusahaan tersebut. Salah satu pemainnya adalah Angelina Jolie berperan sebagai Kate Libby alias Acid Burn.</p>
<p>Pada tahun yang sama keluar pula film berjudul The Net yang dimainkan oleh Sandra Bullock sebagai Angela Bennet. Film tersebut mengisahkan bagaimana perjuangan seorang pakar komputer wanita yang identitas dan informasi jati dirinya di dunia nyata telah diubah oleh seseorang. Dengan keluarnya dua film tersebut, maka eksistensi terminologi hacker semakin jauh dari yang pertama kali muncul di tahun 1960-an di MIT.</p>
<p>==============================</p>
<p><strong>Manifesto dan Kode Etik Hacker</strong></p>
<p>==============================</p>
<p>Sebenarnya hacker memiliki manifesto dan kode etik yang menjadi patokan bagi hacker di seluruh dunia. Manifesto Hacker dibuat oleh seorang hacker yang menggunakan nickname The Mentor dan pertama kali dimuat pada majalah Phrack (volume 1 / issue 7 / 25 September 1986).</p>
<p><strong>Manifesto Hacker</strong> tersebut adalah:</p>
<p><em>Ini adalah dunia kami sekarang, dunianya elektron dan switch, keindahan sebuah baud. Kami mendayagunakan sebuah sistem yang telah ada tanpa membayar, yang bisa jadi biaya tersebut sangatlah murah jika tidak dijalankan dengan nafsu tamak mencari keuntungan, dan kalian sebut kami kriminal. Kami menjelajah, dan kalian sebut kami kriminal. Kami mengejar pengetahuan, dan kalian sebut kami kriminal. Kami hadir tanpa perbedaan warna kulit, kebangsaan, ataupun prasangka keagamaan, dan kalian sebut kami kriminal. Kalian membuat bom atom, kalian menggelar peperangan, kalian membunuh, berlaku curang, membohongi kami dan mencoba meyakinkan kami bahwa semua itu demi kebaikan kami, tetap saja kami yang disebut kriminal. Ya, aku memang seorang criminal. Kejahatanku adalah rasa keingintahuanku. Kejahatanku adalah karena menilai orang lain dari apa yang mereka katakan dan pikirkan, bukan pada penampilan mereka. Kejahatanku adalah menjadi lebih pintar dari kalian, sesuatu yang tak kan kalian maafkan. Aku memang seorang hacker, dan inilah manifesto saya. Kalian bisa saja menghentikanku, tetapi kalian tak mungkin menghentikan kami semua. Bagaimanapun juga, kami semua senasib seperjuangan.</em></p>
<p>Hacker juga memiliki kode etik yang pada mulanya diformulasikan dalam buku karya Steven Levy berjudul Hackers: Heroes of The Computer Revolution, pada tahun 1984.</p>
<p><strong>Kode etik hacker</strong> tersebut tertulis:</p>
<p>1.    Akses ke sebuah sistem komputer, dan apapun saja dapat mengajarkan mengenai bagaimana dunia bekerja,haruslah tidak terbatas sama sekali</p>
<p>2.    Segala informasi haruslah gratis</p>
<p>3.    Jangan percaya pada otoritas, promosikanlah desentralisasi</p>
<p>4.    Hacker haruslah dinilai dari sudut pandang aktifitas hackingnya, bukan berdasarkan standar organisasi formal atau kriteria yang tidak relevan seperti derajat, usia, suku maupun posisi.</p>
<p>5.    Seseorang dapat menciptakan karya seni dan keindahan di komputer</p>
<p>6.    Komputer dapat mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik.</p>
<p>==================</p>
<p><strong>Hacker dan Cracker</strong></p>
<p>==================</p>
<p>Sebenarnya secara lebih spesifik terminologi hacker telah dijelaskan dalam buku Hacker Attack karya Richard Mansfield tahun 2000. Menurut Mansfield, <strong><em>hacker didefinisikan</em> sebagai</strong> <em><strong>seseorang yang memiliki keinginan untuk melakukan eksplorasi dan penetrasi terhadap sebuah sistem operasi dan kode komputer pengaman lainnya, tetapi tidak melakukan tindakan pengrusakan apapun, tidak mencuri uang atau informasi. </strong>Sedangkan <strong>cracker adalah sisi gelap dari hacker dan memiliki kertertarikan untuk mencuri informasi, melakukan berbagai macam kerusakan dan sesekali waktu juga melumpuhkan keseluruhan sistem komputer.</strong></em></p>
<p>Perbedaan terminologi antar hacker dan cracker tersebut kini menjadi bias dan cenderung hilang sama sekali dalam perspektif media massa dan di masyarakat umum. Ada beberapa faktor penyebab hal tersebut:</p>
<p>1.    Para cracker tidak jarang menyebut diri mereka sebagai hacker</p>
<p>2.    Manifesto dan kode etik para hacker kerap pula dianggap sebagai manifesto dan kode etik bagi para cracker.</p>
<p>3.    Media massa menggunakan terminologi hacker secara salah kaprah dan hantam kromo</p>
<p>4.    Industri film mengangkat kehidupan hacker dari kacamata Hollywood</p>
<p>5.    Masyarakat melabelisasi kegiatannya menggunakan kata hacker agar lebih memiliki daya jual</p>
<p>Berdasarkan beberapa kondisi tersebut di atas, maka terminologi hacker memiliki pelebaran makna sedemikian rupa, sehingga kesalah-kaprahan kian hari kian menjadi-jadi. Setiap perilaku negatif yang dilakukan di Internet sering kali dikaitkan dengan istilah hacker, baik oleh media massa maupun masyarakat umum. Contohnya adalah pada paragraf pertama dan kedua tulisan ini. Perilaku men-defaced suatu situs nyata-nyata bukanlah modus operandi hacker. Hacker sejatinya tidak memiliki niatan atau tindakan yang sifatnya merusak.</p>
<p>Penggunaan kata hacker untuk sebuah acara party-party di café seperti contoh di atas juga merupakan satu bentuk pengaburan makna hacker yang sebenarnya. Acara HackersNight yang selalu digelar di café-café tersebut hanyalah merupakan ajang kumpul-kumpul pebisnis dotcom untuk bertukar kartu nama, menikmati hiburan dan bercengkerama hingga larut malam. Agak sulit jika ingin memperkirakan bahwa hacker yang sebenarnya akan menghadiri acara tersebut. Karena sejatinya seorang hacker kurang mau jati dirinya terekspos.</p>
<p>Berbeda bila kita berbicara mengenai ajang pertemuan hacker terbesar di dunia, Def Con, yang diadakan setahun sekali setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktifitas hacking. Para hacker dari seluruh dunia tidak segan-segan untuk muncul setahun sekali dalam Def Con tersebut karena disitulah mereka dapat merasakan berada di komunitas hacker yang sesungguhnya, bukan sekedar labelisasi saja.</p>
<p>Walhasil, melihat beberapa kondisi di atas, akhirnya mau tidak mau terjadi kompromi dalam penggunaan istilah hacker. Sebagian orang ada memilih istilah hacker dan cracker, ada yang lebih nyaman menggunakan istilah hacker putih dan hacker hitam dan ada pula yang tetap menggunakan kata hacker untuk semua perilaku kriminalitas di Internet. Karena hacker yang sejati lebih banyak diam, cracker sering menyatakan dirinya sebagai hacker dan masyarakat umum lebih familiar dengan istilah hacker, akhirnya mau tidak mau media massa harus mengikuti selera pasar dengan ikut-ikutan mengeneralisir terminologi hacker.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/03/16/sejarah-singkat-terminologi-hacker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
