<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indo-Emirates</title>
	<atom:link href="http://www.indo-emirates.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.indo-emirates.org</link>
	<description>Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais - Abu Dhabi - UAE</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 Jan 2010 02:29:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Struktur Kabinet Indo-Emirates Baru</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/01/26/struktur-kabinet-indo-emirates-baru/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/01/26/struktur-kabinet-indo-emirates-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 02:29:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1150</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum Wr. Wb.,
Bismillahirrahmanirrahim dengan semangat perubahan, mengakomodir muka-muka baru dan membaca kebutuhan satu tahun ke depan, maka berikut ini adalah struktur kabinet indo-emirates yang baru, mohon perhatian dan bantuannya.
Adalah sebuah hukum alam, ada yg datang ada yg pergi, ada yg masuk ada yg keluar, ada yg lama ada yg baru, begitu juga dengan struktur kabinet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum Wr. Wb.,</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahim dengan semangat perubahan, mengakomodir muka-muka baru dan membaca kebutuhan satu tahun ke depan, maka berikut ini adalah struktur kabinet indo-emirates yang baru, mohon perhatian dan bantuannya.</p>
<p>Adalah sebuah hukum alam, ada yg datang ada yg pergi, ada yg masuk ada yg keluar, ada yg lama ada yg baru, begitu juga dengan struktur kabinet ini. Muka-muka baru masuk, muka-muka lama pergi.<br />
<span id="more-1150"></span><br />
Buat tersebut di bawah:</p>
<p>Supriyanto, Hidayat Ruchiyat, Sukamto, Suherman, Bambang Triyono, Priyo Edi Prasetyo, Dadang Suharya, Iman T. Santoso, Made Ada, Roland Panggabean, Ade Gumilar, Yayan Hadiyanto, Bambang Suntik, Suarni Sukarna, Wawan Jawandi, Dian Faruli, Mochamad Ikhwan dan Ali Usman.</p>
<p>Terimakasih yang tidak terhingga kepada teman-teman yg telah bersedia mengabdi pada kepengurusan sebelumnya, 2009. Mudah-mudahan amal dan darma bakti yang ikhlas akan diganti oleh Allah SWT, berupa limpahan riski dan kemudahan2 dikemudian hari. Amin 3X.</p>
<p>Selamat datang buat muka-muka baru:</p>
<p>Sofwan Haris, M. Nurhasan, Marsikin, Toni Usman, Tito Taufik dan Mahmud Suparno di DPP (Dewan Pertimbangan Presiden)</p>
<p>Muhammad Suryana, Sigit Eko Cahyo, Azhar Rinadi, Nurul Ihsan, Asep Hidayat, Taufik Hidayat, Agung Bramadita, Iwan Suyanto, Armin Muljadi, Ricky Nelson Hutagaol, Rani Hasmy, Iyan Adong, Liyanto Manunggal, Yuli Aziz Wijaya, Edy Kurniawan, Denny Sucipto, Arief Budihartoyo, Widodo Hadid Nugroho, Nanang Sumijian, Achmad Suparman, Muhammad Maududy Mudjahid, Rachmadi Said, Sutana Sadikin dan Erman Heryawan.</p>
<p>Buat teman-teman muka-muka baru, karena Indo-Emirates adalah organisasi sosial, maka jangan berharap sebuah imbalan finansial. Kami hanya bisa memberi kesempatan dan tempat untuk membagi pengalaman, menularkan ilmu, membagi cerita dan membagi manfaat dari anda kepada kita semua.</p>
<p>Dengan komposisi yang baru ini diharapkan hingga akhir 2010 kita punya:</p>
<p>· Cetak biru tentang sebuah usaha bersama komunitas Indo-Emirates baik di UAE dan/atau Indonesia.</p>
<p>· Kekuatan baru untuk menggelindingkan roda pengajian yang sempat terhenti. Pertemuan dengan pihak RHD akan diadakan secepatnya.</p>
<p>· Aktifitas baru berupa forum diskusi atau seminar tentang bagaimana cara meningkatkan dan mengembangkan profesionalisme kita agar bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Direncanakan team baru ini pada tahun ini, 2010, akan mengadakan seminar tentang “Bagaimana Cara Mempersiapkan Diri, Meningkatkan Daya Saing dan Prefesionalisme Para Pekerja Yang Hendak Ke Timur Tengah”, di Cilegon atau Jakarta.</p>
<p>· Aturan main dan system bagaimana membantu dan meningkatkan pelayanan konsuler dari KBRI. Rapat atau pertemuan dengan KBRI direncanakan akan diadakan secepatnya.</p>
<p>· Perhatian lebih terhadap aktifitas anak-anak dan remaja kita.</p>
<p>· Kesiapan dan persiapan kepemimpinan baru Indo-Emirates untuk perioda 2011-2012</p>
<p>Dengan komposisi yang baru mudah-mudahan harapan kita semua untuk mendapatkan bantuan dan pelayanan dari Indo-Emirates akan tercapai.</p>
<p>Mudah-mudahan Allah meridhoi dan melapangkan jalan sehingga moto dan semangat kami, “Indo-Emirates Ada dan Siap Melayani Anda” bisa berkibar perkasa di bumi Ruwais. Amin 3X.</p>
<p>Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,</p>
<p>Heri Susyanto<br />
Presiden Indo-Emirates<br />
Rumah: +97128774631<br />
Hand Phone: +971505324720 atau +971505368898</p>
<p><a href="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/01/kabinet2010.pdf">Struktur Organisasi Indo-Emirates 2010 &#8211; 2011 Download Disini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/01/26/struktur-kabinet-indo-emirates-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Indonesian Family Day 2010&#8243;</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/01/19/indonesian-family-day-2010/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/01/19/indonesian-family-day-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 20:56:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1144</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.
Kini tiba saatnya kita menyambut tahun baru 2010 dengan kegiatan
&#8220;Indonesian Family Day 2010&#8243;
yang insya Allah akan diselenggarakan pada:
Hari/Tgl : Sabtu, 30 Januari 2010
Pukul : 07.30 &#8211; 12.00
Tempat : Lapangan Blok B RHC
Acara :
1. Gerak Jalan Santai Ibu-Ibu bersama Anak2
2. Senam Poco-Poco Bapak2 &#38; Bachelor
3. Indonesian Food Bazaar
4. Family,Kids, &#38; Bachelor Games
5. Door Prizes [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>Kini tiba saatnya kita menyambut tahun baru 2010 dengan kegiatan<br />
<strong>&#8220;Indonesian Family Day 2010&#8243;</strong><br />
yang insya Allah akan diselenggarakan pada:</p>
<p>Hari/Tgl : Sabtu, 30 Januari 2010<br />
Pukul : 07.30 &#8211; 12.00<br />
Tempat : Lapangan Blok B RHC<br />
Acara :</p>
<blockquote><p>1. Gerak Jalan Santai Ibu-Ibu bersama Anak2<br />
2. Senam Poco-Poco Bapak2 &amp; Bachelor<br />
3. Indonesian Food Bazaar<br />
4. Family,Kids, &amp; Bachelor Games<br />
5. Door Prizes Shopping Belanja di Emirates Market</p></blockquote>
<blockquote><p>Untuk Ibu2 yang ingin mengisi stan Indonesian Food Bazaar silahkan menghubungi contact person : Bapak Sabar Riyanto, Z-1402, No. HP 0508252203, atau telepon rumah (02)8778185.</p></blockquote>
<p>Mari kita meriahkan acara Indonesian Family Day ini yang digagas oleh Indo Emirat dari kita dan untuk kita.</p>
<p>Jangan lupa di tunggu kedatangannnya semua di acara ini&#8230;.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum Wr.Wb.</p>
<p>Sie Sosial IE</p>
<p>Lukman Setiawan Dat<br />
HP.0503167105/ Rumah.(02) 8763202</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="445" height="364" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/jkoWB9W_HUg&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;color1=0x006699&amp;color2=0x54abd6&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="445" height="364" src="http://www.youtube.com/v/jkoWB9W_HUg&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;color1=0x006699&amp;color2=0x54abd6&amp;border=1" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always"></embed></object></p>
<p>Salah satu rencana kegiatan adalah senam poco-poco untuk bapak-bapak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/01/19/indonesian-family-day-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tembok 2: Marah yang tak terkendali</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/01/09/tembok-2-marah-yang-tak-terkendali/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/01/09/tembok-2-marah-yang-tak-terkendali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 07:35:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>made mariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Made Mariana]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1136</guid>
		<description><![CDATA[Anakku sekalian&#8230;, keinginan yang tak terkendali akan mengarah pada pemborosan sumber daya, artinya sumber daya terbatas yang dimiliki tidak diaplikasikan tepat guna. Pada akhirnya hajatan utama untuk meraih cita-cita terbentur karena kurangnya sumber daya, ibarat sebuah tembok yang sangat tebal terbuat dari besi baja, membendung laju kehidupan kita.
“Nafsu keinginan tak pernah terpuaskan dengan menikmati objek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide img_2" href="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/01/marah.jpg" onclick="return hs.expand(this)"><img class="aligncenter size-full wp-image-1140" title="marah" src="http://www.indo-emirates.org/wp-content/uploads/2010/01/marah.jpg" alt="" width="225" height="188" /></a>Anakku sekalian&#8230;, keinginan yang tak terkendali akan mengarah pada pemborosan sumber daya, artinya sumber daya terbatas yang dimiliki tidak diaplikasikan tepat guna. Pada akhirnya hajatan utama untuk meraih cita-cita terbentur karena kurangnya sumber daya, ibarat sebuah tembok yang sangat tebal terbuat dari besi baja, membendung laju kehidupan kita.</p>
<p>“Nafsu keinginan tak pernah terpuaskan dengan menikmati objek keinginan itu, karena ia akan tumbuh semakin besar, seperti api yang dituangi bahan baker” demikian dinyatakan dalam <em>Manusmerti II.94</em></p>
<p>“Guru, terimakasih banyak dengan penjelasan guru yang sangat gamblang, kini kami mengerti kenapa keinginan yang tak terkendali itu bisa menjadi sebuah penghalang yang hebat, bagaimana dengan tembok penghalang berikutnya…?</p>
<p>“Ananda.. tembok berikutnya adalah marah/krodha yang tidak terkendali, kemarahan adalah nafsu yang terbentuk dari guna rajas yang sangat merusak dan berdosa, oleh karenanya mereka sering disetarakan dengan musuh dalam diri manusia”<span id="more-1136"></span></p>
<p>“Guru bagaimanakah proses terbentuknya kemarahan itu…? Apakah akibat atau dampak kemarahan yang tak terkendali itu..?</p>
<p>Sambil mengelus janggutnya yang panjang, Sang Wiku diam sejenak Beliau memandang ke seluruh bagian dari Bale Gede tempat mereka berkumpul. Beliau melangkah pelah menuju ke tengah-tengah para muridnya. Sambil tersenyum sejuk, Sang Wiku kemudian melanjutkan penjelasannya:</p>
<p>“Pada umumnya pria cenderung lebih cepat marah dan agresif dibandingkan wanita. Sifat ini disebabkan oleh pengaruh hormon testoteron terhadap proses perkembangan otak bayi lelaki sejak masih dalam kandungan.</p>
<p>Keinginan/Kama/Nafsu yang tidak terkendali akan menimbulkan kemarahan, yang kadang-kadang lepas kendali. Marah yang tidak terkendali ini sangat berbahaya bagi kita, Indra-indra, pikiran dan kecerdasan dikatakan sebagai tempat kedudukannya, Dari kemarahan timbullah kebingungan, dari kebingungan hilangnya ingatan, sehingga mereka yang dikuasai oleh marah tidak menyadari keberadaannya sendiri. Kenapa dia lahir, apa tujuan dia lahir dan hidup di dunia.Dari hilangnya ingatan kecerdasan terhancurkan dari hancurnya kecerdasan menuju pada kemunduran.</p>
<p>Orang yang dikuasai kemarahan sudah tidak bisa membedakan mana yang baik, mana yang tidak baik, mana yang patut dan mana yang tidak patut, sehingga tidak mampu mengontrol tingkah lakunya, tidak mampu mengontrol ucapannya, juga tidak mampu mengontrol pikirannya. Bila perbuatan, ucapan dan pikiran sudah tidak mampu terkendalikan maka pintu kejahatan telah terbuka.</p>
<p>Kalo pikiran sudah tidak terkontrol, pikiran tidak tenang… maka kedamaian sudah lenyap apalagi yang namanya kebahagiaan akan sangat sulit dicapai.</p>
<p>Dalam kehidupan ini, tidak ada orang yang suka dimarahi walaupun mereka tahu bahwa dirinya bersalah. Karena tindakan dan ucapan orang yang dikuasai oleh marah tidak mengenakkan di hati. Padahal kita semua tahu, dalam dunia kerja; atasan kita, bawahan kita, pemilik dari perusahaan, pelanggan kita, rekan kerja kita, supplier kita, pemerintah/legalitas istilah kerennya stake holders mereka semua adalah manusia yang tidak suka mendengarkan kata-kata orang yang dikuasai kemarahan.</p>
<p>Demikian pula dalam keluarga dan masyarakat; orang tua kita, anak kita, pasangan kita, saudara-saudara, sahabat mereka adalah manusia juga yang tidak suka dimarahi dan mendengarkan kata-kata orang yang dikuasai oleh rasa marah.</p>
<p>Kitapun tahu bahwa yang merekruit kita menjadi tenaga professional, yang mempromosikan kita naik menduduki jabatan yang lebih tinggi, yang memberikan kita penghargaan/apreasiasi dari hasil kerja kita, yang memecat kita, yang menghukum kita bila ada kesalahan adalah juga adalah manusia yang tidak suka dan tidak mau dimarahi dan mendengarkan kata-kata orang yang dikuasai oleh rasa marah.</p>
<p>Semua Agama mengajarkan kita untuk mengendalikan marah. Berikut beberapa contoh ayat dari beberapa agama:</p>
<p>Dalam Islam dikatakan:</p>
<p>“<em>Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan (Al-Imrah:134) </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>&#8221;Bukanlah orang yang kuat itu adalah seorang pegulat, namun yang disebut orang kuat adalah mereka yang bisa mengendalikan amarahnya.&#8221; (HR Bukhari dan Muslim).<em> </em></p>
<p>Dalam Kristen dikatakan:</p>
<p><em>”Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu. (Efesus 4:26)</em></p>
<p>Dalam Hindu dikatakan:</p>
<p><em>“Ada tiga jenis gerbang menuju neraka yaitu: Nafsu, Kemarahan dan Ketamakan. Oleh karena itu, seseorang harus melepaskan ketiganya (Bhagavad Gita XVI.21).</em></p>
<p><strong><em>Oleh karena itu bila Ananda ingin sukses baik di dunia kerja, di masyarakat maupun dalam keluarga, kendalikanlah marah itu”.</em></strong></p>
<p>“Guru yang kami muliakan, tadi telah dijelaskan tentang proses terbentuknya marah dan dampak dari kemarahan yang terkendali, lantas bagaimanakah cara mengendalikan kemarahan itu…?”</p>
<p>“Anakku lebih jauh tentang kemarahan itu Maharisi Vaisampayana/Vararuci mengatakan:</p>
<p>“Jika ada orang yang dapat (berhasil) meninggalkan kemarahan hatinya berdasarkan kesabaran hati sebagai keadaan ular yang meninggalkan kulesnya (kulitnya yang terlepas), karena kesemuanya itu tidak akan kembali lagi; orang yang demikian keadaannya itu adalah ia disebut berbudi luhur dan patut disebut manusia sejati”</p>
<p>“Sebenarnya, meskipun orang itu selalu jaya terhadap seterunya, seta tak terbilang jumlah musuh yang dibunuhnya, asal yang dibencinya musnah, maka selama hidupnyapun, jika ia hanya akan menuruti kemarahan hatinya belaka, tentu saja tidak akan habis-habisnya musuhnya itu. Akan tetapi yang benar-benar tidak mempunyai musuh, adalah orang yang berhasil mengekang kemarahan hatinya.</p>
<p>“Orang yang selalu marah, bertengkar, senantiasa ia resah, rusuh hati kemanapun ia pergi. Dan dalam semua perbuatannya, meski ditempat tidur sekalipun, tidak tentram hatinya, sebagai keadaan orang yang tidur dalam rumah yang berisi ular.</p>
<p>Kalo pengelolaannya tepat Marah bisa berarti sehat daripada memendam rasa jengkel, demikian  hasil dari sebuah penelitan yang dilakukan Institute For Mental Health Initiaves. Ada empat langkah nyata untuk mengelola amarah:</p>
<p>1. Mengidentifikasi kesalahan sikap dan pendirian yang mempengaruhi kita untuk marah secara berlebihan. Begitu kesalahan ini diperbaiki, kita bakal lebih mudah mengendalikan marah.<br />
2. Mengidentifikasi faktor-faktor dari masa kecil kita yang menghambat kemampuan kita mengekspresikan amarah. Faktor-faktor ini termasuk ketakutan, penolakan dan ketidaktahuan.<br />
3. Mempelajari cara tepat untuk mengekspresikan kemarahan sehingga kita tetap dapat menguasai situasi yang menimbulkan kemarahan itu, bahkan secara lebih efektif.<br />
4. Menutup luka-luka yang mungkin tertinggal oleh pengaruh emosional dari kemarahan yang menghancurkan.</p>
<p>Ada banyak cara untuk mengendalikan marah beberapa diantaranya adalah:</p>
<p>1. Membaca doa/mengulang nama-nama suci Tuhan</p>
<p>2. Tenangkan diri/relaksasi dengan mengatur nafas (Pranayama); menarik nafas pelan (puraka), menahan nafas (kumbaka), menghembuskan nafas pelan (recaka).<br />
3. Mengendalikan panca indra</p>
<p>4. Mengendalikan pikiran/merubah pola pikir (<em>Cognitive Restructuring</em>)</p>
<p>5. Dengan memohon pembersihan dari Tuhan dengan cara cuci muka/leher, tangan dan kaki dengan air bersih</p>
<p>6. Berkomunikasi dan bergurau yang lucu-lucu/ humor</p>
<p style="text-align: justify;">7. Merubah lingkungan (<em>Changing environment</em>)</p>
<p>Damai&#8230;</p>
<p>Made M.</p>
<p>http://singaraja.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/01/09/tembok-2-marah-yang-tak-terkendali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Gagasan untuk Generasi Indonesia Baru</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2010/01/08/generasi-indonesia-baru/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2010/01/08/generasi-indonesia-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 04:57:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indo-Emirates]]></category>
		<category><![CDATA[Indo-Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom Lawang Bagja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1068</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah Gagasan untuk Generasi Indonesia Baru
Refleksi 9 Tahun Indo-Emirates
Sebuah Esay dari Lawangbagja; Sie Anak-remaja Indo-Emirate
Flash Back; Perjalanan Founding Fathers
Meretas perjalanan di hamparan gurun kosong 9 tahun silam adalah sebuah tonggak perjalanan anak bangsa yang boleh dibilang seperti merambah hutan perawan tanpa ada jalan setapak. Perjalanan yang tentu menarik dan penuh liku dan cerita. Era tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sebuah Gagasan untuk Generasi Indonesia Baru<br />
Refleksi 9 Tahun Indo-Emirates<br />
Sebuah Esay dari Lawangbagja; Sie Anak-remaja Indo-Emirate</strong></p>
<blockquote><p>Flash Back; Perjalanan Founding Fathers</p></blockquote>
<p><a href="null"><img class="alignleft" src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs153.snc3/18043_249433450512_546650512_3231224_120816_a.jpg" alt="" width="180" height="270" /></a>Meretas perjalanan di hamparan gurun kosong 9 tahun silam adalah sebuah tonggak perjalanan anak bangsa yang boleh dibilang seperti merambah hutan perawan tanpa ada jalan setapak. Perjalanan yang tentu menarik dan penuh liku dan cerita. Era tahun 2 ribuan bisa dicatat sebagai era migrasi massif para tenaga kerja terdidik Indonesia khususnya dari industri oil and gas untuk merambah wilayah timur tengah (Qatar, UAE, Saudi, Kuwait). Semangat migrasi lebih memberikan nuansa semangat/ emosi massa dimana keberanian untuk bekerja di wilayah yang konon tandus, asing dan mungkin tidak ramah hanya karena rame-rame. Ini pula yang menyebabkan tidak ada rencana pasti kapan akan berkarir, bagaimana ke depan, seperti apa bekerja di lingkungan multi nasional, dlsb.</p>
<p><span id="more-1068"></span></p>
<p>Seperti itu pula Indo-Emirates, sebuah paguyuban yang saat ini (tak terasa) sudah berusia 9 tahun. Paguyuban yang lahir dari rasa senasib seperjalanan yang hadir untuk mengisi ruang besar kesepian karena tinggal di remote area. Indo-Emirate yang sepertinya dahulu mempunyai moto &#8220;Gak ada Loe, Gak rame!&#8221; ini terbukti bisa menambah hangat dan mempererat persaudaraan dan menguatkan percaya diri untuk eksis di negeri bedouin ini. Satu persatu keberanian sebagai individu tumbuh dan sepertinya remote area ini menjadi rumah kedua bagi warga Indonesia. Saya tidak tahu kapan tanggal dibentuknya, apa misi dan visinya, manfaat apa yang bisa &#8216;dikeruk&#8217; dengan kehadiran paguyuban ini, dan tentu masih banyak lagi pertanyaan yang berjubel saat ini dibenak saya dan anda atau mungkin ‘khalli walli..saja. .karena masih banyak hal penting yang sedang dipikirkan. Namun yang pasti komunitas Indo-Emirate telah menjalani periode natural sebuah paguyuban dimana telah melewati proses ujian dari hal yang tidak mengenakan (baca; konflik) sampai ke hal yang manis (baca; kebersamaan dan persaudaraan) .</p>
<blockquote><p>Perubahan Besar yang Terjadi</p></blockquote>
<p>Jika berkeliling Ruwais saat ini saya sudah merasakan sebuah projek besar dan dahsyat yang sedang dibangun. Dimulai dari ekspansi semua perusahaan yang berlokasi di Ruwais dari mulai Takreer (oil), Gasco (gas), Fertil (pupuk), dan Borouge (petrokimia) yang sedang berusaha meningkatkan kapasitas produksinya. Ini artinya tenaga kerja baru akan terus berdatangan. Masing-masing perusahaan akan merekrut dari ratusan hingga ribuan keryawan. Dan peluang besar kemungkinan tenaga terdidik Indonesia juga akan banyak direkrut kembali. Jika 8 tahun hanya seratusan orang Indonesia yang bermukim di Ruwais maka 5-10 tahun ke depan projeksinya beranjak hingga ke 500-an kepala rumah tangga. Asumsi ini didapatkan selain dari pekerja regular juga dari medis, perhotelan dan sektor jasa lainnya.</p>
<p>Boleh dibilang pertambahan jumlah pekerja professional ini bagian dari ‘sukses’ para pendahulu kita..rekan- rekan angkatan pertama yang datang ke hutan perawan ini. Mereka adalah para founding fathers..kerja keras mereka memberikan dorongan kuat kepada pihak pengambil keputusan untuk merekrut kembali dan menawarkan sebuah kepercayaan yang lebih tinggi lagi kepada para generasi berikutnya.Berkah itu dirasakan saat ini, tak terbilang berapa tenaga enginer, supervisor yang langsung direkrut tanpa perlu pengalaman dari luar negeri. Dahulu itu &#8216;mustahil&#8217; dan sangat sulit terjadi karena wajar saja mereka, para pemilik perusahaan masih ragu terhadap kualitas para pekerja kita. Posisi itu masih diberikan kepada warga India yang sudah lebih dulu merambah dinar dan dirham di Gulf ini.</p>
<blockquote><p>Indo-Emirate Baru? (Reloaded ala &#8216;Matrix&#8217;)</p></blockquote>
<p>Jika Ruwais berkembang, perusahaan berkembang, toko-toko baru bermunculan, rumah sakit besar sedang dibangun, berikutnya tinggal sekolahan, mall dan seterusnya lalu pertanyaannya bagaimana dengan INDO-EMIRAT? Akankah ia stagnan disitu-situ saja? Jika boleh saya mengkritik dan memprovokasi, Indo-Emirat tidak mengalami kepekaan dengan perubahan besar yang sedang terjadi saat ini di Ruwais. Perubahan yang sudah disimbolkan dengan infrastruktur, gaya hidup, tuntutan, kebutuhan dan masih banyak lagi. Semua sedang berlari menuju sebuah perubahan yang bersifat massif. Gaya Indo-Emirate yang dipersepsikan sebagai paguyuban kelas &#8216;gelar tikar&#8217;, berkumpul dan kemudian bubar mungkin perlu ditingkatkan menjadi sebuah komunitas yang cerdas dengan diskusi yang menghadirkan para pakar serta lebih serius memikirkan dan membuat kanal-kanal yang akan menjadi saluran minat dan bakat anak-anak kita, generasi Indonesia baru ke depan.</p>
<p>Saya khawatir jika perubahan ini tidak direspon selayaknya akan mengakibatkan disfungsi komunitas dalam bahasa pribuminya disebut ‘mafih faedah’. Padahal segudang potensi sudah tersedia, infrastruktur begitu mendukung plus fulus. Kesempatan membangun peradaban dan melahirkan INDONESIA BARU di tempat ini sangat memungkinkan. Saya memang manusia pemimpi dan tidak peduli jika ditertawakan tentang tulisan saya saat ini. Saya mempunyai gagasan bahwa Indo-Emirat harus didefinisikan ulang sesuai kebutuhan saat ini. Pos-pos struktur organisasi yang lamban dan mandul harus disegarkan kembali sesuai komitmen awal bahwa komunitas adalah wadah yang menyediakan PELAYANAN bagi para anggota yang berhimpun di dalamnya. Bahwa tugas MELAYANI adalah sebuah tugas yang LUHUR dan MULIA dan pertama kali hanya diberikan kepada para NABI saja.</p>
<p>Mereloaded ala film Matrix dengan mendeklarasikan Indo-Emirat baru menurut saya sebuah tuntutan sesuai perkembangan yang terjadi di sekeliling kita saat ini. Gaya hidup dan kepercayaan untuk mendiri bisa kita lihat dari masyarakat Indonesia di Ruwais. Seiring dengan perubahan kota kecil Ruwais yang sedang berevolusi menjadi sebuah kota besar di wilayah barat. Jika Indo-Emirat dahulu hadir sebagai pengikat dan tempat kita bertemu di atas tikar mingguan dengan konsumsi yang amboiy.. masih menjadi daya tarik di dalamnya maka ke depan Indo-Emirat adalah sebuah gagasan tentang masyarakat maju, mandiri, dinamis, cerdas, dan ikut andil dalam membangun ‘civil society’ baik di kota Ruwais juga bagi negeri tercinta, Indonesia Raya.</p>
<blockquote><p>Melahirkan Generasi Indonesia baru?</p></blockquote>
<p><img class="alignleft" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs153.snc3/18043_249434920512_546650512_3231232_2702557_a.jpg" alt="" width="180" height="119" />Kemarin ketika sie Anak dan Remaja menggelar Liga Bola Anak Indonesia terkumpul kurang lebih 70 anak dengan perbedaan usia 1-3 tahun saja. Ini anak lelaki belum dengan anak-anak perempuan. Saya sumsikan total semua anak-anak usia dibawah 11 tahun hingga 120 anak. Ini belum ditambah dengan keluarga -kelaurga baru yang akan terus berdatangan. Jika di atas asumsi saya 5-10 tahun ke depan hanya terpenuhi 60 persen, artinya akan hadir sekitar 300 an kepala keluarga maka dengan asumsi perkeluarga 2 anak akan hadir sekitar 600 anak Indonesia!</p>
<p>Pernahkah kita membayangkan 300 -600 anak Indonesia bermain di lingkungan Ruwais, tumbuh dan berkembang secara bersamaan? Apakah komunitas, dalam hal Indo-Emirate pernah memprojeksikan masa depan komunitas warganya? Apa yang akan kita perbuat dengan semua ini? Bagaimana memenuhi kebutuhan mereka tentang keIndonesiaan? minat dan bakat? potensi yang masih banyak harus digali pada usia &#8216;golden age&#8217;? Saya sendiri takut ini menjadi mimpi buruk bagi anak-anak saya. Mereka tumbuh dan besar seperti anak ayam dalam lumbung padi namun kehilangan bobot dan kualitasnya. Jika para orang tua sebagai individu dan komunitas sebagai wadah dan simpul masyarakat mau bekerja sama dengan komitmen yang tinggi ini dapat diatasi dan kita semua tidak perlu takut menghadapi ini semua. Kebersamaan bisa mengalahkan kesulitan bahkan tsunami sekalipun.</p>
<p>Perjalanan selama 9 tahun sudah cukup untuk menjadi modal agar komunitas ini dapat menjelma menjadi sebuah kekuatan dan tekad yang membaja bahwa kita memang eksis di tanah yang kita pijak saat ini. Kita ingin mengikis rasa khawatir tentang pertumbuhan anak pada usia &#8216;golden age&#8217; yang tidak tereksplorasi dengan baik. Saya bermimpi ke depan Indo-Emirate mampu mendatangkan para ahli untuk mendidik dan membuat &#8217;short course&#8217; sebagai upaya mengasah bakat anak-anak Indonesia. Komunitas mampu menghadirkan seniman, cendekiawan, penulis, olahragawan dll untuk memberikan ilmunya kepada anak-anak dan warganya. Kita pun bisa menyaksikan bersama sebuah konser musik dari anak-anak dan remaja Ruwais. Masyarakat cerdas yang tidak alergi dengan diskusi yang membangun. Orientasi materi harus digeser menjadi keilmuwan. Itupun jika kita semua memimpikan masyarakat maju yang akan melahirkan generasi Indonesia Baru! bukan sekumpulan orang Indonesia yang selalu dicitrakan mengalami sindrom &#8216;Inferior Kompleks&#8217;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2010/01/08/generasi-indonesia-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Be The Balls: Waktu dan Pelaksaan Liga Anak Indonesia</title>
		<link>http://www.indo-emirates.org/2009/12/17/be-the-balls-waktu-dan-pelaksaan-liga-anak-indonesia/</link>
		<comments>http://www.indo-emirates.org/2009/12/17/be-the-balls-waktu-dan-pelaksaan-liga-anak-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 18:16:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olah Raga]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.indo-emirates.org/?p=1066</guid>
		<description><![CDATA[Para Orang Tua yang Budiman,
Kami mengundang kepada putra-putranya  untuk hadir dan berlaga di ajang Liga Bola Anak Indonesia.
Waktu dan tempat pelaksanaan :
Hari      : Jumat, 25 DESEMBER 2009
Jam       : 07:00 pagi
Tempat    : LAPANGAN BOLA SAMPING EAST MARKET/ CHOUEIFAT SENIOR SCHOOL
Mengingat waktu yang sangat terbatas, perizinan tempat, agenda liburan anak dan keluarga maka kiranya KAMI MOHON dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para Orang Tua yang Budiman,</p>
<p>Kami mengundang kepada putra-putranya  untuk hadir dan berlaga di ajang Liga Bola Anak Indonesia.</p>
<p>Waktu dan tempat pelaksanaan :</p>
<p>Hari      : Jumat, 25 DESEMBER 2009<br />
Jam       : 07:00 pagi<br />
Tempat    : LAPANGAN BOLA SAMPING EAST MARKET/ CHOUEIFAT SENIOR SCHOOL</p>
<p>Mengingat waktu yang sangat terbatas, perizinan tempat, agenda liburan anak dan keluarga maka kiranya KAMI MOHON dapat menghadiri tepat pada waktunya.</p>
<p>Kami dari panitia pelaksana berusaha UNTUK MENJADIKAN ACARA INI SEBAGAI MEDIA UNTUK ANAK-ANAK INDONESIA DI BIDANG OLAH RAGA maka optimal tidaknya acara ini tergantung pada partisipasi para orang tua sekalian dalam merespon kegiatan ini.</p>
<p>Mempertimbangkan masukan dari para orang tua sekalian maka susunan tim pemain dalam kompetisi ini akan &#8216;dirombak ulang sesuai postur tubuh dan umur yang layak&#8217;. Ini dimaksudkan untuk &#8216;meminimalkan potensi injury&#8217; ketika pertandingan. Kesulitanya saat ini Kami tidak mempunyai gambaran secara utuh dari para peserta yang ada. Oleh karena itu TIM AKAN DISESUAIKAN KEMBALI pada saat di lapangan nanti dan mohon maklum adanya.</p>
<p>Demikian informasinya dan terimakasih atas perhatiannya. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menambah nilai kehidupan bermasyarakat kita di Ruwais.<br />
<strong>Sie Anak dan Remaja</strong></p>
<p>ps. Acara dan persiapan ini jauh dari sempurna mengingat kami dan rekan-rekan yang menggagas kegiatan ini harus mengambil porsi waktu yang terbatas dan menyesuaikannya dengan jadual liburan anak, examination, dan kegiatan keluarga masing2. Mohon maklum adanya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.indo-emirates.org/2009/12/17/be-the-balls-waktu-dan-pelaksaan-liga-anak-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
