Indo-Emirates – Ruwais
Forum Silahturahmi Masyarakat Indonesia di Ruwais – Abu Dhabi – UAE-
Nonton Tintin 3D di Bioskop Abudhabi
Posted on November 8th, 2011 No commentsDi Abudhabi, minggu ini adalah hari libur nasional dalam rangka merayakan hari idul adha, anak sekolah libur selama satu minggu, yang bekerja tergantung ada yang libur satu minggu namun ada juga yang hanya beberapa hari saja. Maka tak heran dalam minggu ini mall-mall, pusat perbelanjaan dan tempat rekreasi relatif di penuhi oleh pengunjung. Tak ketinggalan bioskop Marina Mall Abudhabi, di
-
From Ruwais with Love: Eid Mubarak to Everyone…. Wishes Happiness for All
Posted on November 6th, 2011 No commentsPerayaan Iedul Adha di Abudhabi sama dengan di tanah air Indonesia yaitu jatuh pada hari ini minggu, 6 november 2011. Iedul Adha di Ruwais berlangsung cukup khidmat, tak ada takbir keliling yang biasa nya mewarnai hari lebaran di Indonesia, pun tak ada keramaian yang berarti, karena sebagian dari penduduk Ruwais kebanyakan memilih untuk berliburan ke luar kota, biasanya ke Dubai,
-
Salam Kenal
Posted on October 16th, 2011 No commentsAsalamualaikum, wr. wb
Saya pendatang baru di ruwais kami baru saja di rekrut sebagai karyawan Fertil, saya sangat terkesan dengan adanya situs Indo Emirat ini, karena untuk mendapatkan comunity dari indonesia di sebuah negara yang kaya ini sangat susah, namun dengan adanya comunitas indo emirat ini saya bisa bergabung dengan bapak2 dan ibu2, abang2 dan kakak, serta mas2, yang telah duluan bekerja atau menetap di UAE/Ruwais, salam persahabatan dari saya dan juga ada 12 orang lagi kawan2 saya yang datang bersama dangan saya, bravo Indo Emirat.. -
Salam kenal
Posted on October 16th, 2011 No commentsKulo nuwun, bapak/ibu…
Saya warga pendatang,skrg tinggal di Tameem Hameed di remote area (Saipem Camp) untuk Shah Gas Project Development.Saya baru 5 hari berada di sini, joint dengan GL Noble Denton-Abu Dhabi. Mohon izin gabung dengan milis ini.
Terima kasih,Zulfan
-
pedang
Posted on October 11th, 2011 No commentstarian eyola mengiringi permainan pedang dua orang pemuda. Satu sama lain berusaha saling menebas. Jika diserang dengan cepat lawan tanding berusaha menghindar dengan gesit atau meloncat cepat. Loncatannya bisa setinggi tombak. Sebelum mendarat si pemain pedang sudah mengibas-ngibaskan pedangnya dengan cepat berusaha menghadang lawan yang berusaha mencuri-curi kesempatan untuk menusuknya dikala lengah.
Lagu eyola semakin rancak dan cepat. Iramanya seiring hentakan tabla yang kian gaduh dan liar menebar aroma kelelakian. Syair yang dibawakan adalah syair kepahlawanan, kelelakian dan kemuliaan mati dalam sebuah pertarungan menegakkan harga diiri dan kemuliaan tribal.
Sepasang pemuda kembali saling melemparkan pedangnya tinggi-tinggi kemudian menyambutnya sambil meloncat dan “tap!” pedang kembali sudah di tangan. Biasanya setelah lemparan ketiga merkea berdua akan kembali saling berhadapan. Pertarungan pedang di jazirah ini memang sembarang jurus. Tidak seperti permainan golok Cimande, Ciomas atau perguruan pencak silat lainnya di tanah air. Kecepatan dan kegesitan serta mengusai teknik-teknik dasar permainan pedang adalah ukuran kemahiran. Semakin cepat ia menerjang, menebas, meloncat, berkelit dan sedikit tipuan maka lawan akan jatuh dan terkulai.
Malam ini tampak kedua pemuda begitu terampil dan sama-sama menemukan musuh yang sepadan. Masing-masing berusaha memberikan serangan mematikan. Satu sama lain sepertinya tidak ada yang mau mengalah atau mempertahankan diri. Saling balas menebas, menusuk, meloncat, mengayun dan tak jarang pedang pun berdenting. Hingga pada satu kesempatan, pemuda dengan qatra hitam dalm sebuah gerakan yang tidak terduga meloncat seperti harimau Afrika. merenggut bahu lawannya, memutar dan membantingkannya sementara pdangnya sudah menempel di leher lawan.










Komentar Pengunjung